Pengertian Reksadana Pasar Uang dan Keuntungannya

Teknatekno.com – Pengertian reksadana pasar uang adalah salah satu jenis reksadana pasar uang atau RDPU memiliki tingkat risiko paling rendah jika dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya, seperti reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Alhasil, reksadana pasar uang sangat cocok bagi kamu yang berhati-hati atau mencari perlindungan. Cocok juga untuk investor baru yang sedang belajar berinvestasi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat artikel di bawah ini.

Memahami Pengertian Reksadana Pasar Uang

Pengertian reksadana pasar uang adalah suatu bentuk reksa dana yang seluruh 100% dananya ditanamkan pada surat berharga pasar uang seperti sertifikat bank indonesia atau SBI, deposito, atau obligasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.

Reksa dana semacam ini seringkali tidak mengenakan biaya jual-beli dan dapat memberikan pengembalian yang lebih baik daripada tabungan atau rekening giro.

Memahami Pengertian Reksadana Pasar Uang

Keuntungan Reksadana Pasar Uang

Berikut ini adalah beberapa keuntungan melakukan investasi reksadana pasar uang yang perlu kamu ketahui:

1. Tingkat Risiko Sangat Rendah

Reksadana pasar uang memiliki risiko investasi yang relatif minimal karena semua asetnya biasanya diinvestasikan dalam sekuritas pasar uang dengan investasi rendah.

Return atau imbal hasil stabil Karena nilai instrumen pasar uang tidak fluktuatif, tingkat pengembalian atau imbal hasil reksa dana pasar uang cenderung stabil umumnya 3-5 persen per tahun. Reksa dana pasar uang seringkali mengungguli deposito berjangka dalam hal potensi keuntungan.

Karena keuntungan atau imbah hasil yang diterima dari reksa dana pasar uang ditentukan oleh jumlah uang tunai yang diinvestasikan. Berbeda dengan deposito bank, yang memiliki tingkat bunga tetap.

2. Modal Awal Sangat Kecil

Biaya modal investasi relatif rendah, mulai dari puluhan ribu Rupiah. Nilai investasi awal reksa dana pasar uang biasanya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Namun karena kepopulerannya, saat ini ada yang menyediakan mulai dari Rp. 10.000 melalui aplikasi online.

3. Jangka Waktu Investasi Fleksibel

Reksa dana pasar uang memiliki jangka waktu investasi yang fleksibel karena dapat diinvestasikan untuk jangka pendek kurang dari satu tahun atau jangka panjang lebih dari enam tahun.

4. Tingkat Likuditias Tinggi

Uang investasi dapat diperoleh kapan saja dan dalam beberapa hari atau likuiditas aset tinggi. Hal ini dapat dicapai karena waktu investasi yang singkat untuk produk pasar uang.

Akibatnya, kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya mungkin cukup cepat tercapai. Kamu juga tidak akan dikenakan sanksi atau denda karena menarik uang investasi kamu lebih cepat.

5. Bebas Pajak

Reksadana pasar uang bukan merupakan objek pajak, sehingga return atau imbal hasil yang diterima investor sepenuhnya sudah bebas dari pajak.

6. Aman dan Diawasi OJK

Penyelenggaraan reksadana pasar uang di Indonesia dinilai sangat aman karena diawasi oleh otoritas jasa keuangan.

Kerugian Reksadana Pasar Uang

Kerugian Reksadana Pasar Uang

Walau terbilang aman dan menjanjikan, reksadana pasar uang juga memiliki kerugian, berikut ini adalah beberapa kekurangan reksadana pasar uang yang perlu kamu ketahui:

1. Adanya Biaya

Karena ditangani oleh manajer investasi, keuntungan yang diterima investor tidaklah penuh. Sebab adanya biaya yang mesti dibayar investor kepada manajer investasi. Biaya ini meliputi:

  • Biaya pembelian unit penyertaan dibatasi maksimal sebesar 2 persen.
  • Biaya penjualan kembali unit penyertaan dibatasi maksimal sebesar 1 persen.
  • Biaya Pengalihan unit penyertaan dibatasi maksimal sebesar 1,5 persen.
  • Semua biaya bank.
  • Pajak.

2. Risiko Merugi

Reksadana pasar uang, seperti bentuk reksa dana lainnya, memiliki risiko kerugian. Meski demikian, karena kerugian di reksadana pasar uang lebih ringan daripada kerugian di reksa dana saham akibat volatilitas harga, investor tidak perlu khawatir kehilangan hingga 100% dari investasinya.

3. Tidak Dilindungi LPS

Jika dibandingkan dengan bentuk simpanan dan investasi perbankan lainnya, seperti tabungan dan deposito, reksadana tidak dilindungi oleh lembaga penjamin simpanan atau LPS. Investor tidak dijamin perlindungan pemerintah dalam kasus peristiwa negatif yang melibatkan uang deposito.

Namun, jenis investasi reksa dana tersebut telah disetujui oleh pemerintah. Kamu tidak perlu khawatir selama reksa dana kamu ditangani oleh bisnis yang terdaftar di situs resmi OJK.

4. Return Berfluktuasi

Besarnya nilai pengembalian dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat suku bunga. Berbeda dengan deposito dengan pengembalian yang dijamin.

Jika kamu memiliki tingkat bunga 4% pada deposito, kemungkinan besar kamu akan mendapatkan tingkat bunga yang sama pada akhir jangka waktu deposito.

Dalam hal reksadana pasar uang, pengembalian 5% atau 6% hanyalah sebuah indikator. Ada kemungkinan bahwa pengembaliannya akan lebih besar, atau mungkin lebih rendah, di tahun berikutnya.

5. Tidak Semua Ditempatkan Pada Deposito

Deposito tidak dimiliki oleh semua dana investasi reksadana pasar uang. Sebagian dari uang tunai dapat diinvestasikan dalam surat berharga atau obligasi yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.

Instrumen-instrumen investasi lainnya memiliki risiko yang lebih besar. Sebagai contoh, penerbitan surat berharga yang dilakukan suatu perusahaan bisa saja sewaktu-waktu wanprestasi.

Beda yang terjadi di money market fund. Reksadana pasar uang akan membatasi penempatan tidak lebih dari 10% dari setiap instrumen. Bahayanya berkurang dengan sendirinya. Kamu memilih reksa dana pasar uang terbaik untuk kamu.

6. Problem Saat Pencairan Serentak

Jika mayoritas pemilik unit reksa dana melakukan pendistribusian secara simultan, manajer investasi mungkin tidak dapat mengirimkan uang tunai pada saat yang sama untuk menutupi pencairan dana.

Meski begitu, bukan berarti tidak bisa didistribusikan. Pencairan masih bisa dilakukan, meski memakan waktu lebih lama karena semua orang mencairkan secara bersamaan. Manajer investasi membutuhkan waktu untuk melikuidasi sebagian kepemilikannya.

Pada umumnya manajer investasi akan menyisihkan uang tunai yang likuid jika terjadi keadaan yang serupa. Jika tidak cukup, manajer investasi membutuhkan waktu untuk mendistribusikan investasinya. Kemungkinan terjadinya gangguan ini cukup rendah.

Tips Untung Di Reksadana Pasar Uang

Tips Untung Di Reksadana Pasar Uang

Supaya hasil penempatan di reksadana optimal, berikut ini sejumlah tips yang bisa kamu lakukan:

1. Analisis Perusahaan dan Manajer Investasi

Sebelum membeli reksadana, kamu sebaiknya cari tahu dulu reputasi manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut. Kemudian, periksa kinerja reksadana yang ada dan pilih perusahaan dengan tingkat keberhasilan terbesar.

Kinerja reksadana harus dievaluasi setidaknya selama lima tahun sebelumnya. Jika kinerja perusahaan selama lima tahun terakhir tampak kuat, hanya dengan kerugian kecil, perusahaan memiliki manajer investasi yang dapat diandalkan.

2. Sesuaikan Dengan Tujuan Investasi

Ketika memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya investor telah menentukan tujuan penggunaan dana dari keuntungan investasi.

Misalnya, untuk liburan, pendidikan anak, cicilan rumah, melunasi utang, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan jangka waktu investasi yang sesuai untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

3. Melakukan Rebalancing Portofolio

Dalam dunia reksadana, rebalancing portofolio adalah strategi menyesuaikan kembali alokasi portofolio sesuai tujuan investasi. Perlu dipahami bahwa setiap aset memiliki nilai pertumbuhan yang berbeda-beda.

Misalnya, manajer investasi menetapkan alokasi aset dasar dengan porsi saham 70% dari total portofolio dan 30% pada instrumen pasar uang. Setelah beberapa saat, porsi saham ternyata naik menjadi 80% dari keseluruhan portofolio dan pasar uang turun menjadi 20%.

Contoh-Contoh Reksa Dana Pasar Uang

Berikut ini adalah dua contoh reksadana pasa uang yang perlu kamu ketahui:

1. Contoh Reksadana Pasar Uang Konvensional:

  • Avrist ada kas mutiara.
  • BNI-AM dana pasar uang kemilau.
  • BNP paribas rupiah plus.
  • Bahana dana likuid.
  • Batavia dana kas maxima.
  • Batavia dana likuid.
  • Capital money market fund.
  • Cipta dana cash.
  • Danamas rupiah plus.
  • Danareksa seruni pasar uang II.
  • Eastpring investments cash reserve kelas a.
  • HPAM ultima money market.
  • Reksadana manulife dana kas II kelas a.
  • Lancar victoria merkurius.
  • MNC dana lancar.
  • Mandiri investa pasar uang.
  • Maybank dana pasar uang.
  • Mega aset multicash.
  • Phillip money market fund.
  • Schroder dana likuid.

2. Contoh Reksadana Pasar Uang Syariah:

  • Bahana likuid syariah kelas 3
  • Cipta dana kas syariah.
  • Mandiri pasar uang syariah.
  • Reksadana syariah capital likuid syariah kelas s.
  • Eastpring syariah money market khazanah kelas a.
  • Majoris pasar uang syariah indonesia.
  • Mandiri pasar uang syariah ekstra.
  • Reksadana syariah capital sharia money market.
  • Syailendra sharia money market fund.
  • Trimegah kas syariah.
  • Sucorinvest sharia money market fund.

Tanya Jawab Tentang Reksadana Pasar Uang

Berikut ini adalah tanya jawab seputar reksadana pasar uang, yaitu:

1. Apakah Reksadana Pasar Uang Halal?

Majelis ulama indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang kehalalan reksadana pasar uang. MUI mengizinkan umat Islam di Indonesia untuk berinvestasi di reksadana berdasarkan fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 selama seluruh prosedur transaksi tidak melanggar prinsip-prinsip syariah.

2. Apakah Reksadana Pasar Uang Lebih Baik Dari Deposito?

Reksadana pasar uang mengungguli deposito berjangka dalam hal imbal hasil. Pada akhir maret 2015, return reksadana pasar uang berkisar antara 6,33 persen hingga 7,35 persen per tahun. Informasi ini diperoleh dari kinerja reksadana pasar uang bank commonwealth.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian reksadana pasar uang hingga contoh-contoh reksadana pasar uang. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa.

Pengertian reksadana pasar uang adalah suatu bentuk reksa dana yang seluruh 100% dananya ditanamkan pada surat berharga pasar uang seperti sertifikat bank indonesia

Related Articles

Back to top button