Cara Jual Foto di Shutterstock Terbaru, Dijamin Cuan!

Teknatekno.com – Mengetahui cara jual foto di Shutterstock dengan benar mungkin bisa menjadi alternatif bagi kamu untuk menghasilkan uang dari internet melalui usaha berupa foto yang terkirim secara efektif.

Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak perubahan yang terjadi secara tidak langsung. Tentu saja, teknologi baru akan membuat hidup lebih sederhana bagi seseorang.

Salah satu kemudahan dengan kemajuan teknologi ini adalah bisa terlihat dari semakin mudahnya seseorang untuk berkarya. Yang mana, dengan karya tersebut seseorang bisa menghasilkan pendapatan.

Shutterstock adalah salah satu tempat di mana kamu bisa mengembangkan karya berupa foto yang diambil secara efektif melalui hal-hal yang menarik.

Mengenal Apa itu Platform Shutterstock

Mengenal Apa itu Platform Shutterstock

Shutterstock awalnya adalah sebagai pasar fotografi online. Seiring dengan modernisasi zaman, sebuah perusahaan ini memperluas pasarnya dengan berfokus pada barang-barang selain fotografi.

Menurut Wikipedia, Shutterstock adalah provider stok fotografi, video footage, audio, dan editing object, seperti vector, 3D model, dan desain grafis.

Platform ini tersedia di Play Store dan App Store

Foto yang terdapat di Shutterstock diatur ke dalam beberapa kategori untuk mempermudah pencarian pelanggan. Kamu bisa menjual foto apa saja asalkan sesuai dengan syarat dan ketentuan. Sangat mudah untuk jual foto di Shutterstock. Untuk menjadi anggota Shutterstock contributor, kamu hanya perlu mendaftar.

Apa itu Shutterstock Contributor

Shutterstock contributor adalah penjual foto atau aset digital lainnya, baik yang memiliki lisensi eksklusif maupun tidak. Untuk menjadi kontributor, cukup daftar, isi formulir, lalu tunggu persetujuan dari Shutterstock.

Platform Shutterstock contributor ini tersedia di Play Store dan App Store.

Bagaimana Cara Jual Foto di Shutterstock

Bagaimana Cara Jual Foto di Shutterstock?

Tidak sulit untuk mempelajari cara jual foto di Shutterstock, dan siapa pun bisa melakukannya. Ikuti langkah-langkah di bawah ini jika kamu ingin menjual karya kamu di platform Shutterstock:

1. Registrasi Sebagai Contributor di Shutterstock

Sebelum kamu bisa mulai menjual foto, kamu harus terlebih dahulu menjadi kontributor di Shutterstock. Cukup masuk ke situs Shutterstock, cari opsi pendaftaran, dan klik jika kamu ingin mendaftar sebagai kontributor. Isi formulir dengan teliti dan lengkap untuk mendapatkan akun menjual foto di Shutterstock.

Lanjutkan dengan memverifikasi alamat email yang sudah kamu daftarkan di Shutterstock. Jika konfirmasi berhasil, kamu telah resmi bergabung dan menjadi kontributor.

2. Lakukan Konfirmasi Akun

Kontributor baru harus terlebih dahulu memvalidasi akun mereka sebelum menjual foto di Shutterstock. Shutterstock biasanya akan meminta kamu untuk mengunggah KTP dan password contributor.

Oleh karena itu, sebelum mendaftar, pastikan kamu telah menyiapkan dua dokumen ini dengan benar untuk memastikan pendaftaran berhasil.

3. Pastikan Kamu Memiliki Akun Paypal

Semua orang dari seluruh dunia bisa mengakses dan memanfaatkan platform Shutterstock ini. Shutterstock menggunakan Paypal sebagai tempat transaksi jual beli karena lebih aman, sehingga mempermudah prosedur transaksi dari penjualan foto ini. Alhasil, sebelum mendaftar, pastikan kamu memiliki akun Paypal terlebih dahulu.

4. Seleksi Foto di Shutterstock

Kontributor bisa mulai menjual foto di Shutterstock segera setelah menyelesaikan prosedur pendaftaran. Rahasianya adalah hanya memposting foto yang menurut kamu menarik dan berkualitas tinggi. Meskipun kontributor diperbolehkan untuk mengupload foto apa pun, ada persyaratan foto tertentu, yang meliputi:

  • Foto harus hasil karya kamu sendiri
  • Apabila hasil karya foto menggunakan objek orang, maka diperlukan model release. Model release adalah sebuah pernyataan bahwa model yang digunakan sebagai objek foto tersebut bersedia menjadi objek atau tidak.
  • Pastikan foto yang akan diunggah tidak menyertakan unsur brand dan watermark apa pun.

5. Tunggu Pihak Shutterstock Mereview Fotomu

Setelah berhasil mengunggah foto, langkah selanjutnya untuk jual foto di Shutterstock adalah menunggu review dan penilaian foto oleh Shutterstock. Jika kamu lolos seleksi, foto kamu akan langsung dikirimkan ke situs Shutterstock. Sedangkan foto yang tidak lolos akan dipending oleh mereka.

Shutterstock akan memberikan ide untuk peningkatan dan hasil foto seperti kehilangan fokus, resolusi rendah, dan sebagainya. Dengan ide tersebut, tujuannya agar kontributor memahami cara menjual foto di Shutterstock dengan lebih baik, sehingga mereka bisa menghasilkan foto dengan kualitas lebih tinggi di masa mendatang.

Prosedur seleksi ini dilakukan langsung oleh Shutterstock yang memiliki keahlian luas, sehingga hasilnya tidak perlu diragukan lagi.

6. Shutterstock Mengirimkan Keterangan Pendapatan

Shutterstock akan secara otomatis membeli foto yang lolos proses seleksi. Kemudian mereka akan menjelaskan pendapatan yang dihasilkan dari jumlah total foto yang dibeli.

Namun, untuk mendapatkan keuntungan dari metode penjualan foto di Shutterstock ini, saldo Paypal kamu harus minimal $200 atau sekitar Rp 2.982.950. Nantinya, contributor harus terlebih dahulu mentransfer dana dari rekening Paypal ke rekening bank.

Syarat Menjual Foto di Shutter Stock

Syarat Menjual Foto di Shutterstock

Siapa pun, pada dasarnya, bisa menjadi kontributor dan menjual karya mereka di platform Shutterstock. Hanya saja kontributor harus menyetujui syarat dan kriteria tertentu jika ingin menjual foto di situs tersebut. Berikut ini adalah beberapa syarat untuk jual foto di Shutterstock:

1. Perhatikan Resolusi dan Jenis File

Jika kamu ingin jual foto di Shutterstock, syarat utama adalah gambar harus memiliki resolusi dan format file yang ditentukan. Semua foto yang dikirimkan ke Shutterstock harus memiliki resolusi minimal 4 megapiksel.

Ukuran ini berlaku untuk jenis file foto jpeg, vektor, dan format eps. Kontributor hanya boleh mengirimkan file .eps untuk file vektor yang akan dijual di Shutterstock.

2. Pastikan Foto Memiliki Kualitas Gambar yang Baik

Shutterstock memungkinkan semua jenis pengiriman foto, termasuk yang diambil menggunakan kamera ponsel. Namun, jika kamu ingin melalui prosedur pemilihan dan peninjauan, kamu harus menyediakan foto dengan kualitas gambar yang tinggi.

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan termasuk pencahayaan, fokus foto, dan bahkan kebisingan berikutnya. Dengan memilih foto berkualitas tinggi, kamu meningkatkan peluang kamu untuk lolos seleksi dan menjual foto.

3. Foto Tidak Mengandung Unsur SARA

Shutterstock secara tegas menyatakan bahwa tidak ada foto yang dijual di layanan yang boleh menyertakan unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan). Foto harus menarik sekaligus sopan. Jika diketahui mengandung unsur SARA, foto tersebut akan ditolak dan berpotensi dilarang tanpa peninjauan.

Cara Upload Foto ke Shutterstock

Cara Upload Foto ke Shutterstock

Kontributor bisa menjual foto di Shutterstock dengan mengunggah foto yang memenuhi standar dan ketentuan situs. Kamu memiliki dua opsi untuk mengunggah foto ke Shutterstock, yaitu melalui desktop atau seluler. Simak ulasan berikut untuk informasi lebih lanjut.

1. Cara upload Foto di Shutterstock di Desktop

Tidak sulit untuk mengirimkan foto ke Shutterstock menggunakan browser. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Buka website Shutterstock.
  2. Klik tombol gambar yang berwarna merah di sebelah kiri atas.
  3. Dihalaman selanjutnya, tarik dan drop foto pada halaman tersebut, atau klik “select multiple files” lalu pilih foto yang akan diunggah.
  4. Jika semua foto sudah terupload 100 persen, klik tombol next.
  5. Sebagai kriteria cara menjual foto di Shutterstock, tambahkan metadata sebelum mengirimkan foto untuk memberikan deskripsi dan keterangan foto.
  6. Setelah itu klik tombol “Submit”

2. Cara Upload Foto di Shutterstock di HP

Selain melalui browser, kamu juga bisa memposting foto ke Shutterstock lewat HP. Berikut ini cara upload foto di Shutterstock yang bisa kamu lakukan:

  1. Install aplikasi Shutterstock Contributor di smartphone kamu.
  2. Untuk menambahkan foto, klik ikon panah keatas.
  3. Untuk mencari foto yang akan dijual, klik simbol “+” dibagian atas.
  4. Pilih foto yang akan diunggah.
  5. Tunggu hingga prosesdur pengunggahan selesai 100 persen. Jika gagal, jangan khawatir! Karena foto biasanya sudah berhasil diposting.
  6. Setelah itu submit konten.

Kontributor harus menyertakan Metadata sebelum mengirimkan foto ke Shutterstock. Metadata adalah deskripsi, kategori, dan kata kunci yang bisa membantu orang menemukan foto kamu di Shutterstock.

Kamu bisa melakukan prosedur metadata untuk menjual foto di Shutterstock menggunakan browser dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pilih foto yang serupa dengan cara mencentang kotak di sebelah foto yang akan dilengkapi metadata.
  2. Pilih “Photo” untuk jenis gambar dan “Commercial” untuk penggunaan.
  3. Judul dan deskripsi ditulis dalam bahasa Inggris. Buatlah judul selengkap mungkin, dengan minimal 5 kata dan tidak lebih dari 200 karakter/huruf. Jika kamu mengalami kesulitan mengunggah foto ke Shutterstock saat membuat metadata ini, kamu bisa menggunakan Google Terjemahan.
  4. Setelah deskripsi selesai, pilih jenis kategori. Ada dua kategori untuk memilih salah satu atau keduanya.
  5. Misalnya, kamu bisa memilih kategori “Food” untuk foto makanan, sedangkan untuk kategori dua bisa dikosongkan atau diisi dengan istilah yang relevan.
  6. Ada menu Release di bagian paling bawah, bisa berupa model release atau property release. File model release harus disertakan jika foto yang diunggah menyertakan unsur orang. Namun, jika ada bangunan, karya seni, atau desain lainnya, file property release harus disertakan di akhir.
  7. Isi bagian yang kosong dengan kata kunci atau keyword. Shutterstock memberikan beberapa ide kata kunci di bagian bawah untuk membantu contributor. Namun, jika kamu ingin lebih efektif, manfaatkan fitur keyword tool di menu paling atas agar kata kunci yang kamu dapatkan dilihat oleh banyak orang.

Setelah semua langkah selesai, kirim foto ke Shutterstock dikurasi atau di review oleh pihak Shutterstock. Foto biasanya akan direview dalam waktu 5 hari kerja. Namun, itu mungkin jauh lebih cepat, bahkan dalam hitungan detik.

Kurator berwenang untuk menerima atau menolak temuan resensi. Jika ditolak sepanjang proses cara submit foto ke Shutterstock di smartphone atau browser, kurator umumnya akan memberikan alasan dan ide agar kedepannya lebih baik lagi.

Tips Jualan Foto di Shutter Stock

Tips Jual Foto di Shutterstock

Shutterstock memiliki kriteria dan persyaratannya sendiri untuk foto yang mungkin dijual di platformnya. Oleh karena itu, jika kamu ingin menjual foto di situs web ini, ada baiknya kamu mempelajari terlebih dahulu strategi agar foto kamu dikenali. Berikut adalah beberapa tips dalam menjual foto di Shutterstock:

1. Perhatikan Visible Trademark

Saat mengunggah foto ke Shutterstock, pastikan foto tersebut tidak memiliki logo dan bisnis. Misalnya, jika kamu mengambil pemandangan perkotaan. Di kota-kota, sering ada berbagai papan reklame, iklan, dan bahkan tempelan di dinding dan kaca yang mungkin tertangkap kamera secara tidak sengaja.

Untuk mengantisipasi foto dengan logo atau merek dagang, gunakan Photoshop atau program serupa untuk mengubahnya terlebih dahulu, lalu mengkloning merek apa pun dengan warna di sekitarnya.

2. Pahami Aturan untuk Model Rilis

Jika foto dengan jelas menunjukkan model dalam bentuk orang, kontributor harus melampirkan rilis model yang ditandatangani oleh individu yang bersangkutan.

Jika kamu tidak mengenal individu tersebut dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan persetujuan, maka gunakan cara jual foto di Shutterstock dengan menyatakannya sebagai foto editorial saja.

Kriteria model rilis dalam foto yang dikirimkan ke Shutterstock jelas dan rumit. Jika hanya ada satu item manusia di foto, hanya satu model rilis yang diperlukan. Namun, jika ada dua orang atau lebih, dua atau lebih model rilis diperlukan. Selanjutnya, rilis single model hanya berlaku untuk satu sesi foto di hari dan tempat yang sama.

Jika kamu mengubah tempat atau pada hari yang berbeda, kamu harus membuat rilis model baru. Aturan ini berkaitan dengan mengunggah foto melalui browser atau cara upload foto ke Shutterstock menggunakan Android.

3. Perhatikan Kategori Foto

Untuk mempermudah menjual foto di Shutterstock, perhatikan kategori foto yang akan diunggah ke situs. Ada beberapa kategori yang bisa dipilih, antara lain kuliner, abstrak, seni, orang, dan masih banyak lagi.

Jika kamu ingin menjual foto di Shutterstock, pilih kategori yang sesuai dengan foto yang ingin kamu jual. Ini akan memudahkan Kurator untuk memeriksa dan memilih, meningkatkan peluang lolos seleksi.

4. Dilarang untuk Menyalin Deskripsi Akun Lain

Kontributor foto di Shutterstock dilarang keras menyalin deskripsi atau kata kunci dari foto orang lain yang mirip dengan foto yang akan diunggah.

Jika kamu melanggar pedoman tentang cara mengunggah foto di aplikasi Shutterstock, akun kamu akan diblokir sementara atau permanen. Jika akun dinonaktifkan secara permanen, saldo Paypal di dalamnya tidak bisa ditarik.

Hasil dari penjualan foto ini akan dikumpulkan pada setiap akhir bulan. Jika penghasilan kamu telah melampaui batas pembayaran yang ditetapkan pada halaman pengaturan akun pada akhir bulan, kamu akan menerima pembayaran pada tanggal 15 bulan berikutnya.

Jika kamu bisa menghasilkan foto berkualitas tinggi, kamu bisa menghasilkan banyak uang dengan menjual foto di Shutterstock.

4. Gunakan Judul dan Deskripsi yang Relevan

Tips selanjutnya untuk menjual foto di Shutterstock adalah bisa mengembangkan judul dan deskripsi yang sesuai dan relevan. Judul dan deskripsi adalah dua faktor yang mungkin memengaruhi hasil pencarian konsumen saat menelusuri foto di alat pencarian.

Oleh karena itu, pastikan untuk menulis judul dan deskripsi yang relevan untuk foto kamu sehingga bisa ditemukan di mesin telusur.

Cari judul yang secara akurat menggambarkan suasana foto. Tidak ada salahnya untuk melakukan riset terlebih dahulu untuk menemukan judul yang cocok dan menarik. Isi deskripsi foto, yang panjangnya minimal 5 kata dan tidak lebih dari 200 karakter. Isi foto yang akan dikirim dalam bahasa Inggris.

Meskipun metode penjualan foto di Shutterstock sama dengan foto editorial, metode pembuatan deskripsinya sedikit berbeda.

Format penulisan deskripsi foto editorial mirip dengan penulisan caption foto berita, yaitu harus mencantumkan 5W1H, atau What, Where, When, Who, Why, dan How. Jangan lupa untuk mengisi area kata kunci untuk membantu foto kamu muncul di mesin pencari.

FAQ Seputar Jualan Foto

FAQ

Berikut ini pertanyaan seputar cara jualan foto di Shutterstock.

  • Berapa Lama Foto Terjual di Shutterstock?

Jawaban : Saat memberikan judul, deskripsi, dan kata kunci, pertimbangkan hasil dari upaya dan optimasi foto kamu. Mungkin diperlukan waktu 1 hingga 3 hari setelah konten foto kamu terjual dan lulus dari review.

Jarak waktu 3 hari ini adalah standar dari Shutterstock, namun mungkin lebih pendek atau lebih lama tergantung pada skenario dan kondisi. Misalnya, seperti keadaan wabah Covid-19 saat ini, umumnya akan memakan waktu sedikit lebih lama.

  • Apa Saja yang Bisa Kita Jual di Shutterstock?

Jawaban : Lebih dari 350 juta stok foto, vektor, dan gambar, serta lebih dari 21 juta klip video dan trek audio, tersedia di platform Shutterstock ini. Karena semua lisensi Shutterstock bebas royalti, kita bisa menggunakan apa pun yang kita unduh tanpa batasan waktu.

  • Foto Apa Saja yang Laku di Shutterstock?

Jawaban : Menurut Shutterstock, foto yang paling laku untuk dijual adalah foto yang bisa digunakan di berbagai konteks, platform, dan lintas industri.

  • Berapa Lama Foto Kita di Review di Shutterstock?

Jawaban : Setelah semua proses selesai, kirim foto ke Shutterstock dikurasi atau di review oleh pihak Shutterstock. Foto biasanya dinilai dalam waktu 5 hari kerja.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar cara jual foto di Shutterstock, mulai dari syarat dalam menjual foto di Shutterstock, cara upload foto ke Shutterstock, serta beberapa tips untuk kamu yang ingin menjual foto di platform Shutterstock. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya.

Related Articles

Back to top button