Pengertian Analisis Rasio Keuangan, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Rumusnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Tahukah kamu pengertian dari analisis rasio keuangan? Setiap perusahaan pasti memiliki suatu perhitungan khusus dalam menjalankan bisnis atau usahanya.

Biasanya pimpinan perusahaan menggunakan suatu teknik perhitungan yang disebut rasio keuangan yang bertujuan untuk menentukan kebijakan dalam menjalankan operasionalnya.

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, yuk simak penjelasan dari Teknatekno berikut ini seputar analisis rasio keuangan, mulai dari pengertiannya, fungsinya, manfaatnya, jenisnya hingga rumus perhitungannya.

Apa itu Analisis Rasio Keuangan

Pengertian analisis rasio keuangan adalah metode analisis keuangan yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator atas perkembangan sebuah perusahaan atau bisnis.

Data dari laporan keuangan untuk periode akuntansi tertentu digunakan untuk menghitung rasio keuangan. Dengan begitu, kinerja keuangan perusahaan dapat ditentukan secara maksimal.

Rasio semacam ini biasanya digunakan oleh manajemen perusahaan dalam mengembangkan kebijakan atau tindakan bisnis yang mampu memberikan keuntungan maksimal bagi perusahaan.

Misalnya, rasio keuangan ini dibentuk untuk dapat menjaga aset perusahaan. Untuk menghindari membuat kesalahan mahal yang dapat merugikan perusahaan, sangat penting bagi manajemen untuk menggunakan rasio ini.

Pengertian Analisis Rasio Keuangan Menurut Para Ahli

Pengertian Analisis Rasio Keuangan Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian analisis rasio keuangan menurut beberapa ahli:

Van Horne dan Wachowizs

Menurut kedua ekonom tersebut, rasio keuangan adalah indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi. Angka tersebut diperoleh dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.

Bambang Riyanto

Menurut pakar ekonomi asal Indonesia ini, rasio keuangan merupakan ukuran yang digunakan dalam interpretasi dan analisis laporan finansial suatu perusahaan.

Jika ditelaah lebih lanjut, rasio keuangan ini sebenarnya hanya alat yang dinyatakan dalam arithmetical terms. Fungsinya untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial.

Selain itu, Bambang Riyanto mengungkap bahwa, penganalisa finansial dalam mengadakan analisis rasio ini bisa melakukannya melalui dua cara pembanding.

Pertama adalah pembandingan present ratio dengan rasio sejenis di waktu lampau dari perusahaan yang sama. Sementara yang kedua adalah pembandingan antara rasio suatu perusahaan dengan rasio sejenis dari perusahaan atau industri lain di bidang yang sama.

S. Munawir

Berbeda dengan S. Munawir, ekonom satu ini mengatakan, bahwa rasio keuangan adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu yang ada dalam suatu neraca. Bisa juga dari laporan laba rugi secara individu maupun kombinasi dari keduanya.

Weston

Rasio keuangan menurut Weston adalah analisis yang memberikan kerangka hubungan antara pos-pos neraca dan perhitungan laba rugi. Analisis tersebut memungkinkan seseorang untuk menelusuri sejarah suatu perusahaan dan menilai kondisi keuangannya saat ini.

Selain itu, rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi kreditur ataupun investor terhadap keadaan keuangan perusahaan. Dengan begitu, mereka bisa mencari solusi terbaik untuk mendapatkan dana.

Agus Sartono

Pakar ekonomi satu ini menyebutkan, bahwa rasio keuangan adalah dasar untuk menilai sekaligus mengarahkan prestasi operasi suatu perusahaan. Di samping itu, analisis rasio keuangan juga bisa digunakan sebagai kerangka kerja perencanaan dan pengendalian keuangan.

Fungsi Rasio Keuangan

Fungsi Rasio Keuangan

Kemampuan bisnis untuk membuat pilihan keuangan yang sehat sangat bergantung pada kemampuannya untuk menganalisis rasio keuangan.

Karena data yang dijadikan acuan termasuk informasi dalam laporan keuangan, maka rasio ini mampu membantu perusahaan dalam mengambil langkah bisnis yang tepat. Selain itu, ada banyak fungsi rasio keuangan yang perlu dipahami diantaranya:

1. Mengetahui Optimalisasi Finansial

Optimalisasi finansial atau keuangan adalah analisis rasio keuangan agar dapat mengetahui bagaimana memanfaatkan uang secara lebih efisien dan jelas.

Ini juga dapat menunjukkan kemungkinan penipuan laporan keuangan atau informasi palsu yang diberikan. Keuangan dapat digunakan lebih efektif dengan cara ini dalam bisnis.

2. Mengetahui Efektivitas Manajemen Operasional

Ruang lingkup manajemen operasional ini meliputi penggunaan biaya dan efektivitas pemanfaatan finansial untuk operasional bisnis perusahaan.

Oleh karena itu, dengan mengacu pada rasio keuangan, perusahaan dapat mengetahui seberapa berhasil dan efisien kinerja manajemen operasional ketika menggunakan biaya untuk operasional operasional perusahaan.

3. Memastikan Penggunaan Aktiva Telah Optimal

Aktiva atau aset sama pentingnya untuk dipahami dan dianalisis untuk menjamin penggunaan keuangan yang efektif. Saat merumuskan aturan, total aset perusahaan mungkin diperhitungkan. Penggunaan aset yang paling efisien tidak dapat ditentukan dengan benar tanpa menggunakan rasio keuangan.

4. Menunjukkan Kondisi Keuangan Perusahaan

Besaran laba atau profit yang diperoleh dari setiap operasi bisnis perusahaan dapat menunjukkan situasi keuangan yang baik.

Oleh karena itu, kesejahteraan finansial perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan. Ini juga dapat menunjukkan kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan dan potensi untuk ekspansi.

5. Menjadi Acuan Analisis Kemampuan Perusahaan untuk Berkembang

Untuk tetap eksis dalam menghadapi persaingan industri yang semakin kuat, organisasi harus dapat menjamin bahwa usahanya mampu berkembang secara teratur dan menjanjikan.

Pertumbuhan bisnis ini dapat berupa pembukaan cabang, perluasan wilayah pemasaran, penemuan barang, dan lain-lain. Informasi rasio keuangan yang akurat diperlukan untuk setiap fase untuk mengurangi kemungkinan salah dalam membuat pilihan.

Tujuan Dari Analisis Rasio Keuangan

Tujuan Dari Analisis Rasio Keuangan

Selain mengetahui fungsi dari analisis rasio keuangan, kamu juga perlu tahu apa saja tujuannya. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Menilai kinerja keuangan perusahaan untuk membantu membuat keputusan investasi.
  2. Menggali informasi di balik laporan keuangan perusahaan terkait.
  3. Mengetahui letak kesalahan yang mungkin ada pada laporan keuangan perusahaan.
  4. Membandingkan perusahaan dengan kompetitor.
  5. Memprediksi potensi yang mungkin dialami oleh perusahaan di masa mendatang.
  6. Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pihak pengambil keputusan.

Manfaat Analisis Rasio Keuangan

Berikut beberapa manfaat analisis rasio keuangan, antara lain:

  1. Rasio keuangan merupakan angka-angka dan ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan; dan merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
  2. Memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu.
  3. Memberikan gambaran kepada investor dan kreditor tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya.
  4. Dapat menentukan efisiensi kinerja dari manajer perusahaan yang diwujudkan dalam catatan keuangan dan laporan keuangan.
  5. Memungkinkan manajer keuangan untuk meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur pada saat mencari tambahan dana.
  6. Dapat digunakan untuk membuat keputusan, pertimbangan dan prediksi berdasarkan tren tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang.

Jenis Financial Ratio

Jenis Rasio Keuangan

Rasio ini terdiri dari beberapa jenis yang penting untuk diketahui, agar penggunaannya bisa tepat sasaran. Berikut ini beberapa jenis-jenisnya, yaitu:

1. Liquidity Ratio (Rasio Hutang Jangka Pendek)

Rasio likuiditas adalah teknik perhitungan untuk menganalisa kapasitas perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendeknya. Semakin banyak hutang, menunjukan ciri perusahaan yang tidak sehat. Bahkan besarnya hutang dapat menimbulkan kebangkrutan.

2. Solvency Ratio (Rasio Hutang)

Rasio solvabilitas adalah metode untuk menganalisa kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang jangka panjang, dan jangka pendek. Kemampuan tersebut sangat penting sebagai bahan pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya.

3. Profitability Ratio (Rasio Laba)

Rasio profitabilitas adalah suatu metode untuk menganalisa perusahaan, seberapa besar kapasitas perusahaan tersebut menghasilkan laba dari aktivitas bisnisnya.

4. Activity Ratio (Rasio Aktivitas)

Setiap perusahaan tentunya memiliki aktiva yang dapat digunakan dalam proses produksi. Oleh sebab itu, adanya analisa rasio aktivitas adalah untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aktiva yang dimilikinya guna menghasilkan laba. Dengan demikian, dapat mengetahui efektifitas aktiva yang digunakan.

Rumus Financial Ratio

Rumus Rasio Keuangan

Dari 4 jenis ratio yang telah disebutkan di atas, masing-masing memiliki rumusan dalam menghitung atau mengukurnya yang akan dijabarkan berikut ini:

Liquidity Ratio (Rasio Likuiditas)

Berikut rumus perhitungan analisisnya:

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio Lancar atau Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dibandingkan dengan aktiva lancar yang tersedia.

Rasio lancar 1:1 atau 100% menunjukkan bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang jangka pendek, sehingga keuangan perusahaan dikatakan sehat jika rasionya di atas 1 atau di atas 100%.

Yang termasuk aktiva lancar meliputi kas, piutang dagang, persediaan, dan sebagainya. Sedangkan utang lancar meliputi utang gaji, utang bank, utang dagang, dan sebagainya.

Rumus rasio lancar:

Current ratio = (aktiva lancar : utang lancar) x 100%

2. Quick Ratio

Quick ratio memberi informasi tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berbeda dengan rasio lancar, quick ratio mengurangi aktiva lancar dengan persediaan, sehingga nilai aktiva lancar yang digunakan fokus pada komponen dana likuid.

Rumus Quick Ratio:

Quick ratio = [(aktiva lancar – persediaan) : utang lancar] x 100%

3. Cash Ratio (Rasio Kas)

Cash ratio atau rasio kas adalah analisis rasio keuangan yang membandingkan kas dan aktiva lancar yang dapat segera menjadi uang kas, dengan hutang lancar. Dengan analisis ini maka dapat diketahui posisi kas yang dapat menutupi utang lancar.

Kas yang dihitung dalam analisis ini adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dapat diuangkan kembali. Semakin besar rasionya semakin baik.

Rumus:

Cash ratio = [(kas + setara kas) – utang lancar] x 100%

Solvability Ratio (Rasio Solvabilitas)

Berikut rumus perhitungan analisisnya:

1. Total Debt to Total Assets Ratio

Total Debt to Total Assets Ratio mengukur persentase besarnya aktiva yang berasal dari utang, baik utang jangka pendek maupun jangka panjang. Analisis ini juga menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable).

Rumus:

Debt ratio = (total utang : total aktiva) x 100%

2. Total Debt to Equity Ratio

Analisis ini mengukur persentase antara utang jangka panjang dan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Total debt to equity ratio berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan.

Jika besarnya hutang melebihi modal sendiri maka beban perusahaan terlalu tinggi, sehingga semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.

Rumus:

Debt to equity ratio = (total utang : modal) x 100%

Profitability Ratio (Rasio Profitabilitas)

Berikut rumus perhitungan analisisnya:

1. Profit Margin

Analisis ini menghitung kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan tertentu. Profit margin juga dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya operasional.

Rumus:

Profit margin = (laba bersih : penjualan) x 100%

2. Gross Profit Margin

Margin Laba Kotor atau Gross Profit Margin mengukur persentase dari setiap hasil sisa penjualan dikurangi harga pokok. Dengan analisis ini kamu bisa mengetahui laba kotor yang dicapai setiap penjualan.

Rumus:

Gross profit margin = (laba kotor : penjualan bersih) x 100%

3. Net Profit Margin

Analisis ini mengukur laba bersih yang dihasilkan dalam setiap penjualan. Dengan pengukuran margin laba bersih atau net profit margin maka akan terlihat tingkat efisiensi perusahaan.

Krena mengukur keuntungan yang didapat dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.

Rumus:

Net profit margin = (laba bersih setelah pajak : penjualan bersih) x 100%

4. Return on Investment (ROI)

Analisis ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Dalam analisis ini laba yang digunakan adalah laba bersih setelah pajak.

Rumus:

ROI = (laba bersih setelah pajak : investasi) x 100%

5. Return on Assets

Return On Assets merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar rasionya semakin baik.

Rumus:

Return on Assets = (laba sebelum bunga dan pajak : total aktiva) x 100%

6. Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin)

Operating Profit Margin mengukur persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah biaya dan pengeluaran lain, kecuali bunga dan pajak.

Rumus:

Operating Profit Margin = (Laba Operasi : Penjualan) x 100%

Activity Ratio (Rasio Aktivitas)

Berikut rumus perhitungan analisisnya:

1. Perputaran Piutang

Analisis ini mengukur efisiensi perusahaan dalam mengumpulkan piutang dan kebijakan kreditnya. Semakin efektif perusahaan dalam melakukan pengelolaan piutang maka semakin tinggi pula rasionya.

Rumus:

Perputaran piutang = (penjualan bersih : rata-rata piutang dagang)

2. Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan mengukur efektivitas pengelolaan persediaan dan menggambarkan efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat perputarannya semakin efektif pengelolaan persediaannya.

Rumus:

Perputaran persediaan = (harga pokok penjualan : rata-rata persediaan)

3. Perputaran Aktiva Tetap

Analisis ini menunjukkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya. Semakin tinggi rasio maka semakin besar kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dari aktiva tetap yang dimiliki.

Rumus:

Perputaran aktiva tetap = {penjualan : aktiva tetap)

4. Perputaran Total Aktiva

Analisis perputaran total aktiva mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan total aktiva yang dimiliki. Rasio yang tinggi menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah menjadi petunjuk bagi manajemen untuk melakukan evaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran investasi.

Rumus:

Perputaran total aktiva = (penjualan : total aktiva)

Kesimpulan

Pengertian analisis rasio keuangan adalah ukuran yang digunakan dalam interpretasi dan analisis laporan keuangan perusahaan.

Rasio semacam ini biasanya digunakan oleh manajemen perusahaan dalam mengembangkan kebijakan atau tindakan bisnis. Bisa juga dari laporan laba rugi secara individual atau kombinasi keduanya.

Rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai dan mengarahkan kinerja operasi suatu perusahaan. Selain itu, mereka juga dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian keuangan.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar analisis rasio keuangan, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, manfaat serta jenis dan rumus perhitungannya. Buat kamu yang sedang mencari aplikasi keuangan terbaik saat ini, kamu bisa menyimak artikel rekomendasi dari kami berikut.

Related Articles

Back to top button