Pengertian Algorand (ALGO), Cara Kerja dan Prediksi Harganya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Pernahkah kamu mendengar aset crypto bernama Algorand (ALGO)? Semakin kita mendalami dunia crypto, kita akan semakin banyak menjumpai aset-aset yang mungkin belum pernah kita ketahui latar belakangnya.

Nah, untuk membantu kamu memahami lebih dalam mengenai aset crypto bernama Algorand (ALGO) ini, yuk simak penjelasan dari Teknatekno berikut ini.

Mengenal Algorand (ALGO)

Algorand (ALGO) adalah sebuah jaringan blockchain layer-1 yang mempunyai kemampuan menciptakan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps). ALGO adalah aset kripto bawaan dari jaringan Algorand. Jaringan Algorand diamankan menggunakan mekanisme konsensus yang disebut sebagai Pure Proof-of-Stake (PPoS).

Algoritme PPOS memungkinkan Algorand memproses transaksi dengan cepat dengan biaya murah. Menurut Algorand, trilemma blockchain dapat diselesaikan dengan menemukan jaringan yang mencapai keseimbangan antara keamanan, skalabilitas, dan kecepatan.

Menurut CoinMarketCap, ALGO adalah aset kripto terbesar ke-27 di dunia dengan valuasi pasar sebesar $2,9 miliar dolar AS. Harganya $0,4 dolar AS dan memiliki total pasokan 10 miliar ALGO. Saat ini ada sekitar 6,8 token ALGO yang beredar, menjadikannya 68 persen dari seluruh pasokan.

Algorand adalah jaringan blockchain yang memiliki fokus kuat terhadap komunitas penggunanya. Seperti yang ditunjukkan oleh sistem manajemen protokol terdesentralisasi, ini adalah kasus dalam praktiknya.

Semua pengguna dan pemilik token ALGO dapat berpartisipasi dalam pengelolaan protokol melalui mekanisme pemungutan suara.

Mengenal Algorand (ALGO)

Pendiri Algorand (ALGO)

Algorand diciptakan pada tahun 2018 oleh Silvio Micali, seorang profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang pernah mendapatkan penghargaan Turing atas perannya dalam bidang kriptografi.

Silvio Micali merancang Algorand sebagai jaringan blockchain terdesentralisasi yang dapat memecahkan trilemma blockchain dengan menyeimbangkan keamanan, skalabilitas, dan kecepatan.

Algorand didesain untuk bisa memroses transaksi secara cepat tanpa mengorbankan desentralisasi keamanan jaringan. Kini Algorand dijalankan oleh Algorand Foundation yang bertugas dalam perkembangan jaringan dan mengatur sistem pengelolaan. Jaringan Algorand akhirnya diluncurkan pada pertengahan tahun 2019.

Berbeda dengan jaringan blockchain pada umumnya yang hanya memanfaatkan token bawaannya, Algorand memungkinkan berbagai aset kripto lain untuk berjalan di atas jaringannya melalui penggunaan format standar Algorand ASA.

Fitur ini hampir sama dengan Ethereum, yang mengizinkan token dengan standar ERC-20 berjalan di jaringannya.

Cara Kerja Algorand (ALGO)

Cara kerja Algorand menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS). Selain itu, Algorand juga mendistribusikan reward validator kepada semua pemegang token ALGO.

Melalui kapasitas throughput yang kuat dan insentif komunitas yang adil dan merata, blockchain ini mampu mengelola persyaratan throughput tinggi dari penggunaan global yang meluas dengan berbagai use-case.

Blockchain yang diciptakan oleh Micali ini juga menyajikan protokol Algorand Standard Asset (ASA) untuk membantu developer dalam membuat token baru atau mentransfer token yang akan dikirimkan pada ekosistem Algorand.

Contohnya, stablecoin seperti USDT dan USDC juga digunakan sebagai bagian dari ASA pada blockchain Algorand dan menikmati throughput yang jauh lebih tinggi dan biaya transaksi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan blockchain lainnya.

Token ALGO

Token utilitas asli milik ekosistem Algorand dikenal sebagai ALGO. Token ini juga dapat berperan sebagai gas token yang digunakan untuk membayar transaksi dan perhitungan smart contract.

Penggunaan ALGO dalam blockchain serupa dengan bagaimana ETH digunakan pada blockchain Ethereum. Tetapi lebih dari itu, token ALGO juga digunakan untuk mendukung operasi jaringan Algorand, menghasilkan pendapatan pasif bagi pemegangnya sebagai bentuk reward dari jaringan.

Prediksi Harga Token ALGO

Selain memiliki berbagai manfaat ALGO pada jaringannya, token ALGO semakin diterapkan ke dalam aplikasi DeFi yang dibangun di Algorand serta pada blockchain alternatif melalui versi token sintetis.

Salah satu contoh token sintetis adalah Wrapped ALGO (wALGO), sebuah token ERC-20 yang dapat ditukar 1:1 untuk ALGO. Pada saat artikel ditulis, harga ALGO to IDR saat ini adalah Rp12,172.

Kesimpulan

Algorand (ALGO) adalah sebuah jaringan blockchain layer-1 yang mempunyai kemampuan menciptakan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps). Jaringan Algorand diamankan menggunakan mekanisme konsensus yang disebut sebagai Pure Proof-of-Stake (PPoS).

Silvio Micali merancang Algorand pada tahun 2018 sebagai jaringan blockchain terdesentralisasi yang dapat memecahkan trilemma blockchain dengan menyeimbangkan keamanan, skalabilitas, dan kecepatan.

Related Articles

Back to top button