Pengertian Protokol Jaringan, Fungsi serta Jenisnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Tahukah kamu pengertian dari protokol jaringan? Protokol jaringan adalah standar yang ditetapkan sebagai penentu bagaimana data dikirimkan melalui perangkat yang berbeda dalam satu jaringan.

Pengguna gadget seperti PC saat ini dapat merasakan kemudahan berbicara dengan orang lain dengan berbagai jenis perangkat. Hal ini tidak lain karena peran dari protokol jaringan ini. Sehingga bisa kamu bayangkan betapa susahnya saat ingin berkomunikasi namun tidak ada protokol jaringan ini.

Nah, kali ini Teknatekno akan membahas seputar protokol jaringan, mulai dari pengertian protokol jaringan, fungsi sampai dengan jenis-jenis protokol jaringan yang perlu kamu ketahui.

Memahami Pengertian Protokol Jaringan

Memahami Pengertian Protokol Jaringan

Pengertian protokol jaringan adalah sistem peraturan yang memungkinkan terjadinya koneksi, komunikasi, dan transfer data antara dua atau lebih komputer. Aturan ini harus dipenuhi oleh pengirim dan penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.

Secara sederhana dapat dijelaskan, protokol adalah media yang digunakan untuk menghubungkan pengirim dan penerima. Protokol dapat diimplementasikan dalam perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagian besar pertukaran data melalui jaringan komputer, oleh karena itu, bergantung pada protokol.

Misalnya seperti orang yang mengirimkan email. Email dalam komputer bisa disebut dengan sebuah data. Sehingga email yang dikirimkan pada seseorang dari komputer satu ke komputer lain sebenarnya adalah pengiriman data.

Setiap orang mengirimkan e-mail, tidak diragukan lagi e-mail akan transit melalui berbagai protokol. Semua protokol harus dilewati sehingga e-mail dapat keluar dan diterima oleh komputer lain pada jaringan yang sama atau terpisah.

Fungsi Protokol Jaringan

Fungsi Protokol Jaringan

Protokol memainkan peran penting dalam transportasi data di internet. Secara umum, fungsi protokol adalah untuk menghubungkan pengirim dan penerima sehingga mereka dapat berinteraksi. Fungsi protokol mencakup hal-hal berikut secara lebih rinci:

1. Addressing

Header IP paket mencakup alamat yang memberikan identifikasi ke komputer pengirim dan penerima. Sebagai hasil dari data ini, router dapat merutekan setiap paket dan menghubungkan jaringan antara komputer yang mengirim dan menerimanya.

2. Reassembly

Tujuan dari protokol internet adalah untuk menjamin bahwa komunikasi dibagi menjadi paket-paket. Ini karena sebagian besar komunikasi terlalu besar untuk dimasukkan ke dalam satu paket, dan karena paket tidak ditransmisikan dalam urutan yang benar. Paket harus diatur ulang ketika mereka tiba di penerima.

3. Timeouts

Setiap IP paket memiliki self-destructive counter yang membatasi umur dari paket. Jika paket telah kedaluwarsa, paket tersebut dimusnahkan agar jaringan internet tidak kewalahan dengan paket yang rusak.

4. Options

IP menyediakan kemampuan ekstra yang memungkinkan komputer pengirim untuk menentukan bagian mana dari paket yang diterima komputer penerima. Untuk menemukan bagian yang dicuri itu diperlukan untuk menerapkan keamanan pada paket.

Jenis Protokol Jaringan

Ada beberapa jenis protokol yang digunakan untuk berhubungan di seluruh dunia, diantaranya yaitu:

Jenis Protokol Jaringan

1. TCP/IP

Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) merupakan standar dari komunikasi data yang dipakai oleh komunitas internet. Standar ini mengatur dalam proses tukar-menukar data atau informasi dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet.

2. User Datagram Protokol (UDP)

User Datagram Protocol (UDP) adalah transport TCP/IP yang dapat mendukung komunikasi yang unreliable, tanpa adanya koneksi antar host di dalam suatu jaringan.

3. Domain Name System (DNS)

Domain Name Server (DNS) adalah distribute database yang dipakai dalam pencarian nama komputer di dalam jaringan menggunakan TCP/IP. DNS dapat bekerja pada jaringan dengan skala kecil sampai dengan global. Terkadang DNS juga digunakan pada aplikasi yang terhubung langsung dengan internet.

4. HTTPS

Protokol HTTPS pasti sudah sering kamu dengar. Kata HTTPS bisa dilihat di browser pada saat mengakses halaman website yang menggunakan SSL. Apalagi HTTPS sudah banyak digunakan di beberapa website.

HTTPS berasal dar Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang merupakan protokol untuk mengatur komunikasi antara client dan server. Sedangkan HTTPS merupakan versi aman dari HTTP biasa.

HTTPS merupakan kombinasi dari komunikasi HTTP biasa melalui Socket Secure Layer (SSL) atau Transport Layer Security (TLS), jadi bukan merupakan protokol yang berbeda. Sehingga, ada dua jenis lapisan enkripsi.

Kombinasi dilakukan untuk menjaga keamanan beberapa serangan pihak ketiga. Biasanya serangan yang dilakukan adalah menyadap informasi dari komunikasi yang terjadi.

5. SSH (Secure Shell)

SSH adalah sebuah protocol jaringan yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antara dua komputer dengan aman. Mulai dari mengirim file, mengendalakan pada jarak yg jauh dan lain sebagainya. Dibanding dengan Telnet, FT, protokol ini mempunyai tingkat keamanan yang unggul.

6. Telnet (Telecommunication network)

Dikembangkan pada 1969, Telnet memiliki standarisasi sebagai IETF STD 8 yang merupakan standar internet pertama kali. Protokol ini berjalan pada koneksi Internet atau LAN. Namun sayangnya Telnet mempunyai keterbatasan keamanan yang masih beresiko.

7. OSI Layer

OSI Layer merupakan standar komunikasi yang diterapkan untuk jaringan komputer. Standar ini digunakan untuk menentukan aturan sehingga seluruh alat komunikasi bisa saling terkoneksi melalui jaringan internet.

OSI Layer dikembangkan untuk komputer agar dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Protokol ini digambarkan sebagai informasi dari suatu aplikasi komputer yang berpindah melalui jaringan internet ke komputer yang lainnya.

OSI Layer secara konseptual dibagi menjadi tujuh layer dimana setiap layer memiliki tugas tertentu. Ketujuh lapisan OSI Layer diantaranya sebagai berikut:

  • Application Layer

Layer OSI ini paling berdekatan dengan end user. Layer ini bertanggung-jawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

  • Presentation Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab dalam pengkodean dan konversi data dari application layer. Presentation later bertanggung jawab untuk memastikan semua data yang berasal dari application layer dapat dibaca pada sistem lainnya.

  • Session Layer

Layer OSI ini mempunyai tugas untuk menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Selain itu layer ini berfungsi untuk membentuk, me-manage, dan memutuskan session komunikasi antara entitas presentation layer.

  • Transport Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab untuk membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika antar terminal, dan menyediakan penanganan error.

  • Network Layer

Layer OSI ini bertanggung jawab untuk menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menhaga antrian trafik di jaringan.

  • DataLink Layer

Layer OSI ini mempunyai tugas untuk menyediakan link untu data dan memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan hardware kemudian didistribusikan melalui media.

  • Physical Layer

Layer OSI yang terakhir ini bertugas untuk mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik. Tujuan utama penggunaan OSI Layer adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Istilah-Istilah Penting

Istilah-istilah yang harus diperhatikan saat berhubungan dengan protokol adalah sebagai berikut:

1. Syntax

Merupakan format data atau struktur data yang sudah diubah bentuknya menjadi kode. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.

2. Semantics

Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi. Semantics bisa diartikan sebagai setiap section bit.

3. Timing

Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data. Timing juga digunakan untuk mengetahui karakteristik data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim.

Kesimpulan

Pengertian protokol jaringan adalah sistem aturan yang memungkinkan koneksi, komunikasi, dan transfer data antara dua atau lebih komputer.

Protokol dapat diimplementasikan baik dalam perangkat keras maupun perangkat lunak. Fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan pengirim dan penerima sehingga dapat berinteraksi.

Related Articles

Back to top button