Contoh Sistem Ekonomi Liberal Paling Lengkap

Teknatekno.com – Setelah membahas pengertian sistem ekonomi liberal, Teknatekno akan membahas contoh sistem ekonomi liberal. Permasalahan pokok ekonomi yang dihadapi masyarakat relatif sama, yaitu tentang barang dan jasa apa yang akan diproduksi.

Bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa barang atau jasa tersebut diproduksi. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem ekonomi yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Untuk lebih jelasnya kamu bisa simal artikel di bawah ini.

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal yang sering disebut sebagai sistem sosial ekonomi pasar bebas merupakan sistem ekonomi yang mengutamakan masyarakat sebagai komando pusat dan pemerintah hanya berperan sebagai pengawas kehidupan ekonomi.

Dengan demikian, masyarakat berperan dalam menjalankan semua kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi, dan konsumsi. Setiap unit masyarakat atau individu dan kelompok diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi apapun selama itu menguntungkan mereka.

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Berikut ini adalah contoh penerapan sistem ekonomi liberal dalam kehidupan sehari-hari yang perlu kamu ketahui, antara lain:

1. Pemerintah Tidak Turut Campur Dalam Kegiatan Ekonomi

Pemerintah juga memiliki peran pengawasan dalam kegiatan ekonomi negara. Bahkan, bidang ekonomi yang langsung dipegang oleh pemerintah sangat minim. Sementara itu, pihak swasta yaitu masyarakat umum memiliki peran penuh mengenai perekonomian negara.

Masyarakat bebas menentukan jenis usaha tanpa mengikuti kebijakan apapun. Dengan demikian, pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan untuk mengatur kegiatan ekonomi masyarakat di suatu negara.

2. Sumber Produksi Yang Ada Di Negara Dikuasi Oleh Pihak Swasta

Sumber-sumber produksi untuk melakukan kegiatan ekonomi mulai dari kegiatan memproduksi, mendistribusikan hingga menjualnya kepada konsumen berada di bawah kewenangan masyarakat atau pihak swasta.

Bahkan, bahan baku dan modal yang dibutuhkan juga menjadi milik masyarakat dan pemerintah tidak memiliki kewenangan atasnya. Dengan demikian, masyarakat juga memiliki peran untuk dapat meraup keuntungan sebanyak-banyaknya atas usaha yang mereka lakukan.

3. Menerapkan Kreativitas Untuk Melakukan Kegiatan Ekonomi

Masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berinisiatif dan mengeluarkan kreativitasnya dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Tidak ada batasan bagi mereka dalam menentukan barang atau jasa yang akan mereka hasilkan melalui inisiatif dan kreativitas mereka. Apalagi jika mereka mengetahui bahwa barang atau jasa tersebut akan banyak diminati di pasar dan dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar.

4. Kegiatan Produksi Memiliki Efektivitas dan Efisiensi yang Tinggi

Adanya daya saing yang tinggi antar unit individu telah menimbulkan perlombaan dalam menciptakan produk dengan proses yang efektif dan efisien.

Dengan demikian, mereka dapat menghasilkan produk yang jika dijual di pasar lebih murah dari saingannya. Semakin cepat dan efisien individu berproduksi, semakin besar keuntungan yang akan mereka peroleh.

5. Hak Kepemilikan Kelompok Maupun Perorangan Diakui Negara

Pemerintah mengakui kepemilikan sumber daya termasuk modal bagi warga negara pribadi. Melalui hak kepemilikan ini, orang dapat dengan bebas melakukan kegiatan ekonomi dan mendapatkan keuntungan darinya.

Bahkan, masyarakat yang memiliki perusahaan sendiri, bisnis dan sebagainya diakui oleh pemerintah sebagai usaha mandiri yang dapat memperluas skala usaha untuk meningkatkan jumlah devisa.

Golongan Pemberi Kerja

6. Golongan Pemberi Kerja

Dalam sistem ekonomi liberal, salah satunya adalah golongan majikan. Golongan ini merupakan kelompok masyarakat swasta yang memiliki usaha sendiri dan berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki ekonomi dan pendapatan yang tinggi.

Dengan adanya peran masyarakat sebagai pengusaha, maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang terbuka dan dapat mengurangi tingkat pengangguran.

7. Sebagai Golongan Pencari Kerja

Sebaliknya, selain keberadaan masyarakat sebagai pemberi kerja, ada juga masyarakat sebagai kelompok pencari kerja.

Mereka adalah kelompok masyarakat swasta yang berasal dari golongan menengah ke bawah yang memiliki keahlian untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang dimiliki oleh kelompok pemberi kerja.

8. Munculnya kesenjangan sosial

Dengan adanya kebebasan untuk memiliki sumber daya produksi dan melepaskan kreativitas, masyarakat akan lebih mudah menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas baik.

Barang dan jasa tersebut kemudian dapat dijual dengan harga tinggi sehingga mereka dapat memperoleh pendapatan yang tinggi. Ini hanya terjadi pada mereka yang memiliki modal besar.

Tanpa kebijakan pemerintah, masyarakat yang memiliki modal terbatas akan sulit mengembangkan usahanya dan hanya akan memperoleh pendapatan yang biasa-biasa saja, sehingga terjadi kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

9. Persaingan dalam Perdagangan

Setiap individu akan bersaing dalam produksi, distribusi atau menjual produknya kepada masyarakat luas sebagai konsumen. Harapannya adalah semakin banyak yang dijualnya, semakin banyak pula keuntungan yang akan diperolehnya.

Artinya persaingan dapat dilihat dari keinginan untuk menghasilkan barang dengan kualitas tertentu tetapi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

Mereka yang memiliki modal dan pengetahuan teknologi yang tinggi akan cepat mendapatkannya, sebaliknya produsen yang memiliki modal dan kemampuan teknologi yang sangat minim akan mudah tersaingi, yang pada akhirnya tidak akan mampu bertahan atau gulung tikar.

Menentukan Harga di Pasar Bebas

10. Menentukan Harga di Pasar Bebas

Pemerintah hanya sebagai pengawas dalam sistem ekonomi liberal, dengan demikian harga produk ditentukan oleh masyarakat dalam pasar bebas.

Harga hanya didasarkan pada biaya bahan baku dan keuntungan yang ingin diperoleh produsen. Namun, umumnya penentuan harga harus sudah disepakati oleh berbagai pihak swasta yang terlibat agar tidak terjadi kesenjangan harga yang terlalu tinggi.

11. Bebas Dalam Melakukan Usaha dan Bersaing

Masyarakat yang menerapkan sistem ekonomi ini memiliki kebebasan untuk menentukan jenis usaha apa yang akan mereka lakukan dan bersaing dengan yang lain. Pemerintah tidak membatasi masyarakat untuk berbisnis.

12. Kegiatan Ekonomi Berorientasi Pada Perolehan Laba

Biasanya, dalam menerapkan sistem ekonomi, setiap masyarakat melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh keuntungan yang besar dengan memanfaatkan hak kepemilikan sumber daya dan kebebasan berkreasi yang ada.

13. Masyarakat Berlomba-Lomba Dalam Memproduksi Barang yang Berkualitas Tinggi

Kebebasan berkreasi dan berinovasi mendorong masyarakat untuk berlomba-lomba menghasilkan produk yang memiliki kualitas tinggi dan laku di pasaran. Mereka akan memanfaatkannya dengan mengubah cara produksi atau cara memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan nilai guna barang yang dihasilkan.

14. Bebas Menentukan Jenis Usaha dan Cara Produksi Sendiri

Masyarakat memiliki kebebasan penuh atas jenis usaha yang ingin dibangunnya beserta metode produksi yang dipilihnya sesuai dengan target konsumennya nanti. Mereka tidak perlu mendapatkan persetujuan pemerintah untuk menentukan jenis usaha dan cara produksinya.

15. Mempertimbangkan Kondisi Pasar dalam Melakukan Kegiatan Ekonomi

Pertimbangan masyarakat dalam melakukan segala bentuk kegiatan ekonomi hanyalah keadaan pasar. Setiap masyarakat akan menghasilkan produk yang dibutuhkan dan menentukan harga sesuai dengan kondisi pasar.

Dari penjelasan yang dipaparkan, dapat dikatakan bahwa tujuan diterapkannya sistem ekonomi liberal di beberapa negara adalah untuk membentuk masyarakat yang terbuka terhadap perdagangan bebas di seluruh dunia.

Dan menghilangkan kebijakan-kebijakan dari sistem ekonomi sebelumnya yang dianggap melindungi masyarakat.

Maka dalam hal ini, sektor ekonomi yang diadakan oleh pemerintah berupa perbaikan jalan, sekolah, dan berbagai jenis fasilitas umum. Sedangkan sektor ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat atau dalam hal ini perusahaan swasta adalah penyediaan barang publik.

Tanya Jawab

Berikut ini adalah tanya jawab seputar sistem ekonomi liberal, yaitu:

1. Apakah Indonesia Menganut Sistem Ekonomi Liberal?

Hary Tanoesoedibjo (HT), ketua umum partai persatuan indonesia (perindo), mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa menerima sistem ekonomi kapitalis-liberal. Alasannya, kebijakan ekonomi liberal hanya berfungsi untuk meningkatkan kesenjangan sosial.

2. Apa Tujuan Diadakannya Paham Contoh Sistem Ekonomi Liberal?

Tujuan dengan diadakannya paham contoh sistem ekonomi liberal yakni dengan dua tujuan yaitu agar adanya keinginan masyarakat menuju tatanan sistem ekonomi baru dimana akan terbukanya perdagangan bebas di seluruh dunia, dan agar menghilangkan kebijakan sistem ekonomi proteksionisme.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai contoh sistem ekonomi liberal yakni masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berinisiatif dan mengeluarkan kreativitasnya dalam melakukan kegiatan ekonomi. Sekian dan semoga bermanfaat!

Related Articles

Back to top button