Pengertian Krisis Ekonomi, Penyebab dan Cara Menyikapinya

Teknatekno.com – Tahukah kamu bahwa krisis ekonomi merupakan hal yang paling dikhawatirkan seluruh negara di dunia? Apa sih pengertian dari krisis ekonomi itu? Hal-hal apa saja yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi?

Untuk menjawab rasa penasaran kamu mengenai krisis ekonomi, Teknatekno sudah menyiapkan artikel tentang pengertian krisis ekonomi beserta penyebab terjadinya krisis ekonomi, dampak yang ditimbulkan, sampai dengan cara menyikapi krisis ekonomi jika hal itu terjadi pada kita. Simak artikelnya dibawah ini.

Memahami Pengertian Krisis Ekonomi

Memahami Pengertian Krisis Ekonomi

Jadi, apa pengertian krisis ekonomi? Krisis ekonomi adalah suatu kondisi di mana situasi ekonomi suatu negara telah memburuk secara dramatis. Penyebabnya adalah basis ekonomi yang tidak stabil, yang ditunjukkan dengan inflasi yang tinggi dan perkembangan ekonomi yang lambat.

Beban utang luar negeri yang besar, keterjangkauan yang melampaui kemampuan membayar suatu negara, efisiensi investasi yang buruk, dan defisit neraca pembayaran yang signifikan dan tidak terkendali adalah variabel lain yang bisa menyebabkan krisis ekonomi.

Pengaruh krisis ekonomi terhadap sistem perekonomian negara menimbulkan kontraksi pada instrumen ekonomi negara, seperti jatuhnya nilai atau harga aset.

Gejala krisis ekonomi biasanya berupa penurunan kapasitas belanja pemerintah, tingkat pengangguran yang melebihi 50% dari total angkatan kerja, penurunan konsumsi atau daya beli yang rendah,

Kenaikan harga bahan pokok yang tidak terbendung, dan penurunan pertumbuhan ekonomi yang tajam, serta penurunan tajam nilai tukar rupiah dan tak terkendali.

Teori Economic Crisis

Ada beberapa teori krisis ekonomi, yaitu:

1. Teori Siklus Bisnis

Siklus bisa terjadi dalam jangka pendek, menengah, atau panjang, tergantung pada sistem ekonomi negara dan penyebab di balik siklus tersebut.

Kapitalis berharap bahwa resesi ekonomi akan datang setiap 25 tahun, sedangkan sosialis percaya bahwa krisis akan terjadi setiap 45 tahun. Mengingat keterlibatan kunci pemerintah dalam perekonomian, khususnya dalam regulasi harga, durasi krisis akan semakin lama.

2. Teori Inflasi

Sederhananya, inflasi adalah kenaikan harga secara umum dan terus-menerus. Inflasi tidak bisa didefinisikan sampai kenaikan harga satu atau dua komoditas diperluas ke komoditas lain (atau menyebabkan kenaikan harga).

Penyebab Terjadinya Krisis Ekonomi

Setelah kita memahami pengertian krisis ekonomi, kita juga harus memahami penyebab terjadinya krisis ekonomi. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi suatu negara:

1. Utang Negara Yang Berlebihan

Salah satu penyebab terjadinya krisis ekonomi adalah beban utang publik yang meningkat hingga negara tidak mampu lagi membayarnya.

Hal ini akan sama seperti suatu perusahaan. Jika perusahaan sudah memiliki banyak hutang dan tidak mampu membayarnya, kita bisa memastikan bahwa perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan.

2. Tingginya Laju inflasi

Inflasi adalah suatu kondisi di mana harga produk dan jasa terus meningkat dari waktu ke waktu. Secara umum, tergantung pada tingkat persentase inflasi, inflasi ini tidak selalu dilihat secara negatif.

Namun, jika inflasi berlanjut untuk jangka waktu yang lama dan dengan kecepatan tinggi, nilai mata uang suatu negara akan turun, menyebabkan perekonomian memburuk.

3. Macetnya Perkembangan Ekonomi

Penyebab lain terjadinya krisis ekonomi adalah stagnan atau tidak ada pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Laju kemajuan yang melambat telah mendorong negara itu ke dalam cengkeraman krisis ekonomi.

Pandemi virus corona merupakan salah satu gambaran dasar dari lambatnya kemajuan ekonomi suatu negara. Wabah ini bahkan telah menyebabkan resesi di beberapa negara.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, perkembangan ekonomi di Indonesia memiliki hasil yang buruk dan resesi pada kuartal kedua, ketiga, dan keempat tahun 2020. Meskipun demikian, pemerintah terus melakukan reformasi ekonomi dalam upaya untuk keluar dari resesi.

Dampak Krisis Ekonomi

Dampak Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi negara dan semua pihak yang terlibat. Ketika suatu negara mengalami krisis ekonomi, hampir bisa dipastikan akan banyak pelaku usaha yang akan memberhentikan pekerjanya.

Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak memiliki cukup keuangan untuk membayar upah pekerja. Berdasarkan keadaan tersebut, tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat. Setelah itu, tingkat kemiskinan akan meningkat karena semakin banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

Selanjutnya, pemerintah akan berjuang untuk memenuhi tuntutan pengeluaran negaranya. Selain itu, beberapa individu merasa sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka karena biaya kebutuhan pokok telah meningkat secara dramatis.

Berdasarkan konsekuensi tersebut, krisis ekonomi akan selalu menjadi pengalaman yang menakutkan bagi suatu negara. Jika demikian, situasinya pasti akan menjadi jauh lebih kacau. Pada kenyataannya, penjarahan dan perampokan bisa terjadi di mana-mana.

Perbedaan Krisis dan Resesi Ekonomi

Menurut Piter Abdullah, seorang ekonom dan Direktur Core Indonesia Research, resesi didefinisikan sebagai perkembangan ekonomi yang berlangsung secara negatif selama dua kuartal atau kuartal berturut-turut. Resesi adalah bagian reguler dari siklus ekonomi. Apalagi di tengah wabah saat ini.

Piter mengatakan bahwa krisis ekonomi lebih berbahaya daripada resesi. Karena bukan lagi siklus bisnis, tapi kondisinya semakin memburuk.

Jadi, sederhananya, resesi adalah perlambatan kecepatan ekonomi sementara tetap sehat. Sementara itu, krisis telah memburuk secara dramatis dan dianggap tidak sehat lagi.

Krisis Ekonomi di Indonesia

Seperti yang kita ketahui, Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998. Saat itu perekonomian sedang terpuruk, terkontraksi 17,9 persen pada triwulan III. Kondisi ini sangat besar pengaruhnya.

Ratusan bisnis, mulai dari bisnis kecil hingga multinasional, bangkrut selama krisis keuangan 1998. Lebih dari 70% perusahaan yang terdaftar di bursa saham menyatakan bangkrut.

Tingkat pengangguran kemudian naik ke tingkat yang tidak terlihat sejak akhir 1960-an, dengan sebanyak 20 juta orang, atau lebih dari 20% dari total, kehilangan pekerjaan. Akibatnya, angka kemiskinan di Indonesia meningkat drastis. Pada tahun 1998, angka kemiskinan di Indonesia diperkirakan lebih dari 50% dari seluruh penduduk.

Berdasarkan konsekuensi tersebut, pemerintah saat ini berupaya untuk menghindari krisis serupa yang terjadi pada tahun 1998.

Cara Mengatasi Terjadinya Krisis Ekonomi

Cara Mengatasi Terjadinya Krisis Ekonomi

Sebagian masyarakat mungkin ada yang bertanya, bagaimana cara kita mengatasi krisis ekonomi? Untuk mengatasi krisis ekonomi, kita bisa melakukan upaya berikut ini, diantaranya:

1. Mempersiapkan Keuangan

Ketika dihadapkan pada krisis ekonomi, keuangan menjadi sangat penting. Kamu harus bisa merencanakan uang kamu agar bisa terus bekerja keras meskipun situasi ekonomi lebih tidak stabil.

Bukan hanya bagi kamu yang bergantung pada upah dari pekerjaan kamu, tetapi juga bagi kamu para pengusaha. Krisis ekonomi ini akan mempengaruhi sebagian besar sektor industri di semua ukuran perusahaan.

2. Mengurangi Utang

Kamu harus menyadari sejak awal bahwa selama krisis ekonomi, setiap orang berada dalam bahaya kehilangan pekerjaan mereka serta berbagai aset seperti rumah dan mobil karena utang. Untuk mengatasi krisis ekonomi, usahakan untuk mengurangi dan melunasi hutang yang tersisa sesegera mungkin.

Pertama, melunasi kewajiban dengan tingkat bunga tertinggi. Ini akan menurunkan jumlah bunga yang harus kamu bayar dalam jangka panjang. Jika kamu berhasil melunasinya, kamu tidak perlu khawatir bagaimana cara melunasi utang jika kamu kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi.

3. Mencari Penghasilan Tambahan

Diberhentikan atau menjadi korban PHK adalah pengalaman yang sangat mengerikan di saat krisis ekonomi. Jadi, bagaimana kamu membayar tagihan kamu dan memenuhi kebutuhan dasar kamu jika sumber pendapatan kamu telah diambil?

Caranya adalah untuk memperkuat bakat kamu sehingga kamu bisa menjadi inovatif dan mendapatkan uang tambahan. Kamu bisa memulainya dengan menjalankan bisnis rumahan seperti warung makan, jajan, jasa cuci, jual beli pulsa, dan lain sebagainya.

4. Diversifikasi Aset yang Dimiliki

Aset akan menjadi komponen penting dalam menghadapi krisis ekonomi. Rekening tabungan, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito, seringkali akan sulit diakses dan dicairkan dalam waktu singkat ketika sektor perbankan mengalami kegagalan akibat kredit yang buruk.

5. Memperkuat Hubungan dengan Keluarga dan Masyarakat Sekitar

Disadari atau tidak, keadaan krisis ekonomi yang bergejolak bisa dengan cepat mengubah kehidupan seseorang dari sangat makmur menjadi sangat melarat.

Hilangnya sejumlah besar materi berupa barang-barang berharga tentu akan mengagetkan jiwa orang yang menjumpainya. Akibatnya, dukungan emosional dari keluarga dan masyarakat setempat akan sangat penting.

6. Menjaga Kesehatan

Menjaga kesehatan fisik dan psikologis sama pentingnya selama krisis. Kondisi fisik yang kokoh akan menginspirasi jiwa yang kuat, memungkinkan kamu untuk meredakan ketegangan akibat situasi ekonomi yang tidak menentu.

7. Menjaga Keamanan Rumah dan Keluarga

Situasi krisis ekonomi bisa memicu kerusuhan, kriminalitas, dan pertumpahan darah. Orang-orang yang memiliki daya beli yang lebih rendah dan biaya hidup yang lebih tinggi lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko seperti pencurian, pencopetan, dan penjarahan.

Kondisi ini tentunya akan mengganggu kondisi stabilitas keamanan yang cukup meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keamanan rumah dan keluarga kamu.

8. Menyimpan Stok Makanan

Krisis ekonomi seringkali disebabkan oleh kekurangan barang-barang kebutuhan pokok. Bahkan jika ada, biayanya akan terlalu tinggi. Kamu bisa menyiasatinya dengan menimbun makanan sebelum badai krisis ekonomi melanda.

Namun, kamu tidak perlu menimbun makanan dalam jumlah berlebihan. Saat disimpan pada suhu kamar, stok makanan tidak mudah rusak. Makanan tersebut bisa berupa makanan kaleng, mie, susu, makanan kering, makanan beku, dan sebagainya.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar krisis ekonomi, mulai dari pengertian krisis ekonomi, teorinya, penyebab dan dampak terjadinya krisis ekonomi, serta cara menyikapi atau mengatasi krisis ekonomi di suatu negara.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian krisis ekonomi adalah suatu kondisi di mana situasi ekonomi suatu negara telah memburuk secara dramatis. Penyebabnya adalah basis ekonomi yang tidak stabil, yang ditunjukkan dengan inflasi yang tinggi dan perkembangan ekonomi yang lambat.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button