Apa itu Scalping Crypto? Strategi Trading Aset Crypto

Teknatekno.com – Tahukah kamu apa itu scalping crypto? Tujuan scalping adalah untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan nilai aset crypto yang cepat. Dalam scalping, trader hampir selalu membeli aset dengan harga murah dan segera menjualnya kembali saat harga agak meningkat.

Dalam pengertian perdagangan jangka pendek, scalping adalah strategi untuk menghasilkan keuntungan melalui penjualan dan penjualan aset dengan volume perdagangan yang signifikan.

Oleh karena itu, trading scalping crypto menuntut para trader untuk memiliki strategi yang tepat untuk keluar dari pasar (exit) (exit). Karena menjual aset yang salah dengan harga yang salah akan mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi trader.

Akibatnya, agar efektif dalam trading scalping crypto, pedagang harus memperhatikan pergerakan harga dan data pasar.

Mengenal Scalping Crypto

Scalping crypto adalah strategi trading jangka pendek atau gaya pembelian dan penjualan aset crypto berdasarkan anggapan bahwa pergerakan harga aset di masa depan tidak jelas.

Alih-alih berinvestasi dalam aset besar, mereka percaya bahwa mempertahankan subset pasar tertentu akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar dalam jangka panjang.

Akar masalahnya adalah kepercayaan luas bahwa tidak ada yang memiliki bola kristal untuk melihat di mana aset mereka akan berakhir di masa depan.

Sejumlah uang yang sederhana dapat dibuat dengan mengambil keuntungan dari pertumbuhan harga aset dan menjualnya dengan cepat, daripada mempertahankannya untuk waktu yang lama dan mempertaruhkan kerugian, menurut pendapat mereka.

Ini kebalikan dari pandangan positif para trader dalam berinvestasi, yang biasanya selalu menunggu saat yang tepat untuk menjual dan membeli suatu aset tanpa terpengaruh oleh pergerakan harga jangka pendek.

Selain itu, pedagang lebih memilih scalping daripada metode perdagangan lainnya karena alasan yang tercantum di bawah ini:

  • Mengurangi paparan risiko volatilitas harga dalam trading
  • Memahami bahwa probabilitas pergerakan harga aset dengan jumlah kecil tentu lebih besar dibanding pergerakan harga dengan nilai signifikan. Sebagai contoh, ketidakseimbangan permintaan dan penawaran untuk menggerakkan harga saham sebesar Rp1.000 tentu lebih sering terjadi ketimbang Rp100.000. Apalagi, pergerakan-pergerakan mini ini dianggap akan lebih banyak terjadi ketimbang fluktuasi harga yang besar.

Beberapa trader percaya bahwa scalping crypto adalah strategi trading (utama) yang paling penting. Orang lain, di sisi lain, melihat gaya perdagangan ini sebagai tambahan untuk kebanyakan pendekatan investasi yang mereka terapkan. Akibatnya, bagaimana seseorang dapat mendeteksi perbedaannya?

Mereka yang memilih scalping sebagai strategi trading utama mereka akan memperdagangkan sejumlah besar uang dalam sehari. Sebanyak seratus orang terlibat.

Grafik dan data perdagangan sering digunakan dalam waktu singkat. Scalper dalam perdagangan saham terkadang memiliki kontak langsung dengan pialang saham, memungkinkan mereka untuk langsung bertransaksi aset.

Ketika tidak ada tren yang jelas dalam harga aset pada grafik analisis teknis, calo dapat menggunakan strategi ini sebagai alat tambahan.

Strategi Trading Scalping Crypto

Sejauh ini, para trader crypto sudah mengenal tiga jenis taktik trading scalping.

1. Menciptakan Pasar (Market Making)

Jenis pertama dari scalping trading adalah “menciptakan pasar”. Yaitu, keadaan di mana calo mencoba memanfaatkan perbedaan harga aset dengan berulang kali melakukan penawaran dan penawaran.

Dengan kata lain, calo mencoba “menaikkan” harga suatu aset dengan meningkatkan frekuensi tindakan tawaran dan penawaran. Namun, jika harga aset tidak bervariasi, strategi ini akan berhasil. Selain itu, calo juga harus mengecek dengan teliti, apakah ada calo lain yang memanfaatkan keadaan ini atau tidak.

Terlebih lagi, strategi ini hanya akan menghasilkan uang dalam jumlah yang sangat kecil. Hanya butuh satu langkah yang salah bagi calo untuk menghadapi kerugian cepat.

2. Scalping

Sementara itu, jenis kedua adalah strategi scalping trading di mana scalper membeli aset dalam volume besar dan menjualnya kembali ketika ada pergerakan harga sedikit pun. Hal ini bisa saja dilakukan tanpa harus melakukan proses market making.

3. Risk-To-Fund

Jenis trading scalping yang ketiga adalah strategi di mana trader akan langsung meninggalkan pasar jika rasio risk-to-fund berada pada posisi 1:1.

1 2Next page

Related Articles

Back to top button