Apa itu Saham? Jenis dan Keuntungannya Paling Lengkap

Teknatekno.com – Sebenarnya, apa itu saham? Secara singkat, ini adalah dokumen penting yang dapat menunjukkan kepemilikan perusahaan. Artinya, ketika seseorang memilih untuk membeli saham, pada dasarnya membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan.

Jadi, ketika seseorang membeli saham dalam suatu perusahaan, orang tersebut telah memiliki hak atas suatu aset serta pendapatan yang diperoleh perusahaan tersebut sesuai dengan bagian saham yang dibelinya. Nah, untuk lebih jelasnya Teknozen bisa simak artikel dibawah ini.

Apa itu Pengertian Saham

Apa itu Saham?

Apa itu saham atau stock adalah dokumentasi penting yang menunjukkan kepemilikan perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham, dia telah memperoleh sebagian dari kepemilikan perusahaan.

Saham (stock) juga dapat digambarkan sebagai satuan nilai atau akuntansi dalam banyak instrumen keuangan yang berhubungan dengan kepemilikan suatu perusahaan.

Jadi, ketika seseorang membeli saham di suatu perusahaan, orang itu sudah memiliki hak atas aset dan pendapatan perusahaan melalui sebagian kecil dari saham yang diperoleh.

Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan atau organisasi perusahaan. Saham seringkali diterbitkan dalam bentuk secarik kertas yang menyatakan bahwa pemilik surat berharga adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti saham (stock), maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

1. Sri Hermuningsih (2012: 78)

Apa itu saham adalah surat berharga berdasarkan kepemilikan yang digunakan dalam perdagangan pasar modal. Saham-saham tersebut kemudian menjadi bukti penyertaan modal seseorang atau badan usaha pada suatu perseroan atau perseroan terbatas.

2. Irham Fahmi (2012: 81)

Apa itu saham adalah formulir kertas yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan modal atau dana dalam suatu perusahaan, dengan nilai nominal yang jelas, nama perusahaan, dan tugas yang ditetapkan kepada masing-masing pemegang saham.

3. Martalena dan Maya Malinda (2011: 55)

Apa itu Saham adalah salah satu jenis produk keuangan yang paling umum. Perusahaan dapat memilih untuk menerbitkan saham sebagai bentuk pembiayaan perusahaan. Oleh karena itu, saham menjadi sarana investasi yang disukai banyak investor karena dapat memberikan tingkat keuntungan yang tinggi.

4. Taufik Hidayat

Menurut Taufik Hidayat, apa itu saham yakni  sebagai “simbol keterlibatan, kepemilikan, atau kepemilikan seseorang atau lembaga tertentu dalam suatu perusahaan”.

Pemegang saham selanjutnya disebut sebagai pemegang saham, dan kepemilikan saham investor berakhir ketika ia menjual sahamnya kepada investor lain.

5. Istijanto Oei (2009: 13)

Menurut Istijanto Oei, apa itu saham yakni sejenis sekuritas yang menunjukkan kepemilikan seseorang atau badan pada suatu perusahaan tertentu. Saham pada akhirnya memaksa investor untuk membelinya untuk memiliki perusahaan tertentu.

6. M. Paulus Sitomorang (2008: 45)

Menurut Paulus Situmorang, apa itu saham merupakan salah satu bentuk penyertaan modal dalam perseroan terbatas yang memberikan berbagai keuntungan. Dividen dari pendapatan perusahaan, misalnya, akan dibagikan kepada pemegang saham, begitu juga capital gain dari selisih antara pembelian dan penjualan saham.

Menurut Situmorang, imbalan finansial saham berupa kekuasaan, kebanggaan, dan yang terpenting hak suara dalam memilih nasib perusahaan.

Apa Manfaat dan Keuntungan Stock

Apa Manfaat dan Keuntungan Saham?

Salah satu manfaat utama saham adalah dapat digunakan sebagai alat investasi jangka pendek dan jangka panjang. Investor jangka pendek dalam ekuitas sering mencari keuntungan modal dari perbedaan antara harga beli dan jual.

Berbeda dengan individu yang membeli atau menyimpan ekuitas secara rutin sebagai investasi jangka panjang. Akibatnya, investor saham dapat memperoleh keuntungan dari dua faktor, yaitu:

1. Capital Gain

Secara spesifik, keuntungan diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih besar dari harga beli. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

2. Dividen

Secara khusus, keuntungan yang diperoleh melalui pembayaran dividen tunai emiten. Ini adalah pendapatan tambahan yang diperoleh investor ketika membeli saham dari perusahaan dengan kinerja laba yang kuat.

Apa Risiko dari Saham?

Meskipun dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, pada dasarnya investasi saham memiliki risiko tersendiri. Adapun beberapa risiko investasi saham adalah sebagai berikut:

1. Risiko Likuidasi

Risiko ini timbul pada saat emiten menyatakan pailit atau memasuki likuidasi, dalam hal ini pemegang saham memiliki hak klaim akhir atas kekayaan perusahaan setelah kewajiban emiten dipenuhi.

Ketika aset tidak ditinggalkan setelah penerbit memenuhi kewajibannya, pemegang saham mungkin tidak mendapatkan apa-apa.

2. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko ini muncul ketika emiten memilih untuk tidak memberikan dividen kepada pemegang saham setelah menggunakan laba perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

3. Investor Kehilangan Modal

Risiko ini terjadi ketika harga beli saham melebihi harga jual sehingga menyebabkan pemegang saham merugi (capital loss).

4. Saham Delisting dari Bursa

Ada berbagai alasan mengapa saham delisting dari pasar saham dan tidak dapat diperdagangkan lagi. Tentu saja, emiten dan pemegang saham akan merugi akibat hal ini.

Jenis-Jenis Stock

Perbedaan Saham Biasa dan Preferen

Secara umum hanya ada dua jenis saham yang ada di pasar modal. Pertama adalah saham biasa dan kedua adalah saham preferen. Berikut penjelasan apa itu saham biasa dan preferen:

1. Biasa

Apa itu saham biasa adalah saham yang diprioritaskan oleh anggota perusahaan. Jika saham baru diterbitkan, pemegang saham yang ada akan didahulukan dari yang baru.

Pemegang saham biasa memiliki banyak hak dalam perusahaan, termasuk kemampuan atau hak suara untuk memilih komisaris, penawaran saham baru, dan tanggung jawab berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

2. Preferen

Apa itu saham preferen adalah jenis saham yang umum dalam industri investasi, seperti pasar modal. Siapapun dapat membelinya berdasarkan kebutuhan kamu. Semakin besar jumlah saham yang dimiliki, maka semakin banyak pula dividen atau bagi hasil yang diterima.

Saham ini membayar dividen berulang. Jika tidak ada bagi hasil dalam satu periode, pemegang saham akan mendapatkannya pada periode berikutnya.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja

Berdasarkan kinerjanya, saham terbagi menjadi beberapa jenis

1. Blue Chip

Saham perusahaan besar yang terkenal di kalangan pebisnis. Saham ini memiliki harga yang tinggi dan nilai yang agak konstan.

2. Income

Saham yang membayar dividen signifikan tetapi juga memiliki profil risiko tinggi. Jika kamu ingin mengelola rencana kamu, kamu harus pandai mengaturnya.

3. Growth

Saham dengan pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan jenis saham lain di industrinya. Dalam satu hari, nilainya pasti naik dan jarang turun.

4. Speculative

Saham sering diperdagangkan di pasar saham karena menawarkan potensi dividen yang cukup besar di masa depan.

5. Cyclical

Saham perusahaan yang rentan terhadap tren ekonomi. Perubahan saham ini mungkin agak cepat.

6. Emerging Growth

Saham perusahaan kecil, di sisi lain, tahan terhadap perubahan keadaan ekonomi, terutama selama resesi.

7. Defensive

Saham yang tidak terpengaruh oleh resesi. Saham ini biasanya terlibat dalam kebutuhan sehari-hari, dengan daya beli yang sama setiap hari.

Tips Cara Melakukan Investasi Stock

Tips Cara Melakukan Investasi Stock

Jika kamu merasa sudah mengenal saham dengan baik, maka waktunya untuk memulai berinvestasi. Ada beberapa tips yang bisa terapkan saat memulai berinvestasi Saham.

Berikut ini tips cara melakukan investasi saham agar bisa memperoleh keuntungan dan meminimalisir resiko yang perlu kamu ketahui:

1. Intip Reksadana Saham

Jika kamu baru memulai dengan saham, cara termudah untuk memulai adalah dengan melihat saham manajer investasi yang mengelola reksa dana saham.

Dalam laporan bulanan reksa dana saham, Teknozen dapat mengidentifikasi sepuluh ekuitas teratas. Kamu dapat mulai berinvestasi di reksa dana ini dengan membeli saham.

2. Saham Blue-Chip

Sebagai pemula, kamu harus berkonsentrasi pada saham unggulan dari perusahaan berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar. Bentuk saham ini dianggap paling aman untuk mencegah risiko dan menjamin konsistensi keuntungan yang lebih besar.

Contoh saham blue-chip yang ada di Bursa Efek adalah PT Telkom Indonesia, PT Bank Jago dan PT Astra International.

3. Diversifikasi

Kamu dapat mendiversifikasi aset kamu untuk mengurangi risiko berinvestasi di ekuitas. Jadi jangan menginvestasikan semua uang kamu ke saham. Jadi diversifikasi dapat menyelamatkan kamu jika pasar saham ambruk karena kamu masih memiliki dana di produk lain.

4. Pilih Yang Jangka Panjang

Kamu jangan tergoda dengan investasi yang mudah untuk memperoleh keuntungan yang cepat dan menghasilkan return yang tinggi.

Jika kamu ingin berinvestasi dalam saham, pilihlah yang jangka panjang karena perusahaan yang kita miliki harus berkembang dan berkembang dari waktu ke waktu sehingga kamu dapat menghasilkan uang yang lebih besar nantinya.

5. Jika Menemukan Trading Online Berhati-Hatilah

Jangan tertipu oleh janji penghasilan besar dan cepat dalam waktu singkat melalui perdagangan saham. Perdagangan saham adalah usaha untuk membeli dan menjual saham dalam waktu yang relatif singkat, seperti mingguan atau bahkan harian.

6. Beli Saat Harga Saham Sedang Turun

Kesempatan sekali seumur hidup Jika harga saham jatuh, sekarang saatnya untuk membeli saham. Namun, dalam memilih saham yang mengalami penurunan harga, penting untuk memastikan bahwa kinerja dan keuangan perusahaan sehat.

7. Enjoy Saat Bermain Saham

Lakukan secara enjoy saja ketika bermain saham, jangan stress terus mengecek harga saham dan khawatir akan harganya yang naik turun. Jadi trik bermain saham adalah bersabar dan nikmati saja perjalanannya karena manajer profesional harus bekerja dan saham harus bekerja.

8. Cari Informasi Valid dan Ikut RUPS

Strategi investasi saham sangat bergantung pada informasi. Untuk mendapatkan informasi stok apa pun, gunakan sumber informasi yang andal.

Kamu dapat mengunjungi sumber informasi Bursa Efek Indonesia yang dapat dilihat secara gratis dan tanpa biaya. Informasi yang didapat dapat berupa laporan keuangan, laporan tahunan, corporate action, dan public expose.

9. Mulailah Meskipun Modal Kecil

Namun, sebagai pemula, kamu mungkin memulai dengan investasi minimal. Untuk uang yang sangat besar, jangan khawatir tentang penghasilan besar atau besar pada awalnya.

Mulailah perlahan, terutama jika kamu hanya memiliki sedikit uang. Jangan terlalu bersemangat untuk mulai berinvestasi di saham dengan jumlah uang yang signifikan segera untuk tumbuh.

FAQ

Berikut ini adalah tanya jawab seputar apa itu saham.

Apa Tujuan Orang Membeli Saham?

  1. Untuk menciptakan aset karena dana yang kami berikan akan ditangani oleh perusahaan agar dapat terus berkembang.
  2. Menyiapkan dana untuk tujuan tertentu di masa depan.

Bentuk Saham Itu Seperti Apa?

Bentuk saham adalah selembar kertas yang disediakan oleh perusahaan yang menetapkan bahwa pemilik kertas yang namanya tertera pada surat tersebut adalah pemilik perusahaan sebanding dengan persentase atau jumlah yang diinvestasikan dalam perusahaan.

Bagaimana Cara Membeli Saham?

Untuk membeli saham, cukup mendaftar ke perusahaan sekuritas yang sesuai untuk mendapatkan rekening efek. Setelah rekening efek selesai dibuat, Anda dapat mengisi atau top up rekening tersebut dan membelanjakannya pada emiten pasar modal. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembagian dividen?

BACA JUGA:

Perbedaan Saham, Forex dan Crypto
Perbedaan Saham Preferen Dengan Saham Biasa
Aplikasi Jual Beli Saham di Android Terdaftar di OJK

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa apa itu saham yakni  dokumentasi penting yang menunjukkan kepemilikan perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham, dia telah memperoleh sebagian dari kepemilikan perusahaan.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu saham, mulai dari pengertiannya hingga tips cara melakukan investasi Saham.

Related Articles

Back to top button