Apa itu Segmentasi Pasar? Manfaat dan Contohnya

Teknatekno.com – Dalam strategi pemasaran, kamu akan menemukan istilah yang berjudul apa itu segmentasi pasar? Hal itu dapat meningkatkan pemasaran dan membuat penjualan serta keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi maksimal.

Setelah memiliki produk, hal selanjutnya yang harus dilakukan pengusaha adalah membuat segmentasi pasar. Tujuannya agar produk yang dijual bisa menyasar calon konsumen yang potensial dengan peluang melakukan transaksi yang tinggi. Nah untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak artikel di bawah ini.

Apa itu Segmentasi Pasar

Apa itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah proses memberikan target pasar menjadi kelompok yang lebih kecil dengan kategori yang lebih spesifik. Target pasar adalah sekelompok konsumen yang menjadi sasaran penjualan suatu produk.

Segmentasi ini mengelompokkan calon pelanggan atau audiens ke dalam kelompok yang memiliki karakteristik serupa seperti minat, demografi, lokasi, atau kebutuhan.

Keuntungan Segmentasi Pasar

Ada beberapa keuntungan dari segmentasi pasar. Berikut penjelasan yang perlu kamu ketahui:

1. Strategi Pemasaran yang Lebih Tepat Sasaran

Setelah mengelompokkan pelanggan yang ingin kamu targetkan, strategi pemasaran menjadi lebih terarah. Kamu dapat menentukan jenis promosi apa yang lebih cocok untuk kelompok tersebut, bahasa yang digunakan, dan media iklan yang digunakan.

Kamu bisa lebih mudah menentukan target iklan ketika kamu beriklan di media sosial.

2. Optimalisasi dan Efisiensi Biaya

Ketika strategi pemasaran lebih terarah, maka pengeluaran bisa ditekan. Biaya yang dikeluarkan untuk promosi menjadi lebih optimal dan efisien karena potensi untuk mendapatkan keuntungan besar dari penjualan yang tinggi.

Jika iklan tidak memiliki segmen yang jelas, peluang kamu untuk mendapatkan pelanggan juga lebih kecil karena kebanyakan orang yang melihat iklan tersebut tidak membutuhkan produk yang diiklankan.

3. Lebih Mudah Mengatur Produk

Segmentasi memberikan pengetahuan yang lebih mendalam kepada pelaku bisnis tentang pelanggan. Ketika kita mengetahui audiens yang ditargetkan dengan lebih jelas, kita dapat mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan audiens.

Perusahaan dapat fokus mengembangkan produk yang sesuai dengan segmennya. Hal ini juga membuat produk memiliki potensi yang lebih tinggi untuk memuaskan pelanggan.

4. Menciptakan Peluang Pasar

Tujuan selanjutnya dari segmentasi pasar adalah menciptakan peluang pasar. Saat menentukan segmen, bisnis akan belajar tentang kebutuhan setiap bagian berdasarkan penawaran pesaing saat ini.

Hal ini akan membantu bisnis untuk mengetahui kepuasan pelanggan saat ini. Kepuasan yang rendah dengan produk yang ada di pasar saat ini merupakan peluang untuk bisnis baru.

Misalnya, ketika ada layanan pembersihan rumah yang tidak memuaskan karena layanannya terbatas, kamu dapat menawarkan layanan yang lebih lengkap sehingga pembeli lebih tertarik pada produk kamu.

5. Mengenal Pelanggan Lebih Baik

Keuntungan lainnya adalah mengenal pelanggan lebih baik. Jika ingin menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan, sebuah perusahaan harus bisa menempatkan diri pada posisi pelanggan.

Perusahaan harus memahami dengan baik apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan. Pemahaman yang baik ini akan mengurangi risiko kegagalan sebuah kampanye pemasaran.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kampanye yang efektif dengan resiko kegagalan yang minimal akan membuat biaya pemasaran menjadi lebih efisien.

6. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Semakin tinggi kepuasan pelanggan, maka semakin baik pula produk tersebut. Kepuasan pelanggan memang menjadi salah satu tujuan utama dari sebuah bisnis. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya dengan melakukan pemasaran sesuai segmen yang telah ditentukan.

7. Mempertahankan Pelanggan

Jika tingkat kepuasan pelanggan tinggi, maka semakin tinggi pula kemungkinan pelanggan akan mempertimbangkan untuk membeli kembali produk tersebut. Sehingga segmentasi ini dapat dikatakan dapat mempertahankan pelanggan dan mendapatkan pelanggan yang loyal.

Bukan tidak mungkin konsumen tersebut akan tertarik untuk mencoba produk lain dari merek yang sama atau mempromosikan merek tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Syarat Segmentasi Pasar

Syarat Segmentasi Pasar

Beberapa syarat harus diperhatikan agar suatu segmen dapat berpengaruh. Berikut beberapa syarat yang perlu kamu ketahui diantaranya:

1. Harus Terukur

Segmentasi hanya bisa efektif jika dapat diukur. Hal-hal yang diukur antara lain daya beli hingga ukuran pasar. Misalnya salah satu segmen bisnis kamu adalah pemburu promo, artinya mereka akan berbelanja ketika kamu menawarkan promo berupa diskon, cash back, atau promo lainnya.

2. Dapat Diakses

Memahami kebutuhan suatu segmen saja tidak cukup, tetapi kamu juga harus memikirkan bagaimana cara menjangkaunya. Karakteristik dan perilaku pelanggan dapat menilai cara yang tepat.

Beberapa pelanggan lebih mudah dijangkau melalui media sosial atau e-mail. Beberapa hanya bisa dicapai melalui media massa seperti televisi atau radio.

3. Substansial

Tujuan segmentasi adalah mengelompokkan pelanggan ke dalam kelompok yang lebih kecil. Meski begitu, sebuah segmen harus cukup besar untuk dijadikan target pasar. Jika kelompoknya terlalu kecil, maka semakin kecil pula kemungkinan mendapatkan pelanggan.

4. Dapat Dibedakan

Setiap segmen yang berbeda akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap bauran pemasaran yang sama. Jika kedua bagian tersebut memberikan respon yang sama, mereka masih dalam satu dan tidak boleh dipisahkan.

5. Dapat Ditindaklanjuti

Sebuah segmen harus dapat ditindaklanjuti atau dilayani oleh pelaku bisnis. Jika bagian tersebut ternyata memiliki kebutuhan atau permintaan di luar kemampuan bisnis, tentu saja transaksi tidak akan terealisasi.

Jenis-jenis Segmentasi Pasar dan Contohnya

Jenis-Jenis dan Contoh Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar dibagi menjadi beberapa jenis yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis beserta contohnya:

1. Geografis

Segmentasi yang satu ini bisa dikatakan sebagai salah satu segmentasi tradisional dan paling mudah. Umumnya, orang yang tinggal di satu daerah cenderung memiliki kebiasaan membeli yang berbeda dari daerah lain.

Contoh yang paling mudah adalah masyarakat di kota dan desa, keduanya tentu memiliki kebiasaan yang berbeda. Produk gaya hidup laku keras di daerah perkotaan, tetapi cenderung tidak populer di daerah pedesaan.

Contoh lainnya adalah perbankan di mana bank menawarkan tabungan yang berbeda khusus untuk masyarakat pedesaan.

2. Demografis

Beberapa variabel yang biasa digunakan dalam segmentasi demografis: usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, status keluarga, dan pendidikan.

Contoh segmentasi pasar berdasarkan usia adalah remaja, dewasa, dan manula. Jenis kelamin tentu saja adalah pria dan wanita, sedangkan pekerjaan meliputi pelajar, ibu rumah tangga, pedagang, petani, pekerja kantoran, dll.

Kamu juga bisa membaginya berdasarkan jumlah penghasilan, misalnya penghasilan di bawah 7 juta rupiah per bulan, penghasilan 7-10 juta rupiah per bulan, hingga penghasilan di atas 15 juga per bulan. Penghasilan ini tentu akan sangat mempengaruhi daya beli seseorang.

Satu segmen bisa terdiri dari beberapa variabel yang berbeda. Misalnya, sebuah produk perawatan kulit untuk remaja menargetkan target pasar remaja perempuan yang berstatus pelajar dan memiliki penghasilan di bawah 5 juta rupiah.

3. Psikografis

Tipe ini mengkategorikan konsumen berdasarkan aspek psikologisnya seperti gaya hidup, kepribadian, gaya hidup, dan minat konsumen. Segmentasi ini dianggap lebih sulit dibandingkan demogafis karena sifatnya yang subjektif.

Meski begitu, bukan berarti tidak bisa diterapkan. Jika segmentasinya tepat, pelaku bisnis tetap berpotensi mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Contoh segmentasi psikologis adalah menawarkan produk makanan hewan kepada anggota pecinta hewan atau keanggotaan gym yang pecinta olahraga.

4. Perilaku

Segmentasi ini merupakan pengelompokan pasar berdasarkan pengetahuan, sikap, dan penggunaan atau respon terhadap suatu produk.

Segmentasi ini dapat membantu mengidentifikasi calon pembeli, seberapa sering dan seberapa banyak seseorang membeli, dan kapan konsumen akan membeli produk tersebut.

Contohnya adalah perusahaan telepon rumah yang membagi segmennya menjadi pelancong bisnis dan wisatawan.

5. Manfaat

Umumnya, perilaku konsumen lebih bergantung pada manfaat yang dicari dalam suatu produk daripada faktor demografis.

Tentu saja, pembeli ingin mendapatkan manfaat sebanyak mungkin dari produk yang dibelinya, tetapi setiap pembeli menginginkan manfaat yang berbeda.

Misalnya, ada pembeli sabun yang lebih mementingkan bau dan tekstur sabun, tetapi ada juga yang lebih mementingkan sabun yang membersihkan lebih efektif.

Disarankan untuk menggunakan segmen yang sudah ada saat menggunakan segmen ini, dan kemudian membuat fitur baru nantinya. Bisa jadi perusahaan membutuhkan beberapa pilihan produk untuk memenuhi semua manfaat yang diinginkan pelanggan.

Tahapan

Tahapan Segmentasi Pasar

Berikut ini adalah beberapa tahapan segmentasi pasar yang perlu kamu ketahui, yaitu:

1. Melakukan Survei

Hal pertama yang harus dilakukan adalah riset untuk mengenal pelanggan lebih dekat. Salah satu caranya adalah dengan melakukan survei, baik melalui wawancara atau dengan menyebarkan kuesioner.

Pertanyaan survei awal dapat dibuat lebih umum dan kemudian mengarah ke pertanyaan yang lebih spesifik untuk memudahkan pembentukan pengelompokan. Tujuan melakukan survei adalah untuk mengetahui motivasi dan sikap masyarakat terhadap suatu barang atau jasa.

2. Menentukan Jenis Segmentasi

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menentukan jenis segmentasi yang diinginkan. Apakah ingin mengelompokkan pelanggan secara demografis, geografis, psikografis, perilaku, atau yang lainnya.

4. Buat Segmentasi Pasar

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membentuk segmentasi pasar berdasarkan data yang diperoleh dari langkah pertama.

Data bisa diolah atau kamu bisa menggunakan software statistik untuk membentuk segmen. Nantinya, akan ada berbagai kelompok segmen yang akan dijadikan target pemasaran untuk bisnis tersebut.

4. Melakukan Uji Segmentasi

Tahap terakhir adalah menentukan apakah segmen tersebut dapat digunakan dalam bisnis dan memberikan manfaat yang diinginkan.

Jika bagian tersebut tidak relevan dengan produk dan tidak mendatangkan penjualan, berarti segmen tersebut tidak berhubungan dengan bisnis.

Tanya Jawab Segmentasi Pasar

Berikut ini adalah tanya jawab seputar segmentasi pasar, yaitu:

1. Bagaimana Perusahaan Melakukan Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar mengidentifikasi calon klien yang akan membeli barang kamu. Segmen pasar ini ditentukan dengan cara mengklasifikasikan dan menyesuaikan barang yang akan dipasarkan dengan minat, kesamaan, dan kebutuhan konsumen.

2. Apa Pentingnya Segmentasi Pasar Bagi Perusahaan?

Segmentasi pasar memungkinkan bisnis untuk lebih memahami tingkat keinginan dan harapan klien. Dengan demikian, perusahaan dapat memberikan berbagai penawaran dan promosi kepada klien yang memenuhi persyaratan dan preferensi mereka.

BACA JUGA:

Pengertian Pasar, Fungsi, Ciri dan Jenisnya
Pengertian Pasar Monopoli, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan
Pengertian Sistem Ekonomi Pasar, Kelebihan dan Kekurangannya

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa apa itu segmentasi pasar adalah proses target pasar menjadi kelompok yang lebih kecil dengan kategori yang lebih spesifik.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar apa itu segmentasi pasar, keuntungan, syarat, jenis-jenis, contoh, hingga tahapan segmentasi pasar. Semoga bermanfaat ya!

Related Articles

Back to top button