Ciri-Ciri Ekonomi Liberal Paling Lengkap

Teknatekno.com- Setelah membahas pengertian, kelebihan dan kekurangannya. Sekarang Teknatekno akan membahas ciri-ciri ekonomi liberal. Sistem ekonomi liberal atau bisa disebut ekonomi liberal sistem dimana tidak ada yang namanya disebut atau disebut.

Tetapi semua pihak diberikan kebebasan seluas-luasnya tanpa adanya pengaruh atau campur tangan dari pemerintah. Bisa dibilang sistem ekonomi liberal adalah salah satu sistem yang identik dengan kebebasan dan tanpa aturan.

Bisa jadi sistem ekonomi liberal ini menerapkan pendapat Adam Smith bahwa kebebasan pasar sangat dibutuhkan oleh masyarakat tanpa campur tangan pemerintah. Untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik sistem ekonomi liberal, kamu bisa simak artikel di bawah ini.

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Pengertian Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang dalam pelaksanaannya memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat dalam menjalankan usaha atau bisnisnya.

Umumnya, masyarakat di suatu negara yang menganut sistem ekonomi liberal bertujuan untuk melakukan kegiatan ekonomi secara bebas dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Semua masyarakat dalam sistem ekonomi ini berhak memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan perekonomiannya sendiri. Sedangkan dalam pelaksanaannya, sistem ekonomi liberal menganut sistem ekonomi pasar dan sangat menjunjung tinggi hak milik pribadi.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Ciri-Ciri Ekonomi Liberal

Berikut ini adalah ciri-ciri sistem ekonomi liberal yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

1. Seluruh Aktivitas Perekonomian Murni Dilaksanakan Masyarakat

Ciri-ciri utama dari sistem ekonomi liberal adalah kekuasaan dan kebebasan tertinggi diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat. Pasar menjadi pelaku utama perekonomian, di mana di dalamnya terjadi interaksi dan persaingan antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi komando dan lebih ekstrim dari sistem ekonomi campuran, dalam kedua sistem tersebut masih memiliki peran dan ruang gerak yang.

Namun dalam sistem liberal, ruang gerak pemerintah dalam perekonomian sangat terbatas sehingga pemerintah tidak boleh melakukan intervensi terhadap kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung.

2. Kebebasan yang Absolut

Jika kita hidup di negara dengan sistem ekonomi liberal, kita akan mendapatkan kebebasan yang absolut atau kebebasan yang sebebas-bebasnya dapat dikatakan tanpa batas.

Kamu bebas akan melakukan apa saja dalam perekonomian selama tidak melanggar hukum yang telah ditetapkan oleh negara tersebut. Namun tanpa menyadari kebebasan ini menimbulkan masalah atau masalah antara pihak-pihak yang terkait dengan perekonomian.

Selanjutnya, masalah ekonomi seperti inflasi, deflasi dan lain-lain juga akan sering terjadi. Kebebasan ini pada dasarnya memiliki dua dampak, yaitu positif dan negatif, yang positif akan timbul kreativitas dan persaingan, dampak negatifnya akan timbul banyak masalah.

3. Hak Milik Perorangan Diakui

Sejalan dengan kebebasan kepada individu, negara juga mengakui hak-hak mereka atas kepemilikan barang modal, alat produksi dan lain-lain.

Dengan adanya pengakuan hak individu ini, kamu akan memiliki kepercayaan diri dan motivasi untuk mengembangkan perekonomian yang ada saat ini, dengan segala upaya kamu akan berusaha mengoptimalkan apa yang mereka miliki.

Hal ini dapat berakibat buruk ketika hanya beberapa orang saja yang menguasai alat-alat vital yang menyangkut hajat hidup orang, maka masalah akan segera muncul.

4. Tujuan Kegiatan Ekonomi

Diarahkan untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Cara dan strategi pihak-pihak yang bersangkutan tidak memiliki batasan atau aturan yang ketat.

Untuk mencari keuntungan bagi mereka tidak memberikan atau mengatakan sesuatu yang salah. Hal ini sering disebut profit oriented atau berorientasi pada keuntungan.

5. Pergerakan Pemerintah Sangat Terbatas

Dalam sistem ekonomi ini pemerintah tidak memiliki ruang gerak dalam perekonomian, pemerintah hanya mengizinkan atau untuk melakukan kegiatannya yang menyangkut negara tanpa menyentuh kasus-kasus ekonomi yang ada.

Boleh terlibat dalam pasar tetapi hanya menyatukan dan menilai segala sesuatu yang ada di pasar, sebatas itu saja tanpa melakukan intervensi atau memberikan suatu kebijakan. Karena yang berhak menentukan dan merancang adalah pasar, bukan pemerintah.

Hal ini sebenarnya juga bisa merugikan karena setiap ada masalah, penyelesaian masalah lama karena tidak ada pihak yang menengahi yaitu pemerintah.

6. Adanya Persaingan Atar Pihak Untuk Mendapatkan Keuntungan

Dalam sistem ekonomi ini, persaingan tidak dapat dihindari dan bahkan menjadi makanan sehari-hari bagi pihak-pihak yang ada di pasar.

Hal ini terjadi karena tujuan kamu di pasar adalah mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga kamu pasti akan bersaing dengan pihak lain untuk menarik perhatian konsumen agar membeli produk yang kamu miliki.

7. Situasi dan Kondisi Pasar Menentukan Harga Pasar

Sering kita jumpai bahwa pemerintahlah yang menentukan harga pasar untuk menciptakan suatu keadilan, namun dalam sistem ekonomi liberal, harga pasar ditentukan oleh pasar itu sendiri, sehingga kondisi dan situasi yang ada dapat mempengaruhi harga pasar.

8. Konsumen Berdaulat

Yang dimaksud dengan konsumen yang berdaulat adalah bahwa ia menentukan untung atau rugi produsen atau pasar.

Ketika konsumen selalu percaya kepada produsen maka keuntungan akan selalu menguntungkan, tetapi kerugian yang akan datang ketika konsumen tidak tertarik dan tidak percaya lagi kepada produsen.

9. Kualitas Produk Dalam Pasar Memiliki Mutu dan Kualitas Terjamin

Kualitas produk selalu dijaga karena minat konsumen juga akan berkurang jika kualitasnya sedikit turun. Hal ini harus dijaga karena tujuan utama di pasar adalah untuk mendapatkan keuntungan, sehingga kualitas harus dijaga dengan baik.

10. Kreatifitas Ditekankan

Kunci untuk memperoleh keuntungan di pasar dalam sistem ekonomi liberal adalah kreativitas. Dengan adanya inovasi dan inovasi baru yang diberikan pada produk yang dijual, maka akan menarik minat konsumen.

Kreativitas juga harus dilakukan karena di sini masyarakat telah diberikan kebebasan sehingga harus dimanfaatkan dengan baik.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Kelebihan Ekonomi Liberal

Semua ekonomi liberal memiliki kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, suatu negara ingin menerapkan sistem ekonomi tersebut. Untuk itu, beberapa negara sengaja menerapkan sistem ekonomi ini karena beberapa keuntungan di dalamnya.

Di bawah ini adalah kelebihan sistem ekonomi liberal yang bisa dinikmati oleh suatu negara yang menerapkannya:

1. Produksi Barang Akan Didasarkan Pada Kebutuhan Pasar

Pelaku usaha tidak akan membuat suatu produk jika konsumen atau masyarakat tidak membutuhkan barang tersebut. Produk yang beredar di pasar tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Selain memiliki banyak kelebihan, sistem ekonomi ini juga memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan sistem ekonomi yang perlu kamu ketahui:

1. Adanya Kesenjangan Ekonomi Masyarakat

Kesenjangan yang terjadi pada sistem ekonomi liberal adalah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal ini terjadi karena produsen mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat dan produk apa yang harus mereka hasilkan.

Dengan demikian, produsen akan semakin kaya. Khusus untuk produsen yang sudah terkenal, mereka akan lebih maju, sehingga sulit bagi pedagang baru untuk menarik minat pasar. Dengan demikian, yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin.

Tanya Jawab

Berikut ini adalah tanya jawab seputar sistem ekonomi liberal, yaitu:

1. Apakah Sistem Ekonomi Liberal Berbanding Terbalik Dengan Sistem Ekonomi Sosialis, Environmentalis, dan Proteksionis?

Sistem ekonomi liberal, di sisi lain, sangat kontras dengan sistem ekonomi sosialis, lingkungan, dan proteksionis. Ketiga sistem ekonomi ini secara tidak langsung bertentangan dengan sistem ekonomi ini.

2. Apa Latar Belakang Penerapan Sistem Ekonomi Liberal?

Pengenalan sistem tanam paksa membawa penderitaan bagi masyarakat pribumi sekaligus menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi Belanda. Tumbuhnya liberalisme berarti bahwa sistem tanam paksa tidak bisa lagi dipertahankan.

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari Teknatekno tentang ciri-ciri sitem ekonomi liberal yakni proses yang menguntungkan di mana kapasitas produktif suatu perekonomian meningkat dari waktu ke waktu.

Populasi, stok modal, sumber daya alam, dan luas lahan adalah faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan suatu negara. Sekian dan semoga bermanfaat ya.

Related Articles

Back to top button