Pengertian Profesi Akuntan, Jenis, Tugas dan Etikanya

Teknatekno.com – Bagi kamu yang tertarik atau berencana untuk menjalankan profesi sebagai seorang akuntan, memahami pengertian profesi akuntan beserta tugas, etika dan jenis-jenis profesi akuntan sangatlah diperlukan. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis profesi akuntan dengan spesifikasi khususnya masing-masing.

Profesi akuntansi dipandang sebagai profesi yang membanggakan dan bergengsi, serta kehadirannya sangat bergantung pada pengakuan dan kepercayaan publik.

Seorang akuntan memainkan peran penting dalam setiap bisnis, besar atau kecil. Karena akuntan menangani berbagai tugas, mereka memberikan beberapa keuntungan. Untuk lebih jelas lagi dalam memahami apa itu profesi akuntan, mari simak penjelasan dari Teknatekno dibawah ini.

Profesi Akuntan Adalah

Profesi Akuntan Adalah

Jadi, apa sebenarnya profesi akuntan itu? Menurut KBBI, pengertian profesi akuntan adalah ahli akuntansi yang bertugas menyusun, memberi nasihat, mengawasi, memeriksa, dan meningkatkan pembukuan dan administrasi perusahaan atau badan pemerintah.

Secara umum, pengertian profesi akuntan adalah suatu pekerjaan yang berkaitan dengan pencatatan dan penghitungan keuangan suatu perusahaan atau lembaga.

Semua pendapatan dan pengeluaran perusahaan harus diperiksa oleh akuntan untuk mencegah konsekuensi negatif. Laporan keuangan yang dibuat secara sistematis dan lengkap menyimpan bentuk pencatatan dan pencatatan keuangan perusahaan.

Seorang akuntan seharusnya berhati-hati saat mengumpulkan dana bisnis untuk menghindari kesalahan perhitungan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi di Indonesia yang menaungi para akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yang dibentuk pada tahun 1957, berupaya membantu akuntan Indonesia meningkatkan kualitas pekerjaannya.

Untuk menjadi seorang akuntan, kamu harus mengikuti kode etik profesi dan berperilaku sesuai dengan etika dan standar akuntansi Indonesia. Ada beberapa standar akuntansi di Indonesia yang digunakan di berbagai perusahaan dan organisasi.

Akan tetapi, standar utama akuntansi yang digunakan di Indonesia adalah IFRS (International Financing Reporting Standards) yang berlaku di seluruh dunia.

Indonesia juga telah bergabung dengan IFAC (International Federation of Accountants), maka dari itu IFRS digunakan sebagai standar akuntansi di Indonesia.

Pengertian Profesi Akuntan Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan pendapatnya tentang definisi profesi akuntan, diantaranya:

1. International Federation of Accountants (dalam Regar, 2003)

Profesi akuntansi menurut International Federation of Accountants (dalam Regar, 2003), adalah semua bidang pekerjaan yang menggunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk akuntan publik, akuntan internal yang bekerja di perusahaan industri, keuangan, atau perdagangan, akuntan yang bekerja di pemerintahan, dan akuntan sebagai pendidik.

2. Aulia (2016)

Profesi akuntan menurut Aulia (2016), adalah semua bidang pekerjaan yang menggunakan keahlian akuntansi, seperti pekerjaan sebagai akuntan publik, akuntan internal yang bekerja pada perusahaan jasa atau perdagangan, akuntan yang bekerja di pemerintahan, dan seorang akuntan pendidik yang mendistribusikan pengetahuan akuntansinya kepada orang lain, seperti murid-muridnya.

3. Rahayu dan Rusmawan (2010)

Pengertian profesi akuntan menurut Rahayu dan Rusmawan (2010) adalah ruang lingkup pekerjaan atau operasi akuntansi yang dilakukan oleh akuntan. Aktivitas akuntansi adalah proses pengumpulan, pengukuran, dan pelaporan data ekonomi.

Kode Etik Profesi Akuntan

Kode Etik Profesi Akuntan

Akuntan harus memahami norma-norma dasar berupa kode etik profesi dan standar pekerjaan yang diembannya selain pemahaman dan pembelajaran tentang akuntansi.

Kode etik profesi adalah seperangkat prinsip yang menjadi landasan bagi eksistensi profesi serta landasan atau tolak ukur untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.

Pedoman etiket berikut termasuk dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia:

  1. Tanggung jawab profesi, yaitu mencakup melakukan semua tindakan dengan perhatian moral dan profesional.
  2. Kepentingan publik, yaitu wajib beroperasi untuk kepentingan umum dengan melayani publik, menjunjung tinggi kepercayaan publik, dan menunjukkan profesionalisme.
  3. Integritas, yaitu dalam usahanya harus menjalankan kewajiban profesionalnya dengan penuh integritas untuk menjaga dan menumbuhkan kepercayaan publik.
  4. Objektivitas, yaitu bersikap objektif, tidak memihak, dan tidak memiliki konflik kepentingan saat menjalankan tugas profesional.
  5. Kompetensi, yaitu salah satu jaminan mutu dan mutu pelayanan dari seorang ahli jasa.
  6. Kehati-hatian, yaitu bersikap tekun dan cermat sesuai dengan teknis dan profesional yang berlaku ketika memberikan jasa profesional akuntan.
  7. Kerahasiaan, yaitu menghargai kerahasiaan informasi yang didapat selama menjadi jasa profesional akuntan.
  8. Standar teknis, yaitu melakukan operasi profesional mereka sesuai dengan standar teknis dan profesional yang sesuai.

Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan

Bagi kamu yang berkeinginan untuk menjalankan profesi sebagai seorang akuntan, berikut ini beberapa penjelasan mengenai tugas dan kewajiban seorang akuntan:

  1. Mengelola serta membuat laporan keuangan, catatan, nota atau faktur, serta akun.
  2. Melakukan proses penagihan, seperti sewa, pajak, dan pendapatan.
  3. Mengelola serta mencatat setiap transaksi keuangan dalam buku besar.
  4. Memelihara serta memperbaiki file dan catatan yang berhubungan dengan finansial perusahaan.
  5. Menyusun laporan keuangan serta menganalisis anggaran untuk menghindari pengeluaran berlebihan.
  6. Menghitung serta menyiapkan laporan keuangan pajak sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku.
  7. Menganalisis transaksi dengan pemangku kepentingan.
  8. Melakukan kegiatan tutup buku di akhir bulan dan di akhir tahun.
  9. Menyiapkan dokumen yang diperlukan dalam audit laporan keuangan.
  10. Bertanggung jawab kepada manajer akuntansi serta melaporkannya kepada manajer.

Keahlian yang Harus Dimiliki Seorang Akuntan

Karena akuntan bekerja secara langsung dengan uang perusahaan, diperlukan kemampuan khusus. Maka pertama, seorang akuntan harus memiliki keterampilan matematika dasar.

Mereka harus berurusan dengan angka-angka sambil memperkirakan biaya dan keuntungan perusahaan. Kedua, seorang akuntan harus melek dalam membaca, menulis, dan mendengarkan.

Sedangkan soft skill seorang akuntan meliputi kemampuan berkomunikasi, jujur, dan komprehensif. Seorang akuntan juga dituntut untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah.

Kemampuan pemecahan masalah seorang akuntan sangat penting. Ketika seorang akuntan dihadapkan dengan banyak masalah numerik yang harus ditangani secara rasional, dia mungkin menggunakan metode ini.

Jenis-Jenis Profesi Akuntan

Jenis-Jenis Profesi Akuntan

Profesi akuntan berdasarkan spesifikasinya terbagi menjadi delapan jenis. Berikut penjelasannya:

1. Akuntan Publik

Akuntan publik adalah akuntan wiraswasta yang bekerja untuk siapa saja. Akuntan semacam ini umumnya bekerja untuk perusahaan swasta yang menyediakan audit laporan keuangan, penyusunan sistem akuntansi, dan jasa independen lainnya.

2. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja dibawah pengawasan pemerintah. Akuntan pemerintah ini sering dipekerjakan oleh instansi pemerintah seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

3. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang mengajar dan membuat kurikulum akuntansi di sekolah atau lembaga. Akuntan pendidik sering melakukan penelitian terkait dengan kemajuan ilmu akuntansi yang dapat dimanfaatkan oleh calon akuntan.

4. Akuntan Internal

Akuntan internal adalah akuntan keuangan yang bekerja untuk sebuah perusahaan. Akuntan internal seringkali bertanggung jawab atas segala hal mulai dari akun keuangan perusahaan hingga pembuatan anggaran perusahaan.

5. Akuntan Syariah

Ini adalah jenis akuntan baru di Indonesia. Akuntan syariah adalah akuntan yang bekerja untuk perusahaan yang mengikuti hukum syariah Islam, standar akuntansi syariah, dan penilaian Majelis Ulama Indonesia (MUI).

6. Akuntan Pajak

Akuntan pajak yaitu salah satu layanan yang mulai digunakan oleh beberapa bisnis di Indonesia. Akuntan pajak bertugas melakukan pencatatan pajak dan keuangan, yang kemudian diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak.

7. Akuntan Manajemen

Akuntan manajemen adalah akuntan yang menilai kesehatan keuangan perusahaan dan implikasinya terhadap bisnis secara keseluruhan.

Akuntan manajemen dapat menyarankan pekerja tingkat eksekutif perusahaan tentang cara meningkatkan status keuangan organisasi berdasarkan analisis mereka.

Seorang akuntan manajemen sering bertanggung jawab atas aspek keuangan lainnya, seperti manajemen risiko, analisis laba, dan penganggaran. Akuntan manajemen sering memulai karir mereka sebagai akuntan biaya atau auditor internal junior.

8. Akuntan Forensik

Akuntan forensik adalah akuntan yang memeriksa dokumen keuangan untuk mendeteksi penipuan, kesalahan, atau kelalaian. Akuntan forensik harus memverifikasi bahwa dokumen-dokumen ini sesuai dengan undang-undang dan peraturan lokal, negara bagian, dan federal.

Akuntan forensik ini dapat beroperasi secara individu maupun untuk perusahaan yang berspesialisasi dalam akuntansi forensik. Akuntan yang menerapkan keterampilan keuangannya dalam forensik sering disebut sebagai saksi di pengadilan.

Jenis Profesi Akuntan yang Ada di Indonesia

Jenis Profesi Akuntan yang Ada di Indonesia

Ada berbagai macam jenis profesi akuntan yang terdapat di Indonesia. Tentu saja, profesi ini didasarkan pada persyaratan pekerjaan. Ini juga akan melengkapi referensi karir saat ini dan memperluas kesempatan kerja bagi para profesional. Berikut penjelasannya:

1. Perencana Keuangan (Financial Planner)

Seorang perencana keuangan harus memiliki keterampilan yang sesuai dan bersedia menekuni profesinya. Magang di suatu perusahaan merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang financial planner.

Korporasi mengatur keuangannya. Kemudian akuntan dapat mencari akreditasi sebagai perencana keuangan dari organisasi yang sesuai.

2. Credit Analyst

Analis kredit diperlukan dalam lembaga keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan, dan leasing. Tanggung jawab utamanya adalah menilai kelayakan kredit calon peminjam.

Dalam skenario ini, untuk membayar kembali pinjaman, khususnya jumlah pokok serta bunga saat ini. Seorang analis kredit harus memiliki kompetensi yang sangat penting. Dan perusahaan sangat membutuhkan analis kredit.

3. Financial Analyst

Analis keuangan membutuhkan laporan keuangan untuk melakukan pekerjaan mereka. Laporan tersebut kemudian ditinjau dari segi keadaan dan dinilai tergantung pada kemampuan perusahaan di masa yang akan datang.

Tujuan dari metode analisis keuangan ini adalah untuk menemukan dan mengantisipasi tren perusahaan. Kemudian seorang analis keuangan akan memberikan solusi untuk mengurangi risiko bagi perusahaan.

4. Business Analyst

Profesi analis bisnis ini mengajarkan orang dan bisnis bagaimana melakukan analisis untuk tuntutan bisnis mereka. Dan, dengan menggunakan keterampilan mendengarkan seorang analis bisnis, berikan solusi nyata.

Seorang analis bisnis yang terlatih akan menghasilkan dan mengidentifikasi penyimpangan dalam organisasi. Dan memastikan bahwa suatu perusahaan berfungsi dengan lancar secara keseluruhan sesuai dengan tujuan perusahaannya.

5. Akuntan Profesional

Seorang akuntan profesional dipekerjakan di sektor-sektor seperti baja, pertambangan, perawatan kesehatan, dan distribusi. Seorang akuntan profesional adalah seseorang dengan keahlian sebelumnya yang bekerja untuk perusahaan besar. Dan itu berkaitan dengan pekerjaan akuntan profesional di perusahaan tempat dia bekerja.

6. Auditor Profesional

Auditor profesional diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu auditor internal dan auditor eksternal. Seorang auditor internal bekerja untuk satu perusahaan secara spesifik. Sedangkan auditor eksternal bekerja untuk bisnis yang menyediakan jasa audit independen.

Saat bekerja sebagai auditor, akuntan harus memperhatikan laporan keuangan perusahaan dengan cermat. Apakah laporan perusahaan sudah mematuhi aturan akuntansi keuangan atau belum.

7. Konsultan Software Akuntansi

Pekerjaan konsultan software akuntansi adalah berkonsentrasi pada proses bisnis dan implementasinya. Mengumpulkan kebutuhan pengguna, menetapkan prosedur bisnis, melakukan analisis perusahaan, dan menerapkan software akuntansi adalah contoh bagaimana melakukannya.

Seorang konsultan software harus dapat memahami proses bisnis dalam suatu industri atau perusahaan dan menyesuaikan software akuntansi yang disajikan untuk memenuhi tuntutan perusahaan.

Dengan penjelasan tentang jenis analisis perusahaan, akan lebih dipahami dan dieksplorasi kebutuhan perusahaan, memungkinkan kamu untuk menerapkan dan memilih software akuntansi yang sesuai untuk bisnis.

Gaji Akuntan di Berbagai Perusahaan di Indonesia

Gaji Akuntan di Berbagai Perusahaan di Indonesia

Akuntan adalah profesi yang menggiurkan dengan banyak peluang kerja dan gaji yang besar. Namun, itu tergantung pada kredensial dan kompetensi yang dimiliki.

Seorang akuntan memiliki banyak kewajiban dan tanggung jawab, sehingga tidak disangka mereka dibayar dengan baik. Gaji awal seorang akuntan mungkin berkisar antara Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 4.500.000.

Selain keterampilan dan sertifikasi, berbagai faktor eksternal tambahan mungkin mempengaruhi pendapatan akuntan. Lokasi kantor, keadaan kantor, ukuran organisasi, dan lama kerja semuanya menunjukkan hal ini.

Tuntutan Aktivitas Manajemen

Akuntansi tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manajemen dalam menjalankan kewajibannya. Akuntansi menghasilkan informasi bagi manajemen dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Akibatnya, akuntan harus memahami tuntutan manajemen seperti:

1. Good Corporate Governance (GCG)

Good corporate governance (GCG) adalah pendekatan yang baik untuk mengelola dan membimbing korporasi berdasarkan transparansi, kejujuran, dan akuntabilitas yang sejalan dengan prinsip-prinsip berikut:

  1. Bersikap adil kepada semua pemegang saham.
  2. Hak pemegang saham dilindungi.
  3. Keterlibatan pemegang saham dalam tata kelola perusahaan
  4. Transparansi.
  5. Pentingnya fungsi dewan direksi dalam organisasi.

Adapun keuntungan dari good corporate governance antara lain:

  1. Operasi bisnis yang lebih efisien.
  2. Dapat meningkatkan kepercayaan publik.
  3. Dapat mendongkrak produktivitas.
  4. Menurunkan resiko.

2. Business Ethic

Business ethic adalah sikap positif dalam melaksanakan pengelolaan operasional perusahaan secara praktis dengan sikap adil melalui etika, dengan prinsip-prinsip etika berikut:

  1. Harga diri
  2. Keadilan
  3. Kehati-hatian
  4. Kejujuran dan keterbukaan
  5. Niat baik

3. Profesionalisme

Profesionalisme adalah pendekatan serius untuk menjalankan profesi seefektif mungkin dengan memenuhi standar kerja dan memperoleh sertifikasi.

4. Corporate Culture

Corporate culture atau budaya perusahaan, khususnya dengan mengkomunikasikan visi dan misi perusahaan kepada seluruh elemen organisasi melalui perubahan budaya kerja.

Dengan terus menyatukan tekad dan perilaku keteladanan, serta dengan mengembangkan sistem keterbukaan (transparency) dan tanggung jawab (accountability), reorganisasi, relokasi , dan rekonstruksi.

FAQ Seputar Accountant

FAQ

Berikut pertanyaan seputar profesi akuntan.

Seorang Akuntan Harus Lulusan Apa?

Bagi kamu yang tertarik menjadi akuntan harus memiliki gelar sarjana di bidang akuntansi, manajemen, atau bidang terkait. Beberapa perusahaan mungkin memerlukan gelar master untuk profesi ini.

Bagaimana Ciri Ciri Akuntan yang Baik?

Berikut adalah 10 ciri-ciri dasar yang harus dimiliki oleh seorang akuntan:

  1. Akurat
  2. Detail
  3. Logis
  4. Terukur
  5. Konsisten
  6. Disiplin
  7. Skeptis
  8. Sederhana
  9. Jujur
  10. Gigih

BACA JUGA:

Pengertian Akuntansi Biaya Menurut Para Ahli Lengkap
Pengertian Akuntansi Keuangan Menurut Para Ahli Terbaru
Pengertian Akuntansi Perpajakan, Prinsip dan Contohnya

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan lengkap seputar profesi akuntan yang bisa Teknatekno jelaskan, mulai dari pengertiannya hingga tuntutan manajemen yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu terutama bagi kamu yang berencana untuk mengambil jenjang karir sebagai seorang akuntan.

Related Articles

Back to top button