Pengertian EOS Coin, Sejarah, Cara Kerja dan Prediksi Harga

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Bagi kamu investor pemula terutama yang baru terjun di dunia cryptocurrency, mungkin kamu akan bertanya-tanya tentang pengertian EOS Coin. EOS Coin menyebut dirinya sebagai infrastruktur terkuat untuk aplikasi terdesentralisasi.

Lantas, apa pengertian EOS Coin yang sebenarnya? Bagaimana EOS Coin bekerja? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut penjelasan dari Tekenatekno mengenai pengertian EOS Coin yang perlu kamu ketahui sebagai investor pemula.

Memahami Pengertian EOS Coin

Jadi, pengertian EOS Coin adalah sistem terdesentralisasi berbasis blockchain yang memungkinkan pengembangan, hosting, dan eksekusi aplikasi terdesentralisasi (DApps) skala komersial pada platform-nya.

EOS mendukung semua fungsionalitas inti yang diperlukan untuk mengizinkan bisnis dan individu menciptakan aplikasi berbasis blockchain dengan sistem serupa aplikasi berbasis web.

Seperti menyediakan akses aman dan autentikasi, perizinan, hosting data, manajemen penggunaan, dan komunikasi antara DApps dengan internet.

EOS Coin merupakan salah satu proyek jaringan rantai (blockchain) yang telah memasuki pasaran mata uang kripto. Tujuannya untuk membentuk suatu jaringan yang bisa memproses hingga jutaan transaksi per detik.

Terdapat dua ekosistem utama pada EOS, yaitu EOS.IO dan token EOS. EOS.IO mirip dengan sistem operasi komputer, bekerja mengontrol jaringan blockchain EOS.

EOS.IO menggunakan arsitektur blockchain yang memungkinkan penskalaan vertikal dan horizontal dari aplikasi terdesentralisasi. Sedangkan token EOS merupakan cryptocurrency untuk jaringan EOS.

Seorang pengembang perlu memiliki koin EOS, bukan untuk membelanjakannya, namun guna memenuhi syarat penggunaan sumber daya, membangun dan menjalankan DApps.

Pemegang token yang tidak menjalankan aplikasi apapun juga dapat mengalokasikan atau menyewakan bandwidth-nya ke partisipan lain yang mungkin membutuhkan.

Memahami Pengertian EOS Coin

Sejarah EOS Coin

EOS Coin digambarkan sebagai yang termuda dari 10 mata uang kripto teratas di dunia. Pada 2019, EOS menempati peringkat lima terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dibawah Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Ripple (XRP) dan Ethereum (ETH).

EOS Coin memiliki ambisi untuk menjadi lebih dari sekadar mata uang virtual, melainkan token cryptocurrency dan juga blockchain yang beroperasi sebagai platform smart contract sekaligus penyebaran aplikasi terdesentralisasi.

Pengembang EOS berambisi untuk menjadikannya sistem operasi terdesentralisasi dengan kemampuan menjalankan jutaan aplikasi per jam tanpa harus memungut biaya transaksi sepeserpun.

EOS telah menghasilkan banyak publikasi positif sebagai “Ethereum dengan motor baru” menyiratkan bahwa Ethereum, yang dirilis baru-baru ini pada tahun 2015, telah menjadi usang. Bahkan, analis Satya Doraisamy dari The Market Mogul menyebutkan, EOS sebagai “Pembunuh Ethereum”.

Saat peluncuran mata uang kripto reguler di London Evening 2018, Joe Smith (trader) menyebutkan bahwa EOS memiliki keistimewaan dengan membuka teknologi dan kepemilikannya pada siapa saja yang tertarik.

EOS Coin adalah mata uang kripto yang membuka sistem blockchain di belakangnya bagi setiap pengembang software yang ingin membangun aplikasi di atasnya. Namun, semua kelebihan itu bisa diwujudkan apabila kamu memiliki atau membeli koin EOS.

Pendiri EOS Coin

Pendiri EOS Coin adalah kepala eksekutif Block.one, Brendan Blumer, seorang wirausahawan teknologi Amerika yang berbasis di Asia dan telah bekerja di blockchain sejak 2014.

Dia meluncurkan usaha pertamanya, GaMeCLiFF, pada usia 15 tahun, serta menjual aset virtual di dalam game role-playing online massively multiplayer (MMORPGs).

Tiga tahun kemudian, pada tahun 2005, dia menjual GaMeCLiFF ke Internet Gaming Entertainment (sekarang IMI Exchange), yang memindahkannya ke HongKong.

Blumer telah meluncurkan Accounts.net pada tahun 2007, Ia menjual avatar dalam game dan mendapatkan penghasilan bulanan lebih dari $1juta. Kemudian disusul dengan Okay.com pada tahun 2010, sebuah platform berbagi data perusahaan untuk pialang real estate di Asia.

Pada Januari 2013, Blumer mendirikan ii5, yang bertujuan menarik bakat teknologi dari Silicon Valley dan tempat lain untuk menciptakan teknologi kompetitif bagi perusahaan di Asia. Ii5 juga menyediakan investasi modal bagi perusahaan baru maupun lama di Hong Kong.

Pada tahun 2016, Blumer bekerja sama dengan Dan Larimer, salah satu pendiri perusahaan kripto lainnya termasuk Bitshares dan Steemit, sebuah blog dan jejaring sosial di mana pengguna diberi hadiah token kripto Steem untuk memposting dan menemukan konten.

Pasangan ini mulai mengembangkan Block.one dan Larimer menjadi chief technical officer (CTO) perusahaan. Baik Blumer dan Larimer bermaksud menggunakan platform blockchain EOS.IO untuk memasang tantangan serius pada Ethereum.

Blumer mengklaim teknologi baru ini akan meningkatkan kecepatan transaksi, menghilangkan biaya pengguna, dan memberdayakan komunitas open-source.

Menurutnya, jika internet adalah transfer data massal, skalabel, dan tidak aman, maka blockchain akan mewakili transfer data dengan aman dan massal serta segala sesuatu yang menyertainya.

Cara Kerja EOS

EOS dianggap sebagai “pembunuh Ethereum” karena bisa melakukan semua yang Ethereum lakukan, bahkan lebih baik lagi. Keduanya sama-sama mampu menjadi tuan rumah DApps dan didukung oleh smart contract.

Apa yang membuat cara kerja EOS lebih baik dari Ethereum? Hal ini karena blockchain EOS Coin menggunakan model konsensus baru yang bernama Delegated Proof of Shake (DPoS). Teknologi ini mampu menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang dialami Ethereum.

Sementara, Ethereum (ETH) masing menggunakan Proof of Work (PoW) yang dikenal akan kelambatannya. Itulah mengapa, EOS bisa mengancam popularitas Ethereum sebagai mata uang kripto terbesar kedua di dunia.

Prediksi Harga EOS Terkini

Prediksi harga EOS Coin saat artikel ini ditulis yaitu Rp 18,893.09 IDR dengan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp 3,020,559,072,362 IDR.

Kesimpulan

EOS Coin adalah sistem terdesentralisasi berbasis blockchain yang memungkinkan pengembangan, hosting, dan eksekusi aplikasi terdesentralisasi (DApps) skala komersial pada platform-nya.

EOS Coin merupakan salah satu proyek jaringan rantai (blockchain) yang telah memasuki pasaran mata uang kripto. Tujuannya adalah untuk membentuk suatu jaringan yang bisa memproses hingga jutaan transaksi per detik.

Related Articles

Back to top button