Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Teknatekno.com – Sebagian dari Teknozen mungkin sudah pernah mendengar istilah elastisitas permintaan. Namun, tahukah kamu apa saja faktor yang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan?

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas permintaan atau price elasticity of demand (PED) adalah ukuran perubahan jumlah barang yang diminta (jumlah barang yang dibeli oleh pembeli) sebagai respons terhadap perubahan harga barang.

Buat Teknozen yang masih bingung tentang elastisitas permintaan, kamu bisa simak penjelasan dari Teknatekno dibawah ini seputar faktor apa saja yang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan, yang mungkin belum banyak diketahui sebagian orang.

Apa itu Elastisitas Permintaan

Apa itu Elastisitas Permintaan?

Saat membeli barang, salah satu variabel terpenting yang harus dipertimbangkan adalah harga. Namun, ini tidak selalu mempengaruhi permintaan untuk semua barang dan jasa utama. Namun, ketika harga memiliki dampak yang signifikan terhadap permintaan, barang atau jasa tersebut dikatakan memiliki elastisitas permintaan.

Elastisitas dalam ilmu ekonomi mengacu pada tingkat kepekaan terhadap perubahan permintaan dan penawaran yang disebabkan oleh variabel lain.

Sensitivitas diukur dengan membandingkan persentase perubahan jumlah barang yang dibeli atau dijual dengan persentase perubahan kriteria lain seperti harga barang, harga barang lain, dan tingkat pendapatan.

Jadi, elastisitas permintaan atau price elasticity of demand adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang dibeli terhadap perubahan harga barang tersebut.

Konsumen seringkali sensitif terhadap perubahan harga. Perubahan harga (kenaikan harga atau penurunan harga) akan mempengaruhi pilihan pembelian pelanggan. Berarti, elastisitas permintaan adalah ukuran kepekaan pelanggan.

Elastisitas permintaan suatu barang dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang dibeli dengan persentase perubahan harga barang tersebut. Koefisien elastisitas permintaan (ED) merupakan hasil dari perbandingan ini. Akibatnya, ED adalah ukuran elastisitas permintaan terhadap suatu barang atau jasa.

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Jenis-Jenis Permintaan Elastis

Ada lima jenis elastisitas permintaan berdasarkan besarnya koefisien elastisitas permintaan (ED), yaitu sebagai berikut:

1. Permintaan Inelastis Sempurna (ED = 0)

Permintaan inelastis sempurna terjadi ika tidak ada perubahan jumlah yang dibeli meskipun ada perubahan harga. Setiap perubahan harga, tidak peduli seberapa besar, tidak memiliki pengaruh terhadap permintaan.

Kasus permintaan inelastis sempurna terjadi ketika pelanggan tidak peduli dengan harga barang karena mereka harus memenuhi kebutuhan mereka. Misalnya, terlepas dari kenaikannya, orang akan terus membeli bensin untuk mengoperasikan mobil mereka.

2. Permintaan inelastis (ED < 1)

Permintaan inelastis terjadi ketika perubahan harga memiliki sedikit pengaruh terhadap perubahan jumlah yang dibeli. Perubahan persentase dalam jumlah yang diminta lebih kecil dari perubahan persentase dalam harga. Misalnya, jika harga naik 10%, maka permintaan turun kurang dari 10%.

Kasus permintaan inelastis terjadi ketika pelanggan masih lebih mementingkan kepuasan keinginan mereka dan tidak peduli dengan harga barang. Beras, gula, pupuk, dan telur adalah contoh barang pokok dengan permintaan inelastis.

3. Permintaan Elastis Uniter (ED = 1)

Permintaan elastis uniter terjadi ketika dampak perubahan harga sama dengan perubahan jumlah yang dibeli. Perubahan harga sebanding dengan persentase perubahan jumlah yang dibeli. Misalnya, penurunan harga sebesar 10% akan mengakibatkan kenaikan permintaan sebesar 10%.

Kasus permintaan elastis uniter terjadi ketika pelanggan sangat rasional, mereka mempertimbangkan konsumsi mereka tergantung pada keadaan harga. Permintaan elastis uniter ering digunakan untuk barang kebutuhan sekunder. Namun, permintaan seperti itu jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Permintaan Elastis (ED > 1)

Permintaan elastis terjadi ketika perubahan harga berdampak besar pada perubahan jumlah barang yang dibeli. Persentase perubahan kuantitas yang diminta melebihi persentase perubahan harga. Misalnya, jika harga turun 10%, permintaan akan tumbuh lebih dari 10%.

Kasus permintaan elastis terjadi ketika konsumen cenderung sensitif terhadap perubahan harga yang kecil sekalipun. Misalnya, pembelian barang-barang mewah seperti kendaraan limited edition, peralatan listrik canggih, dan perhiasan.

5. Permintaan Elastis Sempurna (ED = ~)

Permintaan elastis sempurna terjadi ketika jumlah barang yang dibeli berfluktuasi meskipun tidak ada perubahan harga.

Kasus permintaan elastis sempurna terjadi ketika permintaan untuk suatu barang berfluktuasi dan tidak dipengaruhi oleh harganya. Contoh ini dapat ditemukan dalam hal-hal yang dibutuhkan oleh seluruh dunia, seperti minyak bumi.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi elastisitas permintaan, antara lain:

1. Sifat Komoditas

Elastisitas harga permintaan bervariasi tergantung pada komoditas. Elastisitas harga dari permintaan barang-barang vital seperti garam, gula, kotak korek api, dan sebagainya biasanya kurang dari satu.

Ini karena perubahan harga komoditas tidak berpengaruh pada permintaan karena pelanggan akan membeli komoditas terlepas dari perubahan harga.

Sebaliknya elastisitas harga terhadap permintaan barang mewah seperti emas, perhiasan, pendingin ruangan dan sebagainya, lebih besar dari pada satu kesatuan. Artinya, sedikit perubahan dalam harga komoditas tertentu memiliki perubahan signifikan pada permintaannya.

Sementara itu, elastisitas harga dari permintaan barang tersier seperti lemari es, kipas angin, dan sebagainya adasatuan yang menunjukkan perubahan permintaan secara proporsional sebagai akibat dari perubahan harga.

2. Ketersediaan Barang Pengganti (Substitusi)

Permintaan elastis ada untuk komoditas yang memiliki pengganti pasar yang dapat diakses dengan harga terjangkau.

Barang substitusi adalah barang yang dapat dimanfaatkan di tempat lain, seperti teh dan kopi, Oreo dan Biskuit, dan sebagainya. Penurunan kecil dalam harga satu produk pengganti meningkatkan permintaan untuk barang tersebut.

Akibatnya, permintaan barang pengganti menjadi lebih elastis. Jika harga teh turun, misalnya, orang akan mulai membeli lebih banyak teh dan mengurangi kopi. Barang tanpa penggantian, di sisi lain, memiliki permintaan yang tidak elastis.

3. Barang dengan Penggunaan Berbeda

Permintaan elastis ada untuk barang yang dapat digunakan untuk beberapa tujuan. Ketika harga suatu produk naik, permintaan untuk komoditas itu turun.

Misalnya, susu digunakan untuk minum dan membuat teh, keju, yoghurt, dan lassi. Jika harga susu naik, maka hanya akan digunakan untuk minum saja, sehingga menyebabkan permintaan untuk keperluan lain yang kurang penting turun drastis.

4. Pendapatan Konsumen

Elastisitas harga permintaan berubah dengan pendapatan konsumen. Kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah memiliki permintaan yang tidak elastis, tetapi kelompok berpenghasilan menengah memiliki permintaan yang elastis.

Hal ini karena setiap perubahan harga mempengaruhi permintaan kelas menengah untuk menyempitkan atau memperluas. Di sisi lain, pengaruh permintaan dari masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah dapat diabaikan.

5. Kebiasaan Konsumen

Barang-barang seperti rokok, alkohol, kopi, dan sebagainya yang menjadi kebiasaan konsumen, memiliki permintaan yang tidak elastis. Setiap perubahan harga komoditas ini tidak memiliki perubahan pada permintaan.

Faktor yang Mempengaruhi Elasticity of Demand

6. Tingkat Harga

Permintaan inelastis terjadi untuk komoditas dengan harga tinggi, seperti perhiasan, AC, dan emas, serta komoditas dengan harga rendah, seperti koran. Perubahan harga komoditas membuat perubahan kecil dalam permintaan.

Barang-barang dengan harga sedang, di sisi lain, seperti pakaian, televisi, dan sebagainya, memiliki permintaan yang elastis. Sedikit perubahan harga barang-barang ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan mereka.

7. Jangka Waktu

Permintaan untuk setiap komoditas pun tidak elastis selama periode waktu yang singkat tetapi elastis selama periode waktu yang panjang.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa selera, preferensi, dan perilaku pelanggan berubah sepanjang waktu. Dengan kata lain, kenaikan harga komoditas menyebabkan kontraksi permintaan, tetapi penurunan harga menyebabkan perpanjangan permintaan dalam jangka panjang.

8. Permintaan Bersama

Barang-barang pelengkap seperti mobil dan bensin, tinta dan pulpen, kamera dan film dll memiliki permintaan yang tidak elastis. Kenaikan harga bensin mungkin tidak menyusut jika tidak ada penurunan permintaan mobil.

9. Permintaan Peak dan Off-Peak

Permintaan barang tidak elastis selama periode sibuk atau puncak, tetapi elastis selama waktu tidak sibuk. Kecenderungan ini terlihat jelas pada transportasi dan akomodasi hotel.

10. Proporsi Pendapatan yang Dibelanjakan Pada Suatu Komoditas

Komoditas seperti pasta gigi, semir sepatu, dan sebagainya, yang menghabiskan sebagian kecil pendapatannya memiliki permintaan yang tidak elastis.

Setiap perubahan harga barang-barang ini tidak berpengaruh pada permintaannya, sedangkan barang-barang yang menggunakan sebagian besar uang, seperti pakaian, makanan, dan sebagainya, memiliki permintaan elastis. Perubahan harga untuk barang-barang ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan mereka.

11. Penundaan Penggunaan

Komoditas dengan permintaan elastis adalah mereka yang permintaannya dapat ditunda. Misalnya, jika permintaan bahan bangunan seperti batu bata, semen kapur, pasir, dan sebagainya tertunda, permintaan akan barang-barang tersebut akan menjadi elastis.

Permintaan inelastis ada untuk barang-barang yang permintaannya tidak dapat ditunda, seperti makanan saat lapar atau air saat haus.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar faktor apa saja yang bisa mempengaruhi elastisitas permintaan yang mungkin kebanyakan dari Teknozen belum mengetahuinya.

Jadi, bisa kita simpulkan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi elastisitas permintaan berupa elastisitas harga permintaan bervariasi tergantung pada komoditas, dan juga perubahan harga yang menggunakan sebagian besar uang bisa mempengaruhi elastisitas permintaan.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button