Pengertian Sistem Ekonomi Liberal, Kelebihan dan Kekurangan

Teknatekno.com – Teknozen apakah kamu sudah tahu tentang pengertian sistem ekonomi liberal? Sistem ekonomi liberal ini merupakan suatu bentuk sistem ekonomi dengan kebebasan yang sangat tinggi bagi setiap orang yang melakukan kegiatan ekonomi.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang cukup besar, setiap keputusan ekonomi dalam sistem ini akan mengacu pada ekonomi pasar, sistem ekonomi ini juga sangat menghargai semua hak milik pribadi. kamu bisa melihat artikel di bawah ini untuk lebih jelasnya mengenai sistem ekonomi liberal.

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang dalam pelaksanaannya memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat dalam menjalankan usaha atau bisnisnya.

Umumnya, masyarakat di suatu negara yang menganut sistem ekonomi liberal bertujuan untuk melakukan kegiatan ekonomi secara bebas dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Semua masyarakat dalam sistem ekonomi ini berhak memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan perekonomian mereka sendiri. Sedangkan dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi liberal menganut sistem ekonomi pasar dan sangat menjunjung tinggi hak milik pribadi.

Selain disebut sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi ini juga dikenal dengan sistem ekonomi pasar bebas dan sistem ekonomi laissez faire. Setiap negara memiliki seperangkat hukum ekonominya sendiri. Untuk mempelajari tentang hukum ekonomi di Indonesia,

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Suatu negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal pasti akan memiliki ciri tertentu. Di bawah ini adalah beberapa ciri ekonomi liberal, yaitu:

1. Harga Akan Dibentuk di Pasar Bebas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sistem ekonomi ini sangat menganut sistem ekonomi pasar bebas. Jadi semua harga akan terbentuk atau ditentukan di pasar bebas. Salah satu faktor penentu harga pasar adalah pesaing.

2. Adanya Kebebasan untuk Berusaha dan Bersaing

Sistem ekonomi ini juga memberikan kebebasan kepada para pelaku bisnis. Sistem ini merupakan tempat yang cocok bagi para pemilik usaha untuk berusaha dan bersaing dalam satu bidang usaha atau lainnya.

Dalam sebuah pasar, pasti akan ada satu atau dua bisnis yang bergerak di bidang yang sama. Sehingga nantinya akan terjadi persaingan antar pedagang.

3. Campur Tangan Pihak Pemerintah Sangat Terbatas

Dalam sistem ini, pemerintah memiliki akses yang sangat terbatas untuk mengintervensi urusan ekonomi suatu usaha yang sedang berjalan. Hal ini dikarenakan semua keputusan ekonomi berada di tangan masing-masing pemilik usaha. Dalam hal ini pemerintah tidak dapat mencampuri atau mengubah apapun.

4. Bebas Mempunyai Alat Produksi Sendiri

Dalam menunjang kegiatan bisnisnya, pemilik usaha tentu akan membutuhkan alat produksi yang sesuai. Dalam hal ini, pemerintah tidak berhak melarang masyarakatnya untuk memiliki alat produksi sendiri yang dapat digunakan untuk mengembangkan usahanya.

5. Segala Kegiatan Ekonomi Didasarkan pada Prinsip Keuntungan

Semua pelaku ekonomi atau pemilik usaha bebas melakukan kegiatan ekonomi di bidang apapun, asalkan memiliki orientasi pada keuntungan atau laba. Profit adalah keuntungan yang diperoleh oleh seorang pemilik usaha yang mereka geluti.

Salah satu pengaruh dari sistem ekonomi ini adalah globalisasi, yang membawa perubahan ke seluruh belahan dunia yang dapat kamu pelajari dalam buku globalisasi, ekonomi konstitusional, dan ekonomi nobel.

Negara-Negara dengan Sistem Ekonomi Liberal

Negara-Negara dengan Sistem Ekonomi Liberal

Nah habis membahas pengertian dan macam-macam sistem ekonomi liberal. Berikut ini Teknatekno akan membahas negara-negara yang menganut sistem ekonomi ini yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

  1. Albania.
  2. Armenia.
  3. Austria.
  4. Belgia.
  5. Bulgaria.
  6. Kroasia.
  7. Siprus.
  8. Republik Cekoslowakia.
  9. Denmark.
  10. Estonia.
  11. Finlandia.
  12. Prancis.
  13. Jerman.
  14. Yunani.
  15. Hungaria.
  16. Islandia.
  17. Italia.
  18. Latvia.
  19. Lithuania.
  20. Luksemburg.
  21. Makedonia.
  22. Moldova.
  23. Belanda.
  24. Norwegia.
  25. Polandia.
  26. Portugal.
  27. Rumania.
  28. Rusia.
  29. Serbia Montenegro.
  30. Slovakia.
  31. Slovenia.
  32. Spanyol.
  33. Swedia.
  34. Swiss.
  35. Ukraina.
  36. Inggris.
  37. Andorra.
  38. Belarus.
  39. Bosnia-Herzegovina.
  40. Kepulauan Faroe.
  41. Georgia.
  42. Irlandia.
  43. San Marino.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Semua sistem ekonomi pasti memiliki kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, suatu negara ingin menerapkan sistem ekonomi tersebut. Untuk itu, beberapa negara sengaja menerapkan sistem ekonomi ini karena beberapa hal yang menguntungkan di dalamnya.

Di bawah ini adalah kelebihan sistem ekonomi liberal yang bisa dinikmati oleh suatu negara yang menerapkannya:

1. Produksi Barang Akan Didasarkan Pada Kebutuhan Pasar

Pelaku usaha tidak akan membuat suatu produk jika konsumen atau masyarakat tidak membutuhkan barang tersebut. Produk yang beredar di pasar tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu.

2. Adanya Produk yang Berkualitas

Dengan adanya persaingan pasar yang sangat ketat. Maka akan terjadi persaingan dalam kualitas produk juga. Dimana para produsen akan berlomba-lomba untuk membuat produk dengan kualitas yang tinggi agar masyarakat tertarik untuk membelinya.

3. Menumbuhkan Sikap Kreatif dan Inovatif Pelaku Usaha

Para pelaku usaha tentunya akan berusaha untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka dalam membuat produk. Hal ini bertujuan agar produk yang mereka ciptakan berbeda dengan produsen lain dan memiliki nilai tambah yang lebih berkualitas dari produk lainnya.

Dengan banyaknya dampak globalisasi, salah satunya adalah pada perekonomian yang seringkali tidak dapat dihindari dan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Selain memiliki banyak kelebihan, sistem ekonomi ini juga memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari sistem ekonomi ini yang perlu kamu ketahui:

1. Adanya Kesenjangan Ekonomi Masyarakat

Kesenjangan yang terjadi pada sistem ekonomi liberal adalah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal ini terjadi karena produsen mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat dan produk apa yang harus mereka hasilkan.

Dengan demikian, produsen niscaya akan semakin kaya. Khususnya bagi produsen yang sudah terkenal, mereka akan lebih maju, sehingga sulit bagi pedagang baru untuk menarik minat pasar. Dengan demikian, yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin.

2. Eksploitasi Sumber Daya Alam yang Berlebihan

Ketika masyarakat membutuhkan produk tertentu, banyak produsen akan memproduksi barang tersebut secara bersamaan dan dalam skala besar. Hal ini akan menyebabkan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

3. Terjadi Persaingan Tidak Sehat Antar Pelaku Usaha

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sistem ekonomi ini sangat berorientasi pada keuntungan. Sehingga hal ini akan menyebabkan para produsen berlomba-lomba dalam menarik konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara apapun.

Oleh karena itu, akan terjadi persaingan yang tidak sehat. Para pemilik usaha akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan.

4. Pedagang Baru Kesulitan Mencari Penghasilan

Pedagang baru akan kesulitan mencari peluang untuk menarik konsumen karena banyak pedagang lama yang sudah menguasai pasar.

Oleh karena itu, akan terjadi persaingan yang ketat dan pedagang baru akan kesulitan meraih keuntungan. Jika produk yang disajikan oleh pedagang baru tidak berkualitas dan tidak memiliki keunggulan. Maka sudah pasti produk mereka tidak akan laku.

Di dunia ini, ada beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi ini. Antara lain, Perancis, Amerika, Jepang, Inggris, dan Jerman. Namun sistem ekonomi ini juga diterapkan di masing-masing negara tersebut telah disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya.

Indonesia sendiri tidak termasuk dalam negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia masih bisa melakukan intervensi dalam mengembangkan usaha perorangan.

Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan yang sudah besar atau dikenal, umumnya akan mempengaruhi pendapatan per kapita negara.

Tujuan Sistem Ekonomi Liberal

Tujuan Sistem Ekonomi Liberal

Tujuan dari sistem ekonomi ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, sistem ekonomi liberal bertujuan untuk mengembangkan atau memberikan kebebasan kepada pelaku usaha dalam bersaing secara bebas dan berinovasi secara bebas.

Sedangkan yang kedua adalah hak milik pribadi atas semua proses produksi akan diakui. Kemudian yang terakhir, terkait penentuan suatu harga akan dilakukan di pasar oleh masing-masing produsen.

Namun kamu tetap mengikuti hukum yang berlaku. Di sini, pemerintah hanya bertindak sebagai pengatur dan penjaga mekanisme yang ada di pasar.

Selanjutnya, dalam prosesnya, pemerintah memiliki empat peran dalam sistem ekonomi liberal ini. Yang pertama adalah menerapkan kebijakan anggaran yang cukup ketat, misalnya menghilangkan harga-harga bersubsidi. Yang kedua adalah liberalisasi di sektor keuangan negara.

Kemudian yang ketiga adalah liberalisasi dalam sistem perdagangan. Keempat atau yang terakhir, pemerintah akan melakukan privatisasi perusahaan milik negara. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari sistem ekonomi liberal yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  • Sistem ekonomi ini juga memiliki tujuan: untuk memberikan dan mengembangkan kebebasan kepada setiap individu dalam bersaing secara sehat di pasar.
  • Hak milik pribadi terhadap semua faktor produksi akan diakui.
  • Pembentukan harga merupakan sesuatu yang terjadi secara tidak alamiah, dimana harga pasar diperoleh dari regulasi pasar yang dilakukan oleh suatu negara melalui kebijakan hukum.
  • Namun demikian, jika didasarkan pada ketiga prinsip di atas, maka peran negara dalam sistem ekonomi liberal sangat terbatas dan hanya mendapat peran sebagai pengatur dan penentu kebijakan dari mekanisme pasar.

Sementara itu, dalam proses pengembangan sistem ekonomi ini, pemerintah hanya berperan dalam empat hal, yaitu:

  • Menerapkan anggaran yang ketat, termasuk penghapusan subsidi pemerintah.
  • Mereka melakukan liberalisasi sektor keuangan.
  • Liberalisasi perdagangan.
  • Melaksanakan privatisasi badan usaha milik negara.

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Setelah membahas pengertian, jenis-jenis, negara yang menganut sistem ini, serta kelebihan dan kekurangannya, Teknatekno akan membahas contoh sistem ekonomi liberal yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

1. Pemerintah Tidak Boleh Ikut Campur dalam Kegiatan Ekonomi

Secara historis, sistem ekonomi ini sangat menentang campur tangan pemerintah. Alasannya, negara sering kali berperan sebagai wadah untuk mengakomodasi kepentingan bisnis yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Jadi, pemerintah tidak memiliki peran yang signifikan dalam sistem ekonomi ini.

2. Pihak Swasta menguasai sumber-sumber Produksi Akan

Karena dalam sistem ekonomi ini pemerintah tidak memiliki peran yang signifikan. Sehingga yang terjadi adalah pihak swasta akan dengan leluasa menguasai sumber produksi.

3. Masyarakat Memiliki Kebebasan Berkreasi dalam Kegiatan Ekonomi

Dalam sistem ekonomi ini, kebebasan adalah yang paling dijunjung tinggi. Oleh karena itu, masyarakat memiliki kebebasan untuk melakukan perdagangan. Baik usaha perorangan maupun perusahaan berbadan hukum harus berpikir kreatif dan inovatif. Agar dapat membuat atau mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan menarik banyak konsumen.

4. Efisiensi Produksi Tinggi

Dengan tingginya persaingan di masyarakat, efisiensi produktivitas juga semakin tinggi. Hal ini bertujuan agar tidak tertinggal oleh individu atau badan usaha lainnya.

5. Hak Kepemilikan Pribadi Diakui

Dengan tidak adanya campur tangan pemerintah, hak milik pribadi kembali diakui.

Dampak Negatif Sistem Ekonomi Liberal Bagi Negara

Dampak Negatif Sistem Ekonomi Liberal Bagi Negara

Secara umum, sistem ekonomi ini juga erat kaitannya dengan politik multilateral. Hal ini terjadi melalui kartel-kartel yang mengelola sistem perdagangan, misalnya bank dunia. Situasi ini dapat menyebabkan berkurangnya otoritas pemerintah sampai titik terendah.

Dimana sistem ekonomi liberal akan mengakibatkan tekanan intervensi pemerintah dan dapat meningkatkan kekuatan pembangunan ekonomi.

Namun, sistem ekonomi liberal bertolak belakang dengan pendekatan ekonomi sosialis, environmentalis dan proteksionis. Sistem ekonomi ini secara tidak langsung bertentangan dengan ketiga sistem ekonomi tersebut.

Tetapi kadang-kadang digunakan sebagai alat ukur untuk membujuk negara lain untuk membuka pasar mereka.

Sistem ekonomi ini juga sering menjadi penghambat perdagangan yang adil dan dapat mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial, yang harus menjadi prioritas terbesar di suatu negara.

Selain itu, sistem ekonomi ini juga mendorong peningkatan kemiskinan. Hal ini karena mengutamakan hak-hak pemilik modal, investor dan kapitalis. Sehingga dapat menjadikan mereka pada posisi sentral.

Namun di sisi lain, posisi masyarakat ditempatkan pada posisi peripheral atau tergolong ke dalam residual marginal.

Sehingga berlanjut kesan bahwa sistem ekonomi ini juga berpotensi mengusir masyarakat miskin. Dimana pembangunan untuk rakyat akan menjadi tidak seimbang dengan pembangunan ekonomi.

Pengaruh Sistem Ekonomi Liberal bagi Indonesia

Mengapa Indonesia mendapatkan pengaruh sistem ekonomi ini, padahal negara kita tidak menerapkan sistem ekonomi ini? Propaganda yang dilakukan oleh Thatcher dan Reagan telah mencapai momentumnya. Negara-negara seperti Perancis, Jerman, dan banyak negara lain yang menerapkan sistem ekonomi ini.

Sehingga sistem ekonomi yang telah dirancang Thatcher dan Reagan semakin nyata. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pasar global. Seperti liberalisasi dan privatisasi.

Untuk di Indonesia sendiri, proses penerapan berbagai kegiatan sistem ekonomi ini berlangsung secara masif. Hal ini terjadi pasca krisis pada tahun 1997 hingga 1998.

Beberapa kebijakan ekonomi pemerintah yang ada saat ini juga tampak cenderung mengikuti sistem ekonomi liberal.

Hal ini terlihat dari munculnya kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Misalnya, PT Pertamina dituntut untuk bersaing dengan perusahaan minyak dari negara lain untuk mengisi posisi penting di sektor BUMN.

Tanya Jawab Sistem Ekonomi Liberal

Berikut ini adalah tanya jawab seputar sistem ekonimi ini, antara lain:

1. Apa Perbedaan Antara Sistem Ekonomi Liberal dan Sosialis?

  • Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang sebagian besar pilihan ekonominya dibuat oleh individu, bukan oleh institusi, kelompok, atau bahkan pemerintah.
  • Sistem ekonomi sosialis: Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang diatur oleh negara.

2. Apa Penyebab Sistem Ekonomi Liberal Gagal Memberikan Kesejahteraan Rakyat?

Sistem ekonomi liberal adalah akar sumber kesengsaraan masyarakat. Karena sistem ekonomi liberal hanya berlaku untuk negara maju atau mapan.

3. Mengapa Negara Liberal Lebih Maju?

Sistem ekonomi liberal dikatakan cocok untuk bangsa-bangsa maju karena memiliki keampuhan dan efisiensi untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di negara tersebut, sehingga keuntungan dapat tumbuh lebih cepat.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian sistem ekonomi liberal yakni sejenis sistem ekonomi di mana setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ekonomi memiliki banyak kebebasan.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar pengertian sistem ekonomi liberal, ciri-ciri, negara-negara, kelebihan dan kekurangan, tujuan, contoh, dampak negatif, hingga pengaruh sistem ekonomi liberal. Sekian dan semoga bermanfaat ya!

Related Articles

Back to top button