Pengertian Reksadana Saham, Keuntungan dan Kerugiannya

Teknatekno.com – Teknozen pernah mendengar istilah “reksadana saham” yang digunakan dalam diskusi investasi? Pengertian reksadana saham secara umum merupakan salah satu alternatif investasi yang jika dibandingkan dengan sarana investasi lainnya,

Menjanjikan imbal hasil terbaik dan telah menjadi instrumen investasi pilihan banyak orang. Tidak hanya bagi mereka yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan investasi, tetapi juga bagi mereka yang baru memulai, reksadana saham merupakan investasi yang populer karena menawarkan imbal hasil yang tinggi.

Karena membuat tujuan keuangan yang salah bisa menjadi malapetaka. Banyak orang yang tidak memahami bagaimana cara berinvestasi di reksa dana saham dengan benar, sehingga membuat keputusan yang salah.

Misalnya,panik dan menjual unit terlalu cepat mengakibatkan kerugian investasi, yang berakhir dengan kerugian investasi. Hal tersebut dapat dihindari apabila memiliki pemahaman yang baik. Karena itu, sebaiknya Teknozen pahami dulu seluk beluk investasi reksadana saham sebelum terjun ke dalamnya.

Memahami Pengertian Reksadana Saham

Memahami Pengertian Reksadana Saham

Pengertian reksadana saham adalah menurut situs resmi bursa efek indonesia (BEI), saham merupakan sarana investasi yang populer di kalangan investor karena dinilai memberikan imbalan yang menguntungkan.

Saham juga dapat dilihat sebagai representasi dari keterlibatan modal seseorang atau pihak badan usaha dalam suatu korporasi atau perseroan terbatas.

Akibatnya, seseorang atau badan memiliki tuntutan atas pendapatan dan kekayaan perusahaan, serta berhak menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS).

Apa sebenarnya reksadana dan saham? Menurut Undang-Undang Pasar Tunai No. 8 Tahun 1995, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun uang dari masyarakat dengan modal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Sebagai investor, kamu hanya perlu mengatur uang dalam portofolio efek untuk ditangani oleh manajer investasi. Portofolio surat berharga, misalnya, berisi instrumen pasar uang, obligasi, dan saham.

Nah, berdasarkan portofolio investasinya, reksa dana dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksa dana campuran.

Bagi kamu yang tidak asing dengan istilah “reksadana saham”, reksadana ini menginvestasikan setidaknya 80% asetnya pada efek ekuitas.

Reksa dana memiliki risiko yang lebih besar dari dua jenis sebelumnya karena mereka berinvestasi di saham. tetapi memberikan tingkat pengembalian yang tinggi

Keuntungan Reksadana Saham

Keuntungan Reksadana Saham

Berinvestasi di reksadana saham memberikanmu sejumlah keuntungan. Berikut adalah keuntungan reksadana saham:

1. Imbal Hasil Lebih Besar

Harga saham cenderung berfluktuasi. Artinya, mungkin bergerak naik dan turun dalam waktu yang sangat singkat. Inilah yang membedakannya dengan reksadana bentuk lain, seperti reksa dana pasar uang.

Namun, jika dibandingkan dengan bentuk reksa dana lainnya, reksa dana saham memiliki tingkat pengembalian atau imbal hasil yang lebih besar.

2. Memerlukan Modal Relatif Kecil

Uang tunai yang dibutuhkan untuk berinvestasi dalam reksa dana saham juga sederhana. Ini karena, tidak seperti pembelian saham, kamu tidak perlu membeli satu lot atau seratus lembar saham. Ada beberapa program reksa dana yang memungkinkan kamu berinvestasi mulai dari Rp. 10.000.

3. Tidak Kena Pajak

Keuntungan lain dari berinvestasi di reksadana saham adalah kamu akan bebas pajak. Tidak sama dengan investasi saham. Setiap kali kamu menjual sesuatu, kamu harus membayar pajak 0,1 persen. Selanjutnya, setiap dividen atau pembagian laba perusahaan akan dikenakan pajak sebesar 10%.

4. Tidak Perlu Melakukan Analisis Sendiri

Manajer investasi reksadana saham akan mengelola dana tersebut dengan cara membeli dan menjual saham. Tentu saja, seorang manajer investasi akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian sebelum mengambil keputusan.

Di sinilah keuntungan reksa dana saham ikut bermain. Kamu tidak perlu memeriksa rekening keuangan perusahaan sebelum membeli sahamnya. Kamu juga tidak perlu melacak perubahan harga saham. Kamu tinggal menyetor dana dan menyerahkan pengelolaan investasi kepada ahlinya.

Kerugian Reksadana Saham

Meski memberikan keuntungan, tetapi reksadana juga memiliki beberapa kerugian. Berikut ini adalah beberapa kekurangan reksadana saham yang perlu kamu ketahui:

1. Tidak Bisa Memilih Saham

Kekurangan pertama reksa dana saham adalah kamu tidak bisa memilih-milih saham mana yang akan diinvestasikan. Manajer investasi bertanggung jawab penuh untuk mengelola reksa dana. Begitu pula dalam memilih saham pada produk reksa dana.

2. Pencairan Dana Lebih Lama

Dibandingkan investasi saham, pencairan reksadana umumnya membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini dikarenakan, kamu berinvestasi saham melalui agen pengelola. Pencairan dana reksadana saham sendiri biasa membutuhkan waktu tiga hingga tujuh hari.

3. Ada Biaya untuk Investasi

Kekurangan reksadana lainnya adalah kamu biaya investasi yang dikenakan. Misalnya saja, biaya pembelian unit penyertaan atau subscription fee dan biaya pengalihan unit atau switching fee. Selain itu, ketika kamu melakukan transaksi, kamu akan dikenakan biaya transfer bank.

Tipe Investor yang Cocok untuk Reksadana Saham

Menurut tipe investor yang dikelompokkan berdasarkan tingkat toleransi risiko dan tujuan investasi, reksadana saham cocok untuk para investor dengan tipe agresif. Alasan untuk ini adalah reksa dana saham memberikan imbalan yang besar dan risiko yang cukup besar.

Investor agresif adalah investor yang bersedia mengambil risiko tinggi untuk memaksimalkan keuntungan, meskipun instrumen investasi yang digunakan berisiko tinggi.

Jenis investor ini juga memiliki strategi investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun), sehingga sangat cocok untuk reksa dana saham, dimana sebagian besar dana investasinya dialokasikan pada instrumen saham.

Tips Memilih Reksa Dana Saham yang Tepat

Tips Memilih Reksadana Saham yang Tepat

Untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi di reksadana saham, berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan yang perlu kamu ketahui:

1. Tentukan Tujuan Awal Investasi

Sebelum kamu mulai berinvestasi, sebagai investor, kamu perlu menentukan tujuan investasi kamu terlebih dahulu. Hal ini diperlukan agar tujuan dana investasi yang dimaksud jelas dan dapat dipilih bentuk reksa dana yang sesuai.

Misalnya, jika dana tujuan cukup besar untuk mencapai ratusan juta Rupiah, reksa dana saham bisa menjadi alternatif yang layak karena margin keuntungannya yang besar. Semakin besar tingkat keuntungan yang diberikan, semakin cepat tujuan investasi dapat terpenuhi.

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah menentukan tujuan dan target dana investasi yang akan dikumpulkan, maka harus ditentukan target berapa lama dana tersebut dapat dikumpulkan. Setiap investor memiliki periode yang berbeda untuk strategi investasi mereka berdasarkan ambisi dan tujuan investasi mereka.

Jika kamu ingin mencapai tujuan investasi kamu dalam jangka waktu yang lama (lebih dari tujuh tahun), reksa dana saham mungkin merupakan pilihan terbaik.

3. Pilih Platform Investasi Reksadana Terpercaya

Periksa dan pilih yang resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Sangat penting untuk memilih penyedia atau platform reksa dana offline atau online terbaik untuk kebutuhan kamu tergantung pada layanan yang diberikan.

Mempertimbangkan kesederhanaan layanan dan fitur yang relevan sehingga proses investasi dapat dilakukan secara konsisten dan hasilnya dapat diperiksa secara berkala.

4. Pastikan Manajer Investasi Terpercaya

Jika kamu ingin berinvestasi langsung melalui manajer investasi, pastikan dia memiliki rekam jejak yang terbukti dalam menjaga portofolio investasi yang berkelanjutan. Penting juga untuk memastikan bahwa perusahaan yang terkait dengan manajer investasi memiliki rekam jejak yang solid dalam memberikan layanan.

Hal ini diperlukan agar kamu dapat memilih manajer investasi yang profesional dan mengelola portofolio reksa dana secara efektif untuk menghasilkan imbal hasil yang konsisten sesuai dengan tujuan investasi.

5. Pelajari Performa dan Laporan Keuangan Perusahaan Reksadana

Saat berinvestasi, sangat penting untuk memahami dan menganalisis kinerja bisnis reksa dana dan banyak aset yang dikelolanya.

Untuk menganalisa hal-hal tersebut, kamu bisa mulai membaca prospektus dan laporan fakta bulanan (fund fact sheet) yang diterbitkan secara berkala.

Ini sangat penting agar kamu dapat memilih perusahaan terbaik untuk berinvestasi berdasarkan tujuan dan kerangka waktu investasi kamu.

Tanya Jawab Tentang Reksadana Saham

Berikut ini adalah tanya jawab seputar reksadana saham, yaitu:

1. Apakah Reksadana Saham Aman?

Reksadana adalah salah satu investasi yang paling aman karena bisnis reksadana sering kali terdaftar dan diawasi langsung oleh OJK, atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Apakah Reksadana Saham Sama Dengan Bermain Saham Secara Langsung?

Reksa dana saham tidak sama dengan investasi pada saham individual. Investor reksa dana saham tidak diharuskan untuk melihat dan menganalisa variasi harga pasar saham secara fisik. Manajer investasi hanya bertanggung jawab atas hal ini.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian reksadana saham hingga tips memilih reksadana saham yang tepat. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa.

Pengertian reksadana saham adalah menurut situs resmi bursa efek indonesia, saham merupakan sarana investasi yang populer di kalangan investor karena dinilai memberikan imbalan yang menguntungkan.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button