Apa itu Waves? Berikut Keuntungan dan Cara Kerjanya

Teknatekno.com – Apa itu Waves? Web 3.0 dan solusi terdesentralisasi yang dipesan lebih dahulu dapat mengambil manfaat dari Waves, platform sumber terbuka untuk jenis aplikasi ini.

Sasha Ivanov, nama samaran untuk fisikawan Ukraina Alexander Ivanov, mendirikan platform tersebut. Ivanov sudah terlibat dalam area aset kripto sebelum dia membuat platform ini, karena dia adalah pencipta banyak portal lain yang berhubungan dengan aset kripto.

Memahami Apa Itu Waves

Memahami Apa Itu Waves

Selain kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (DApps), Waves adalah platform blockchain yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan lain. Pengguna juga dapat membuat dan meluncurkan token kripto mereka sendiri menggunakan token ini, karena dibuat untuk memfasilitasi proses tersebut.

Waves awalnya diperkenalkan pada Juni 2016 selama salah satu penawaran koin awal (ICO) (ICO) pertama di industri. Awalnya, token ini hanya ingin mendorong penggunaan blockchain dengan meningkatkan kecepatan, kegunaan, dan kenyamanan blockchain bagi pengguna.

Setelah meluncurkan Coinomat, pertukaran langsung yang sekarang tidak berfungsi dan membuat situs pengindeksan Cooleindex. Selain itu, dia juga untuk sementara menciptakan bentuk awal stablecoin yang dia sebut CoinoUSD, yang nilainya dipatok ke dolar AS.

Platform telah melalui beberapa penyesuaian dan memperkenalkan fitur baru sejak pertama kali dibuat. Waves memiliki token asli yang memiliki nama yang sama yaitu Waves (Ticker: WAVES), token ini biasa digunakan untuk melakukan pembayaran normal seperti hadiah untuk satu blok.

Keunikan Waves

Sebagai salah satu ICO pertama di bidangnya, Waves mulai meningkatkan platform dan produk blockchain mereka sejak pertama kali diciptakan.

Untuk memulainya, token Ivanov dibuat dengan tujuan untuk menarik calon pelanggan korporat yang tertarik menggunakan blockchain untuk meningkatkan operasi atau menciptakan layanan baru di berbagai industri.

Seperti layanan blockchain lainnya, token ini juga mendukung kontrak pintar dan pengembangan DApp, memastikan bahwa kecepatan dan kesederhanaan penggunaannya mengungguli kompetisi pada saat itu.

Kemudian pada tahun 2020, Waves menyatakan bahwa platformnya akan kompatibel memanfaatkan jaringan Ethereum dengan mengeluarkan token WAVES sebagai aset standar ERC-20.

Bagaimana Cara Kerja Waves?

Setelah mengetahui apa itu waves, pastikan anda mengetahui juga cara kerja platform ini. Cara kerja Waves menggunakan dua jenis node, yaitu node penuh dan node ringan.

Full node atau node penuh, berfungsi untuk memelihara history transaksi yang lengkap. Sementara itu, node ringan berperan dalam memverifikasi transaksi dan interaksi dalam jaringan dengan bergantung pada node penuh.

Blockchain ini juga menggunakan leased proof-of-stake, sebuah bentuk baru dari metode konsensus PoS untuk menjaga agar jaringan terdistribusi tetap sinkron (LPoS). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Waves adalah blockchain dengan berbagai tujuan.

Sesuai dengan tujuan penggunaannya, berikut adalah cara kerja platform ini:

Penguncian Sejumlah Token

Blok yang menggunakan konsensus LPoS berbeda dari bukti kepemilikan tradisional di mana setiap node yang memilih untuk mengunci sejumlah token tertentu dapat memenuhi syarat untuk menambahkan blok ke blockchain.

Di LPoS, node juga memiliki kemampuan untuk melepaskan persentase tertentu dari saldo mereka ke node penuh.

Ini menyiratkan bahwa ketika sebuah node penuh dipilih untuk menghasilkan blok berikutnya dan kemudian dibayar, node yang menyewakan token ke node yang dipilih, akan mendapatkan proporsi tertentu sebagai imbalannya.

Ini jelas berbeda dari PoS standar. Jumlah uang atau token yang dikunci sebuah node ke dalam kontrak tertentu menentukan seberapa besar kemungkinannya untuk dapat menambahkan blok di node PoS yang khas.

Waves-NG

Waves-NG adalah protokol yang dapat memutuskan node mana yang memiliki otoritas untuk menghasilkan blok berikutnya. Meskipun protokol ini pertama kali dikembangkan untuk Bitcoin (BTC), ide tersebut akhirnya ditolak dan kemudian diadaptasi ke platform ini.

Blok kunci dan blok mikro adalah dua jenis blok berbeda yang dapat dibuat Waves-NG dari blockchain Waves. Blok kunci dibuat oleh penambang Proof-of-Stake yang dipilih secara acak.

Kemudian kunci publik di blok ini akan digunakan oleh node lain untuk membuat beberapa mikroblok yang mampu menutupi suatu transaksi.

Pembuatan Token

Salah satu karakteristik utama yang disediakan oleh blockchain ini adalah untuk menciptakan aset yang cerdas. Agar dapat dianggap sebagai “aset pintar”, sebuah token harus memiliki skrip yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman milik Waves, Ride.

Token apa pun mungkin memiliki banyak fungsi hanya dengan menambahkan skrip. Script membutuhkan 0,004 WAVES untuk dijalankan.

Karena blockchain ini memudahkan pengguna untuk dapat mencetak token mereka sendiri tanpa memerlukan keterampilan pemrograman apa pun, token dan transfer selanjutnya dilakukan sebagai lampiran yang dilampirkan pada transaksi.

Kemudian, berbagai jenis transaksi akan ditawarkan oleh plug-in yang dimuat sebagai ekstensi di blockchain Waves.

Kesimpulan:

Waves adalah platform sumber terbuka untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar. Itu dibuat oleh Sasha Ivanov, nama samaran untuk fisikawan Ukraina Alexander Ivanov. Ivanov sudah terlibat dalam area aset kripto sebelum dia membuat platform ini.

Hai Saya schoirunn aktif menulis dan berkontribusi dalam berbagai media massa, seperti surat kabar sekolah, website, dan media sosial. Saya juga pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan magang di salah satu media nasional, yang membuat saya semakin memahami bagaimana dunia jurnalistik bekerja. Selain menulis, saya juga senang memotret dan merekam video. Saya percaya bahwa gambar dan video dapat memberikan dampak yang kuat dalam menyampaikan sebuah cerita. Sebagai seorang jurnalis muda, saya berkomitmen untuk selalu memperbaiki keterampilan saya dalam menulis, mencari sumber, dan melakukan wawancara yang berkualitas.

You might also like