Pengertian Sistem Informasi Manajemen dan Contohnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang pengertian sistem informasi manajemen. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam dunia bisnis, bahwa sistem informasi manajemen sangat dibutuhkan untuk membantu kegiatan bisnis agar tetap bisa berjalan dengan baik.

Hampir di setiap bidang pasti membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengontrol dan mengurus sebuah informasi dengan baik dan rapi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sistem informasi manajemen beserta contohnya, yuk simak artikel dibawah ini.

Memahami Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan, mengkoordinasi, mengontrol, menganalisis, serta memvisualisasi suatu informasi dalam organisasi.

Sistem informasi manajemen ini terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang berfungsi sebagai landasan untuk berfungsinya suatu perusahaan.

SIM bekerja dengan cara mengumpulkan data-data dari beberapa sistem online untuk dianalisis, kemudian SIM akan melaporkan hasil analisis tersebut membantu manajemen mengambil keputusan, membuat perencanaan, atau memecahkan suatu masalah.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli

Adapun pengertian sistem informasi manajemen menurut para ahli adalah sebaga berikut:

1. Sistem Informasi Manajemen Menurut Bodnar dan Hopwood (1993)

SIM adalah suatu kumpulan hardware (perangkat keras) dan juga software (perangkat lunak) yang dirancang agar dapat mentransformasi data ke dalam bentuk informasi digital yang berguna.

2. Sistem Informasi Manajemen Menurut Mc. Leod (1995)

Sistem informasi suatu manajemen diartikan sebagai sebuah sistem berotak komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pengguna dengan kebutuhan sama. Layanan ini menyedikan informasi mengenai sesuatu yang telah, sedang, dan apa yang kemungkinan terjadi untuk waktu yang akan datang.

Informasi yang tersedia baik yang berupa laporan periodik, laporan khusus maupun dari data output simulasi matematika tersebut nantinya dapat digunakan pengelola perusahaan untuk proses analisis dan pemecahan masalah serta pembuatan kebijakan.

3. Sistem Informasi Manajemen Menurut James A.F. Stoner (1996)

SIM didefinisikan sebagai metode formal yang menyediakan informasi akurat dan realtime kepada manajemen untuk memudahkan analisis dan proses pengambilan keputusan sehingga perusahaan dapat melakukan perencanaan, pengawasan, serta evaluasi dengan lebih efektif.

4. Menurut Turban, Waterbe, dan McLean (1999)

Dalam bukunya yang berjudul Information Technology for Management Making Connection for Strategies Advantages mengartikan bahwa sistem informasi suatu manajemen adalah sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang lebih spesifik.

5. Menurut Danu Wira Pangestu (2007)

SIM dapat diartikan sebagai kumpulan interaksi sistem informasi yang bertanggung jawab dan bertugas mengumpulkan serta mengelola data untuk menyediakan layanan informasi yang berguna bagi semua tingkatan manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengendalian. Dari pengertian-pengertian tersebut.

Secara umum dapat diartikan bahwa sistem informasi suatu manajemen adalah suatu sistem informasi menyeluruh dan terkoordinasi secara terpadu yang berupa data digital.

Sebagai sebuah informasi melalui rangkaian cara tertentu sebagai sarana kontrol dan pengawasan untuk meningkatkan produktivitas yang sesuai target berdasarkan kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi sistem informasi suatu manajemen adalah untuk:

  1. Memudahkan bagian manajemen melakukan perencanaan, pengawasan, serta pengarahan kerja bagi semua departemen yang dikoordinirnya.
  2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengolahan data, karena data yang ada sistem informasi suatu manajemen merupakan data telah tersaji secara akurat dan real time (tepat waktu).
  3. Miminimalisir biaya dan meningkatkan produktifitas suatu perusahaan atau organisasi.
  4. Sarana peningkatan SDM, kerena dalam pelaksanaannya diperlukan unit kerja yang sistematis serta terkoordinir berbasis teknologi.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Informasi manajemen memiliki peran penting dalam pelaksanaan suatu organisasi. Tujuan sistem informasi manajemen diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan layanan informasi dalam perhitungan produk, harga pokok jasa, maupun tujuan lain yang menjadi target manajemen.
  2. Menyediakan layanan yang dapat dipergunakan menjadi media pengendali, perencana, evaluasi serta sebagai sarana perbaikan berkelanjutan.
  3. Menyediakan informasi pendukung yang dapat digunakan untuk analisis dan pengambilan keputusan suatu perusahaan.
  4. Secara garis besar sistem informasi suatu manajemen bertujuan untuk memudahkan pekerjaan dan pengelolaan manajemen dalam suatu perusahaan.
  5. Dari Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dana pengguna lainnya, perlu mempunyai akses menuju informasi akuntansi manajemen dan juga mengetahui bagaimana cara untuk bisa menggunakannya.
  6. Informasi akuntansi manajemen tersebut dapat membantu mereka dalam mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan suatu masalah dan mengevaluasi kinerja yang sudah dilakukan.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari sistem informasi manajemen diantaranya:

  1. Dapat mengantisipasi dan memahami peluang ekonomis sistem informasi yang menerapkan teknologi informasi baru.
  2. Dapat membantu menjamin kualitas dan ketrampilan sumber daya manusia dalam memanfaatkan sistem informasi suatu manajemen.
  3. Dapat memudahkan akses data yang telah disediakan secara akurat dan real time (tepat waktu) bagi para user tanpa perlu melalui perantara sistem informasi secara langsung.
  4. Dapat mengembangkan perencanaan yang lebih maksimal dan efektif.
  5. Dapat membantu menganalisis pelaksanaan kebijakan program dan mengidentifikasi keperluan pendukung sistem informasi.
  6. Dapat memperbaiki produktifitas dan pengembangan dalam manajemen sistem, serta pengolahan transaksi untuk meminimalisir biaya dan memaksimalkan pendapatan.

Jenis Laporan yang Dihasilkan Sistem Informasi

Pada intinya, sistem informasi manajemen adalah untuk menyimpan data dan membuat laporan yang dapat digunakan para profesional bisnis untuk menganalisis dan membuat keputusan. Ada tiga jenis laporan dasar pada sistem ini:

1. Dijadwalkan

Untuk memperoleh dan menyusun data, laporan ini menggunakan aturan yang diberikan oleh pemohon secara teratur. Perusahaan dapat melacak data dari waktu ke waktu melalui laporan terjadwal.

Contoh:

  • Sebuah maskapai penerbangan dapat melihat persentase bagasi yang hilang berdasarkan bulan.
  • Distributor dapat membandingkan angka penjualan dari toko yang berbeda.

2. Ad-hoc

Ini adalah laporan satu kali yang dibuat pengguna untuk menjawab pertanyaan. Jika laporan berguna, kamu dapat mengubah laporan ad-hoc menjadi laporan terjadwal.

3. Real-time

Jenis laporan ini memungkinkan seseorang untuk memonitor perubahan saat terjadi. Misalnya, kepala costumer service dapat melihat lonjakan volume panggilan yang tidak terduga dan menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas atau mengecek beberapa panggilan di tempat lain.

Contoh Penerapan Sistem Informasi Manajemen

Contoh Penerapan Sistem Informasi Manajemen

Beberapa contoh kongkrit penerapan sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:

1. Enterprise Resource Planning (ERP)

Sistem ERP ini sering digunakan oleh banyak organisasi besar dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan terintegrasi terhadap unit kerja Keuangan, Akuntansi, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Operasional, dan Pengelolaan Persediaan.

2. Supply Chain Management (SCM)

Sistem SCM ini cukup bermanfaat untuk pengelolaan pasokan bahan baku, dimana data yang diberikan terintegrasi tentang pengelolaan pemasok, produsen, pengecer, dan pelanggan akhir.

3. Transaction Processing System (TPS)

TPS ini berguna untuk proses data dalam jumlah yang besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program ini biasa diaplikasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya adalah aplikasi yang dimanfaatkan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

4. Office Automation System (OAS)

Sistem aplikasi ini bermanfaat untuk memudahkan komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan menggabungkan server komputer untuk setiap pengguna dalam organisasi. Contohnya adalah email.

5. Knowledge Work System (KWS)

Sistem informasi KWS ini mengintegrasikan satu pengetahuan baru ke dalam organisasi. Dengan ini, diharapkan para tenaga ahli dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka.

6. Informatic Management System (IMS)

IMS berfungsi untuk mendukung spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat digunakan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. Sistem ini juga dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.

7. Decision Support System (DSS)

Sistem ini membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contohnya, Link Elektronik di sekolah Tunas Bangsa, yang mengamati jumlah pendapatan atau pendaftaran siswa baru setiap tahun.

8. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (A.I.)

Sistem ini hanya menggunakan kecerdasan buatan untuk menilai solusi masalah menggunakan informasi ahli yang telah dikodekan ke dalamnya. Contohnya, sistem jadwal mekanik.

9. GDSS dan CSCWS

Serupa dengan DSS, tetapi Group Decision Support System (GDSS) mencari solusi lewat pengumpulan pengetahuan dalam satu kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk kuesioner, konsultasi, dan skenario. Contohnya adalah e-government.

10. Executive Support System (ESS)

Sistem ini memudahkan manajer untuk berkomunikasi dengan lingkungan bisnis dengan menggunakan grafik dan sarana komunikasi lainnya.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai sistem informasi manajemen, mulai dari pengertian sistem informasi manajemen, fungsi, tujuan, manfaat beserta contoh sistem informasi manajemen yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa sistem informasi manajemen adalah suatu sistem perencanaan di dalam perusahaan yang melibatkan pengendalian internal seperti pemanfaatan sumber daya, dokumen, teknologi, dan akuntansi manajemen sebagai salah satu strategi dalam bisnis.

Pada intinya, sistem informasi manajemen dalam bisnis atau perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan hingga menganalisa informasi dan kemudian disebarkan untuk tujuan yang spesifik.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button