Pengertian Marketing Mix 7P Menurut Para Ahli

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang strategi marketing mix atau bauran pemasaran, mulai dari pengertian marketing mix, konsep marketing mix 7P, fungsi, tujuan, manfaat sampai dengan kelebihan dan kekurangan marketing mix yang perlu kamu ketahui.

Saat menjalankan suatu bisnis atau usaha, tentunya kamu perlu tahu cara memasarkan produk kamu. Nah, salah satu caranya adalah dengan memahami apa itu marketing mix.

Secara sederhana, marketing mix adalah kumpulan variabel pemasaran yang digabungkan dan dikendalikan oleh sebuah perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dari target market. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak artikel dibawah ini.

Memahami Pengertian Marketing Mix

Pengertian marketing mix adalah suatu bentuk kumpulan variabel marketing yang dapat digunakan untuk mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang telah ditargetkan.

Marketing mix juga salah satu konsep dalam pemasaran modern pada saat sekarang ini. Dimana konsep marketing mix dibuat agar salah satu kegiatan pemasaran dapat menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengejar maksimum profit.

Memahami Pengertian Marketing Mix

Pengertian Marketing Mix Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian marketing mix menurut beberapa ahli:

1. Marketing Mix Menurut Buchari Alma

Marketing mix adalah suatu bentuk strategi dalam mengkombinasikan berbagai macam kegiatan marketing, agar tercipta sebuah kombinasi maksimal sehingga akan muncul hasil yang paling memuaskan.

2. Marketing Mix Menurut Sofjan Assauri

Marketing mix adalah suatu bentuk kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, yang mana variabel bisa saja di kendalikan oleh bagian pemasaran untuk dapat mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.

3. Marketing Mix Menurut Gugup Kismono

Marketing mix adalah suatu bentuk kombinasi dari berbagai macam variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang terdiri dari strategi produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place).

4. Marketing Mix Menurut Sumarmi dan Soeprihanto

Marketing mix adalah sebagai kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan distribusi.

5. Marketing Mix Menurut Kotler dan Armstrong

Marketing mix adalah sebagai perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam target market.

6. Marketing Mix Menurut Fandy Tjiptono (2004)

Marketing mix adalah seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.

Konsep Marketing Mix

Konsep Marketing Mix 7P

Pada tahun 1960 konsep marketing mix 4P diperkenalkan oleh E. Jerome McCarthy. Ini menandai awal dari konsep pemasaran yang ditransformasikan. Konsep 4P mencakup 4 variabel bauran pemasaran yang meliputi Product, Price, Place, dan Promotion. Empat variabel tersebut sebatas berorientasi pada produk.

Hingga akhirnya, pada tahun 1981, Booms dan Bitner menciptakan konsep marketing mix 7P untuk melengkapi konsep 4P. Dalam konsep 7P terdapat penambahan 3 variabel baru yaitu People, Process dan Physical evidence.

Ketiga hal tersebut melengkapi konsep 4P dengan variabel yang berorientasi pada servis. Berikut ini adalah penjelasan rinci dari masing-masing variabel dalam konsep marketing mix 7p.

1. Product (Produk)

Produk adalah apa saja yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan orang, bisa dalam bentuk jasa, barang, atau produk virtual. Di era digital seperti saat ini, produk bisa berupa barang yang berwujud fisik maupun yang bersifat digital.

Secara teori, produk merupakan segala bentuk yang ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar. Keinginan pasar tersebut bisa berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.

Produk adalah output dari aktivitas manufaktur perusahaan yang akan dijual oleh perusahaan. Produk juga dapat berupa komoditas yang diperoleh perusahaan dan kemudian dijual kembali kepada konsumen.

Produk atau jasa yang dihasilkan haruslah memiliki kualitas dan keunikan yang mampu meningkatkan daya saing di pasaran.

Sederhananya, produk adalah segala bentuk penawaran yang dilakukan kepada klien atau customer, sesuai dengan keinginan atau kebutuhan dari pelanggan itu sendiri. Banyak bisnis yang gagal karena buruknya kualitas riset produk yang dilakukan.

Banyak pebisnis yang terkendala, saat mendesain barang yang hanya mengandalkan pemikiran subjektif, tanpa riset atau investigasi. Membuat produk yang tidak diinginkan konsumen adalah alasan kegagalan utama bagi sebagian besar perusahaan.

Jadi pastikan produk tersebut dibutuhkan dan dicari konsumen berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan. Berikut adalah masalah utama yang perlu dipertimbangkan saat melakukan riset pasar:

    • Apa masalah yang dihadapi konsumen?
    • Solusi (produk) apa yang bisa kamu tawarkan?
    • Bagaimana konsumen akan menggunakan produk kamu?
    • Apa keunikan dari produk yang kamu tawarkan?

Price (Harga)

2. Price (Harga)

Price atau harga adalah sejumlah uang yang konsumen bayarkan untuk memanfaatkan produk. Harga yang terlalu murah dapat mempertaruhkan kelangsungan perusahaan.

Demikian pula, pembeli akan berkecil hati untuk melakukan pembelian jika harga terlalu tinggi. Jadi, temukan tempat yang ideal di mana konsumen tidak keberatan dan perusahaan akan terus berfungsi.

Dalam ilmu ekonomi ada istilah Break Even Price (BEP), yaitu harga termurah yang dapat dikaitkan dengan suatu produk sehingga perusahaan tidak merugi. Untuk mendapatkan nilai break even price, berikut rumus yang bisa digunakan:

(Total Fixed Cost/Production Volume)+Variable Cost Per Unit = Break Even Price

    • Total Fixed Cost : Biaya keseluruhan pembuatan produk (ongkos material, ongkos tenaga, dan ongkos lain-lain, setra alat tulis kantor, marketing, dll)
    • Production Volume : Jumlah keseluruhan produk yang dibuat
    • Variable Cost Per Unit : Biaya pembuatan satu buah produk

Namun Break Even Price belum mendatangkan keuntungan bagi bisnis. BEP adalah titik aman yang tidak merugikan bisnis. Jadi perlu menambahkan sekian rupiah dari break even price untuk mendapatkan keuntungan.

3. Place (Saluran Distribusi)

Saluran distribusi adalah berbagai tindakan atau upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat barang atau jasanya mudah diakses atau tersedia di tangan pelanggannya. Berhasil atau tidaknya suatu kampanye pemasaran akan ditentukan oleh pemilihan saluran distribusi yang tepat.

Tujuan distribusi adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen pada waktu dan lokasi yang tepat, oleh karena itu kemudahan akses dan ketersediaan barang di gerai yang tepat juga harus diperhatikan oleh setiap perusahaan.

Singkatnya, tempat adalah situs fisik di mana perusahaan atau rute distribusi beroperasi untuk mencapai target pasar. Unsur-unsur bauran pemasaran ini meliputi kantor pusat, gudang, pabrik, toko fisik, kantor cabang, hingga toko cabang.

Kantor pusat, pabrik, dan toko fisik tidak harus terletak di satu area. Pilih situs yang optimal dengan mempertimbangkan fungsi dan biaya.

Saat ini, tempat tidak terbatas pada lokasi fisik, karena itu juga penting untuk mempertimbangkan internet sebagai tempat untuk menjual. Tempat menjual barang semakin beragam, mulai dari media sosial, marketplace, hingga website toko online.

Platform internet untuk menjual masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Misalnya, pasar memungkinkan untuk menghubungi lebih banyak konsumen.

Namun, ada berbagai aturan yang harus dipatuhi termasuk bagi hasil. Toko online, di sisi lain, tidak tunduk pada hukum apa pun karena dikelola sendiri.

Ada lebih sedikit kewajiban di pihak pemilik untuk membagi pendapatan, dan ini memberi mereka fleksibilitas yang lebih besar. Namun, kamu harus menangani setiap aspek bisnis sendiri, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran.

Promotion (Promosi)

4. Promotion (Promosi)

Promosi adalah suatu usaha persuasi (bujukan atau dorongan) untuk meyakinkan konsumen dan calon konsumen agar membeli (atau memanfaatkan) barang atau jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.

Promosi merupakan segala upaya untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk. Promosi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam media, dari website, media sosial, surat kabar, radio, televisi, digital ads, media online, video online, hingga podcast.

Sangat penting di era digital saat ini untuk dapat terhubung dengan calon konsumen melalui internet. Tidak peduli bagaimana kamu melakukannya: media sosial, lalu lintas organik, iklan digital, pemasaran konten, atau pemasaran video.

Kemudian menyikapi pola kebiasaan konsumen, pola konsumsi biasanya dipengaruhi oleh sisi intelektual atau emosional mereka sebagai individu.

Emosional ini dapat menandakan hubungan dengan suatu produk, terutama penciptaan rasa bangga melalui saran atau dampak penilaian di lingkungan sekitar.

Orang yang berakal akan melihat hal-hal seperti harga, ketersediaan, dan betapa mudahnya mereka mendapatkan barang atau jasa yang kamu tawarkan kepada mereka.

5. People (SDM)

Faktor sumber daya manusia mempengaruhi tumbuh tidaknya suatu perusahaan, karena berperan penting dalam menghasilkan kemajuan atau bahkan kemunduran suatu perusahaan.

Sehingga, banyak perusahaan berlomba-lomba mencari calon karyawan terbaik, bahkan rela mengeluarkan biaya ekstra untuk mempekerjakan pencari kerja independen yang profesional dalam mengidentifikasi pelamar kerja untuk perusahaan.

Agar tetap kompetitif, bisnis harus menganggap karyawan mereka sebagai aset penting. Karyawan lebih cenderung untuk tetap setia pada perusahaan yang memiliki lingkungan kerja yang ramah dan informal, yang merupakan sesuatu yang bisa dibanggakan.

Hal ini akan membuat perusahaan menjadi kuat (strong teamwork) dan memperoleh citra positif di masyarakat. Budaya kerja yang sehat mungkin juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon karyawan lainnya.

Process (Proses)

6. Process (Proses)

Process adalah prosedur, mekanisme, atau alur yang perlu dilakukan konsumen untuk menggunakan layanan. Singkatnya, process adalah pengalaman konsumen dari awal mengetahui produk sampai melakukan pembelian.

Konsumen mengenal produk karena berbagai bentuk media seperti media sosial, iklan digital, blog, dan lain sebagainya. Item terpenting pada bagian ini adalah konsistensi, apa yang dipasarkan harus konsisten dengan apa yang diterima konsumen.

Inkonsistensi produk akan menurunkan pengalaman pelanggan dan dalam skenario terburuk konsumen tidak ingin menggunakan produk atau layanan lagi. Manusia atau robot dapat menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia di perusahaan manufaktur untuk melakukan eksekusi ini.

Sangat penting untuk memiliki prosedur operasi standar (SOP) yang terdefinisi dengan baik untuk sistem kerja perusahaan kamu, dan itu harus dikomunikasikan dengan jelas kepada semua karyawan sehingga mereka dapat mengikutinya tanpa kebingungan.

7. Packaging (Kemasan)

Coba tinjau kembali secara kritis semua aspek visual dari perusahaan. Orang akan membentuk kesan pertama mereka dalam 30 detik pertama. Perbaikan kecil dalam kemasan atau tampilan eksternal dari produk maupun layanan seringkali dapat menyebabkan reaksi yang sama sekali berbeda dari pelanggan.

Reaksi tersebut bisa jadi penentu. Sehubungan dengan kemasan perusahaan, dan produk atau layanan, pikirkan juga segala hal yang dilihat pelanggan sejak kontak pertama yang mungkin terjadi dengan perusahaan, hingga sepanjang jalan dan proses pembeliannya.

Kemasan mengacu pada cara produk atau layanan muncul dari luar. Kemasan juga mengacu pada orang-orang di perusahaan dan bagaimana mereka berpakaian dan berperilaku saat berinteraksi dengan pihak luar.

Hal ini juga berhubungan pada layout kantor, ruang tunggu, brosur, korespondensi dan setiap elemen visual tentang perusahaan.

Tujuan Marketing Mix

Tujuan Marketing Mix

Berikut ini adalah tujuan dari konsep marketing mix 7p yang perlu kamu ketahui:

1. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

Direct marketing adalah suatu bentuk sistem pemasaran interaktif yang dapat menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi.

2. Periklanan (Advertising)

Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan penting dalam melakukan marketing mix 7p. Tujuan utama dari periklanan ini adalah untuk dapat memberikan informasi tentang produk (barang atau jasa) kepada target konsumen agar mampu meningkatkan penjualan.

3. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Kumpulan berbagai alat intensif yang dirancang untuk mendorong pembelian suatu barang atau jasa.

Fungsi Marketing Mix

Marketing mix 7p memiliki fungsi dalam pemasaran produk, diantaranya:

1. Fungsi Distribusi Fisik

Distribusi fisik suatu produk dapat dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk.

2. Fungsi Pertukaran

Konsumen dapat membeli produk yang berasal dari produsen baik itu dengan menukar uang dengan produk atau melakukan pertukaran produk dengan produk untuk digunakan sendiri ataupun untuk dijual kembali.

3. Fungsi Perantara

Marketing ini merupakan media perantara untuk menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik.

Manfaat Bauran Pemasaran

Manfaat Marketing Mix

Berikut ini manfaat yang akan kamu dapatkan saat menerapkan konsep marketing mix 7p:

1. Mampu Menganalisa Keuangan

Pemilik bisnis harus mengetahui bagaimana arus biaya dan pendapatan sesuai dengan situasi yang terjadi.

2. Alokasi Sumber Daya yang Bijaksana

Sumber daya biasanya bersifat terbatas sehingga harus digunakan seefektif mungkin.

3. Memfasilitasi Proses Komunikasi

Mampu mengalokasikan bentuk tanggung jawab untuk tiap bagian divisi dengan jobdesk masing-masing yang telah ditentukan.

4. Sederhana

Konsep ini dapat menyederhanakan dan menyatukan berbagai macam bentuk kegiatan pemasaran yang menjadi satu, sehingga bagian pemasaran lebih mudah untuk dilakukan dan dikelola.

5. Alokasi Tanggung Jawab

Bisnis membutuhkan tim yang solid dan satu, akan tetapi pemilik bisnis ataupun manajer perlu untuk mengalokasikan tanggung jawab kepada tiap orang sesuai dengan jobdesk dan kemampuan yang dimiliki.

Kelebihan Marketing Mix

Konsep ini memiliki kelebihan yang menjadi daya tariknya, yaitu:

    • Memudahkan dalam pengembangan produk
    • Memudahkan dalam diferensiasi bisnis
    • Memudahkan dalam membuat pemasaran yang kuat

Kekurangan Marketing Mix

Adapun kekurangan dari konsep marketing mix 7p yaitu:

    • Tidak dapat membahas terkait hubungan dengan konsumen dan brand experience
    • Menganggap konsumen sebagai suatu pihak pasif yang tidak dapat memungkinkan untuk melakukan interaksi dengan yang lain
    • Lebih berorientasi pada internal bisnis sehingga tidak mempertimbangkan perilaku konsumen

Kesimpulan

Pengertian marketing mix adalah sekumpulan variabel pemasaran yang digunakan untuk meraih tujuan bisnis. Fungsi marketing mix adalah untuk membantu pengusaha merancang strategi marketing pada bisnisnya.

Pada dasarnya, ada empat variabel yang ada di dalam marketing mix, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Namun, kini variabel tersebut bertambah menjadi tujuh, sehingga disebut marketing mix 7p. Adapun tiga variabel barunya yaitu Physical evidence, People, dan Process.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar strategi marketing mix 7p, mulai dari pengertian marketing mix, konsep 7P, fungsi, tujuan, manfaat sampai dengan kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya.

Hai Saya schoirunn aktif menulis dan berkontribusi dalam berbagai media massa, seperti surat kabar sekolah, website, dan media sosial. Saya juga pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan magang di salah satu media nasional, yang membuat saya semakin memahami bagaimana dunia jurnalistik bekerja. Selain menulis, saya juga senang memotret dan merekam video. Saya percaya bahwa gambar dan video dapat memberikan dampak yang kuat dalam menyampaikan sebuah cerita. Sebagai seorang jurnalis muda, saya berkomitmen untuk selalu memperbaiki keterampilan saya dalam menulis, mencari sumber, dan melakukan wawancara yang berkualitas.

You might also like