Pengertian Neraca Saldo, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas seputar neraca saldo, mulai dari pengertian neraca saldo, jenis-jenisnya, fungsi dan manfaatnya sampai dengan cara membuat neraca saldo.

Akuntan dan anggota lain dari departemen keuangan perusahaan harus mengenal konsep neraca saldo. Setelah jurnal buku besar telah diposting, serangkaian fase dalam siklus akuntansi dimulai dengan penyusunan neraca saldo.

Itu sebabnya laporan keuangan perlu memperhitungkan neraca saldo saat menganalisisnya. Selain itu neraca ini biasanya disebut sebagai trial balance adalah laporan pembukuan yang mencantumkan saldo di setiap akun buku besar akuntansi.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengertian neraca saldo, kamu bisa simak penjelasan dari Teknatekno dibawah ini.

Memahami Pengertian Neraca Saldo

Memahami Pengertian Neraca Saldo

Dalam akuntansi, pengertian neraca saldo adalah pembukuan atau laporan akuntansi yang mencakup saldo di setiap akun buku besar umum organisasi.

Sedangkan menurut kamus finansial dan perbankan terbitan Oxford, yakni A Dictionary of Finance and Banking, menjelaskan pengertian neraca saldo atau trial balance adalah daftar saldo pada semua akun organisasi, dengan saldo debit di satu kolom dan saldo kredit di kolom lain.

Jika aturan entri ganda atau pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) telah diterapkan secara akurat, jumlah setiap kolom harus sama. Jika tidak sama, harus dilakukan pemeriksaan untuk menemukan selisihnya.

Angka-angka dalam neraca saldo setelah beberapa penyesuaian, misalnya untuk pembayaran di muka dan akrual, penyusutan, dan lain-lain, digunakan untuk menyiapkan akun akhir (akun laba-rugi dan neraca keuangan).

Neraca saldo berisi semua akun buku besar umum. Saldo akhir debit dan kredit, serta nomor rekening dan keterangannya, harus dicantumkan di setiap rekening. Untuk pembuatan laporan keuangan, tanggal akhir periode akuntansi juga harus dicatat.

Perbedaan antara neraca saldo dan buku besar adalah bahwa neraca saldo menampilkan jumlah semua akun. Sedangkan buku besar menampilkan setiap transaksi dengan akun yang berbeda.

Bila ada penyesuaian entri, neraca saldo harus memuat entri yang disesuaikan tersebut. Maka neraca saldo harus mencantumkan saldo sebelum penyesuaian, entri penyesuaian, dan angka terakhir setelah entri penyesuaian masuk.

Dari pengertian neraca saldo, bisa kita lihat bahwa neraca saldo memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Neraca saldo bukan merupakan akun atau bagian dari akun. Neraca saldo adalah pernyataan laporan semua saldo akun buku besar.
  • Neraca saldo tidak dicatat dalam pembukuan mana pun, melainkan disiapkan dalam lembaran atau kertas terpisah.
  • Neraca saldo disusun dengan saldo akun pada akhir periode akuntansi tertentu dan disiapkan sebelum penyusunan laporan keuangan pada akhir periode akuntansi.
  • Laporan tersebut berisi semua jenis akun, terlepas dari klasifikasinya, seperti kewajiban aset, beban pendapatan, dan lain-lain.

Memastikan kesamaan angka di kedua sisi neraca saldo adalah tugas akuntan atau karyawan yang bertanggung jawab untuk menangani masalah akuntansi dalam bisnis.

Dalam sistem pembukuan berpasangan, setiap transaksi dicatat dalam jurnal yang mendebit satu akun dan mengkredit akun lain dengan jumlah yang sama dengan deskripsi.

Saat memasukkan entri jurnal ke buku besar, akun debit dan kredit terdaftar di akun yang sama di buku besar. Oleh karena itu, total saldo debet pada akun buku besar harus sama dengan total saldo kredit pada akun buku besar.

Jika ternyata angka-angka neraca tidak sama, berarti telah terjadi kesalahan yang mengakibatkan neraca menjadi tidak seimbang atau tidak sesuai. Perbedaan ini akan mempengaruhi keakuratan penyusunan laporan keuangan pada akhir periode akuntansi.

Jenis Neraca Saldo

Jenis Neraca Saldo

Secara umum, ada tiga jenis neraca saldo, diantaranya:

Neraca Saldo yang Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)

Neraca yang belum disesuaikan adalah daftar saldo yang dibuat setelah semua transaksi diposting ke buku besar. Saldo-saldo akun dibuku besar tersebut selanjutnya dipindahkan ke daftar saldo.

Neraca saldo yang belum disesuaikan disiapkan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam postingan debit atau kredit ke buku besar. Melalui daftar saldo yang belum disesuaikan akan mempermudah dalam menemukan kesalahan pencatatan dan membantu dalam mengaudit laporan keuangan perusahaan.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Neraca setelah penyesuaian adalah daftar saldo yang dibuat setelah proses penyesuaian akun-akun tertentu. Dalam penggunaan akuntansi berbasis akrual, maka ada beberapa akun yang perlu penyesuaian sebelum menyusun contoh laporan keuangan.

Apabila tidak dilakukan penyesuaian maka laporan keuangan yang dihasilkan kurang valid alias kurang mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Pengertian neraca penutup adalah daftar saldo yang digunakan untuk memastikan bahwa buku besar telah memiliki saldo untuk awal periode berikutnya.

Prosedur ini merupakan langkah akhir dalam satu periode akuntansi setelah ayat jurnal penutup dimasukkan. Semua akun beserta saldo dalam daftar saldo penutup harus sama dengan akun dan saldo neraca pada akhir periode.

Fungsi Neraca Saldo

Fungsi penting dari neraca saldo ini adalah sebagai bahan evaluasi karena menyajikan ringkasan daftar dari saldo-saldo akun yang berasal dari buku besar. Lebih jelasnya, berikut ini beberapa fungsi dari neraca saldo:

1. Fungsi Persiapan

Fungsi persiapan bertujuan untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.

2. Fungsi Pencatatan

Fungsi ini merupakan fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi dalam penyajian data pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap data-data pada setiap akun rekening akan dibuat catatannya dengan penyajian yang diperingkas.

3. Fungsi Koreksi

Berfungsi sebagai bahan evaluasi sebelum pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan, yaitu melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi.

4. Fungsi Pengawasan

Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan suatu data pada setiap akun selain berfungsi sebagai informasi juga dapat berfungsi sebagai pengawasan keuangan dalam perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.

Berdasarkan fungsi yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa manfaat atau kegunaan neraca saldo, baik untuk perusahaan jasa ataupun perusahaan barang, yaitu:

  1. Sebagai ringkasan dari akun-akun pada buku besar, bermanfaat untuk memberikan informasi yang valid untuk menyusun laba rugi laporan, ekuitas laporan dan neraca.
  2. Seperti namanya dalam bahasa Inggris, trial balance, bermanfaat untuk menguji keseimbangan jumlah debit dan kredit yang ada dalam buku besar serta membuktikan bahwa akurasi perhitungan dalam sistem pembukuan yang berjalan pada setiap tahunan operasi perusahaan.

Manfaat Trial Balance

Manfaat Trial Balance

Membuat neraca saldo merupakan tahap pertama dalam membuat laporan keuangan. Jika neraca saldo tidak cocok, akuntan harus menunjukkan dengan tepat di mana perbedaannya.

Setelah itu, disparitas harus diatasi dan diperbaiki sebelum laporan keuangan dibuat. Dari cara kerjanya, dapat diketahui bahwa manfaat neraca saldo antara lain:

1. Memastikan akurasi akun buku besar

Sebagai ringkasan dari semua saldo penutup akun buku besar, neraca saldo membantu dalam menentukan akurasi posting jurnal dan buku besar. Neraca saldo dianggap akurat hanya jika total debit sama dengan kredit.

2. Membantu menemukan kesalahan

Dalam proses pembukuan jurnal atau buku besar bisa terjadi kesalahan. Dengan menyusun neraca saldo, akuntan dapat mengidentifikasi kesalahan itu dan memperbaikinya. Kesalahan mungkin terjadi dalam tahap akuntansi berikut ini:

  1. Memasukkan entri transaksi yang sama lebih dari sekali
  2. Entri hilang
  3. Entri lupa dimasukkan
  4. Memasukkan entri ke akun yang salah
  5. Kesalahan dalam menjumlah angka
  6. Kesalahan perpindahan posisi angka

3. Mencegah kekeliruan dalam laporan keuangan

Laporan keuangan adalah dokumen yang sangat penting dalam proses bisnis. Laporan ini bisa menunjukkan efisiensi usaha yang dijalankan. Upaya mencari permodalan juga bergantung pada akurasi laporan keuangan.

Bila ada kekeliruan, laporan itu menjadi tidak kredibel dan sulit digunakan sebagai dasar untuk mengetahui dengan pasti kondisi finansial perusahaan. Otoritas yang berwenang juga bisa menaruh curiga jika mendapati kejanggalan dalam laporan keuangan ini.

Bentuk Neraca Saldo

Dilihat dari formatnya, bentuk neraca saldo sangat sederhana, yaitu hanya terdiri dari empat kolom, diantaranya yaitu:

1. Nomer Akun

Kolom ini akan diisi oleh nomor kode akun secara urut (tidak boleh acak).

2. Nama Akun atau Keterangan

Kolom ini akan diisi oleh Nama-nama akun yang ada dalam buku besar perusahaan tersebut dalam periode tertentu.

3. Debet

Kolom ini akan diisi dengan saldo debit dari setiap akun yang bersumber dari buku besar perusahaan tertentu dalam periode tertentu.

4. Kredit

Kolom ini akan diisi dengan saldo kredit dari setiap akun yang bersumber dari buku perusahaan tertentu dalam periode tertentu.

Cara Membuat Neraca Saldo

Cara Membuat Neraca Saldo

Langkah pertama untuk membuat neraca saldo adalah memastikan transaksi telah didokumentasikan dan dimasukkan ke dalam buku besar.

Dalam langkah ini, sangat penting untuk memahami aturan emas akuntansi, yang merupakan pedoman dasar yang membedakan akun mana yang perlu didebit dan mana yang dikredit. Ini adalah sesuatu yang akuntan harus tahu.

Terdapat tiga macam cara membuat neraca saldo:

  • Total balance: mengambil jumlah total sisi debit dan sisi kredit dari setiap akun di neraca saldo.
  • Net balance: saldo setiap akun buku besar diambil dalam neraca saldo.
  • Gabungan keduanya.

Adapun langkah yang harus ditempuh untuk membuat neraca saldo adalah:

  1. Pastikan semua transaksi sudah tercatat dalam jurnal.
  2. Masukkan catatan ke buku besar.
  3. Pastikan setiap akun buku besar sudah seimbang.
  4. Siapkan lembar kerja neraca saldo dengan tiga kolom utama, yakni untuk nama akun, sisi debit, dan sisi kredit, plus satu kolom untuk nomor akun.
  5. Isi nama akun serta saldo untuk masing-masing kolom debit dan kredit.
  6. Hitung total saldo kolom debit.
  7. Hitung total saldo kolom kredit.
  8. Pastikan jumlah saldo kolom debit sama dengan jumlah saldo kolom kredit.
  9. Jika ada perbedaan jumlah, harus segera cari letak kesalahan dan perbaiki kesalahan itu.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar neraca saldo, mulai dari pengertian, jenis, fungsi dan manfaat sampai dengan cara membuat neraca saldo yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pengertian neraca saldo adalah suatu buku yang menyediakan informasi, mengenai kumpulan saldo yang dimiliki oleh rekening bank-bank terkait tetapi neraca saldo berbeda dengan rekening koran.

Laporan neraca saldo ini tidak memberikan bukti lengkap atas keakuratan buku besar. Neraca saldo hanya menunjukkan kesamaan jumlah sisi debit dan sisi kredit.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button