Logo dan Maskot: Apa Saja Perbedaannya?

Teknatekno.com – Masih banyak diantara pelaku bisnis yang belum mengetahui perbedaan antara logo dan maskot, sehingga mereka mengira kalau sudah memiliki logo maka tidak perlu lagi membuat maskot.

Hal ini memang seringkali terjadi. Di mana logo dan maskot dianggap sama saja kemudian mengira bahwa cukup hanya membuat salah satunya saja.

Memang pada dasarnya logo dan maskot sama-sama digunakan untuk merepresentasikan suatu entitas (perusahaan, bisnis atau usaha, lembaga, produk, dsb.), namun keduanya juga memiliki perbedaan. Baiklah, pada artikel kali ini Teknatekno akan membahas lebih lanjut mengenai perbedaan logo dan maskot.

Tentang Logo dan Maskot

Logo adalah simbol yang bisa berupa tulisan dan gambar yang membantu audiens untuk mengidentifikasi suatu brand. Desain logo adalah tentang menciptakan simbol grafis yang sempurna untuk suatu brand.

Logo yang baik menunjukkan siapa kamu, apa yang perusahaan kamu lakukan dan apa value brand kamu. Dan sebaiknya kamu membuat desain logo yang dapat beradaptasi berdasarkan perubahan kondisi.

Sedangkan maskot merupakan sosok berbentuk manusia, hewan, atau objek yang dijadikan sebagai figur yang dianggap bisa membawa keberuntungan dan keceriaan.

Awalnya maskot memang lebih sering dikaitkan dengan tim olahraga. Kita bisa lihat, event-event olahraga seringkali dimeriahkan oleh maskot dari masing-masing tim olahraga.

Tapi kini sama seperti logo, maskot sudah menjadi bagian penting di bidang branding dan marketing. Tak heran banyak perusahaan yang memiliki maskot. Lalu apa sebenarnya perbedaan logo dan maskot? Berikut penjelasannya.

Perbedaan Logo dan Maskot

Selain digunakan untuk merepresentasikan suatu entitas, keduanya juga memiliki masing-masing ciri khas yang membedakan satu dengan yang lain.

Berdasarkan Bentuknya

Jika dibedakan berdasarkan bentuknya, logo dan maskot memiliki karakter dan jenis masing-masing.

Jenis Logo

Logo terdiri dari beberapa jenis yaitu:

1. Wordmark

Logo yang berbentuk tulisan, menggunakan nama lengkap brand tanpa disingkat. Contohnya logo Coca-Cola, Google, Facebook, Samsung, Canon, dan lain-lain.

2. Lettermark

Jenis logo ini berbentuk tulisan, memuat inisial atau singkatan nama brand. Biasanya terdiri dari 2 hingga 4 huruf. Contohnya logo IBM, HP, CNN, NASA, Chanel, dan lain-lain.

3. Pictorial Mark

Logo ini berbentuk ikon atau lambang grafis tertentu yang berkaitan dengan brand, baik nama brand atau produknya. Contohnya logo Apple, Twitter, Shell, WWF, dan lain-lain.

4. Logo Abstrak

Untuk jenis logo ini, ikon atau lambang grafisnya lebih mengarah ke bentuk geometris abstrak. Biasanya secara simbolis menggambarkan value suatu brand. Contohnya logo Nike, Pepsi, Adidas, dan lain-lain.

5. Logo Emblem

Ini logo yang di dalamnya terdapat font di dalam suatu ikon atau simbol, seperti lencana, segel, serta inti dari adanya lambang tersebut. Contohnya logo Starbucks, Harley Davidson, Porsche, dan lain-lain.

6. Logo Kombinasi

Ini merupakan logo yang mengkombinasikan wordmark, lettermark, pictorial mark, logo maskot, atau logo abstrak. Contohnya logo Doritos, Burger King, Rolex, Youtube, dan lain-lain.

Karakter Maskot

Berbeda dengan logo, maskot dikelompokkan menjadi beberapa tipe karakter.

1. Karakter manusia

Karakter manusia ini biasanya berupa gambaran dari sosok manusia nyata, superhero, atau karakter fiktif. Contoh maskot yang berupa sosok manusia nyata adalah logo maskot KFC. Pada logo KFC terdapat pria tua yang sedang tersenyum. Sosok tersebut merupakan potret wajah Kolonel Sanders, pendiri KFC.

2. Karakter Hewan

Beberapa brand menggunakan pola dasar hewan dalam pembuatan maskotnya untuk mempresentasikan nilai-nilai perusahaan atau fitur dari produk mereka. Contohnya Alfamart yang memiliki maskot lebah madu yang mewakili mini market Alfamart yang bermanfaat bagi banyak orang.

3. Karakter Objek

Maskot jenis ini biasanya dibentuk berdasarkan bentuk fisik produk suatu brand. Contohnya maskot Michelin menggunakan produk ban karetnya sebagai objek untuk membangun tubuh maskot.

Berdasarkan Pengaplikasiannya

Bukan hanya bentuk saja, pengaplikasian logo dan maskot sendiri juga berbeda. Biasanya logo dibuat dengan menonjolkan warna, font atau bentuknya.

Sehingga ketika target pasar menemukan beberapa produk sejenis tetapi berbeda nama brand, mereka tetap bisa mengenali dan membedakan satu dengan yang lain.

Umumnya logo dicantumkan pada packaging produk, media promosi seperti brosur, menu atau katalog, banner, dan spanduk, serta pada stationery seperti kartu nama, kop surat, amplop dan tanda pembayaran.

Sedangkan maskot dibuat menonjol dengan mengatur karakteristiknya. Mengingat maskot dibentuk dengan melibatkan ilustrasi atau karakter bergambar, umumnya diberikan warna-warna cerah dan dibuat kartun.

Sebenarnya gambar maskot ini sendiri pun bisa juga diaplikasikan pada packaging atau berbagai media cetak yang digunakan untuk promosi. Selain itu, maskot juga bisa dijadikan boneka badut, sticker chat di aplikasi chatting dan media sosial lainnya.

Berdasarkan Fungsinya

1. Logo dibuat untuk merepresentasikan suatu brand. Di mana ada visi, misi, budaya perusahaan hingga value brand yang disimbolisasikan melalui wujud suatu logo. Keseluruhannya ditonjolkan melalui elemen-elemen visual yang membentuk logo tersebut.

Sementara itu, maskot hadir untuk mendukung keseluruhan visual yang ditonjolkan pada logo melalui bentuk karakteristiknya. Bisa dibuat maskulin, feminin, ceria, sedih, dll. Contohnya McDonald’s.

Elemen pada logonya, seperti warna merah yang terkesan energik sehingga efektif untuk menarik perhatian calon customer. Dan kuning yang menggambarkan keceriaan dan kehangatan. Untuk mendukung kesan tersebut, hadirlah maskot McDonald’s yang diatur karakteristiknya dengan sosok yang ceria.

2. Logo membantu customer mengidentifikasi, mengenali serta membedakan suatu brand dengan brand lainnya melalui gambar dan tipografinya. Sedangkan maskot ada untuk memperkuat identitas tersebut serta memperjelas perbedaan suatu brand dengan brand lainnya.

Karena maskot bisa dijadikan bentuk nyata berupa badut untuk mendekatkan diri ke customer dan menghibur mereka. Sehingga terciptalah suasana yang lebih hidup dan menyenangkan. Ini tentu membuat customer kamu bukan hanya sekedar mengenali, tapi bahkan bisa mengingat brand kamu. Contohnya Oppo.

Jika di hadapan kamu saat ini ada beberapa jenis handphone dengan nama brand yang berbeda, tentu kamu bisa mengenali dan membedakan satu dengan yang lainnya dengan melihat logonya. Tapi adanya badut maskot Oppo yang sering ditemui di depan tokonya bisa menghibur setiap pengunjung.

Ini yang membuat para pengunjung bisa langsung mengenali maskot Oppo bahkan dari kejauhan sekalipun. Semakin diingat maskotnya berarti semakin diingat brandnya.

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari Teknatekno mengenai perbedaan antar logo dan maskot. Dengan penjelasan di atas, sekarang kamu sudah bisa mengetahui perbedaan antara logo dan maskot, baik dari segi bentuk, pengaplikasian dan fungsinya.

Jadi meskipun logo dan maskot sama-sama digunakan dalam kegiatan branding dan marketing, namun bukan berarti keduanya sama kemudian mengira cukup untuk memiliki salah satunya saja.

Kedua memiliki perbedaan yang saling mendukung satu sama lain. Di mana logo menjadi pengidentifikasi brand sehingga customer dapat mengenali brand kamu, dan maskot hadir untuk memperkuat identitas brand kamu sehingga bisa melekat erat di benak customer.

Related Articles

Back to top button