Jenis Cyber Security untuk Mengamankan Data

Teknatekno.com – Terdapat beberapa jenis cyber security yang bisa digunakan untuk mengamankan data. Cyber security memiliki peranan yang begitu penting. Cyber security adalah sebuah proses penerapan langkah-langkah keamanan yang berbeda untuk melindungi jaringan, sistem komputer, infrastruktur cloud, dan data pribadi online dari ancaman dunia maya.

Pada saat ini teknologi telah menjadi bagian penting dalam tatanan kehidupan masyarakat. Semua pekerjaan melalui sistem digital, hingga penyimpanan data sekalipun.

Melihat hal tersebut, maka cyber security sangat dibutuhkan untuk menghindari kebocoran atau pencurian data sensitif maupun cyber attack lainnya (serangan siber).

Cyber attack biasanya mencuri informasi pribadi, seperti data kartu kredit, kata sandi, nomor jaminan sosial, ataupun data sensitif lainnya. Jadi, istilah cyber security mengacu pada perangkat pribadi dan bisnis yang terhubung ke internet.

Jenis Cyber Security untuk Mengamankan Data

4 Jenis Cyber Security

Berikut beberapa jenis cyber security yang digunakan untuk mengamankan data:

1. Network Security (Keamanan Jaringan)

Network security merupakan jenis cyber security cyber security yang mengacu pada perlindungan jaringan komputer baik internal maupun eksternal. Jenis cyber security satu ini sangat penting, khususnya perusahaan-perusahaan dalam kegiatannya memanfaatkan sistem jaringan.

Sistem ini menggunakan berbagai teknik berbeda untuk mencegah data yang berbahaya atau pelanggaran data lainnya. Cyber security ini menggunakan banyak protokol yang berbeda-beda untuk memblokir cyber attack. Akan tetapi memungkinkan pemilik akses menggunakan jaringan yang aman.

Salah satu jaringan terpenting adalah firewall. Jaringan firewall ini bertindak sebagai penghalang pelindung antara jaringan pengguna dengan koneksi jaringan eksternal yang tidak terpercaya. Firewall dapat memblokir dan mengijinkan lalu lintas ke jaringan berdasarkan pengaturan keamanan.

2. Application Security (Keamanan Aplikasi)

Sebuah aplikasi dapat diakses melalui berbagai bentuk jaringan. Hal inilah yang memicu cyber attack terjadi. Karena kerentanan ini perlunya menerapkan Application security.

Application security adalah proses untuk melindungi informasi sensitif di tingkat aplikasi. Penggunaan sistem keamanan ini sebaiknya dilakukan sebelum aplikasi digunakan. Keamanan aplikasi melibatkan taktik seperti meminta kata sandi yang kuat dari pengguna.

Jenis cyber security ini juga mencakup fitur seperti otentikasi dua langkah, pertanyaan keamanan, dan tindakan perlindungan lainnya untuk memastikan pengakses merupakan seseorang yang berwenang.

3. Cloud Security (Keamanan Cloud)

Cloud merupakan sekumpulan server atau pusat data yang tersebar di seluruh dunia, dimana pengguna bisa menyimpan data. Melalui cloud, pengguna bisa mengakses menggunakan apa saja (komputer maupun handphone) dengan catatan perangkat tersebut terkoneksi jaringan internet.

Sebagian besar masyarakat menggunakan cloud sebagai alat penyimpanan data. Selain mudah diakses, pengguna juga mudah untuk membagikan data tersebut.

Pada umumnya, orang-orang menggunakan sistem penyimpanan online seperti Google Drive, Microsoft OneDrive, dan Apple iCloud sebagai sarana penyimpanan.

Melihat hal tersebut, sangat penting bagi platform untuk tetap aman setiap saat karena banyaknya data yang tersimpan di dalamnya. Upaya dalam penerapan cloud security bisa dilakukan dengan cara menggunakan VPN, firewall, two factor authentication, hingga melakukan enkripsi data.

4. Operational Security (Keamanan Operasional)

Operational security mengacu pada proses manajemen risiko untuk semua keamanan siber internal. Jenis ini mempekerjakan sejumlah karyawan ahli dalam bidang cyber security untuk memastikan ada rencana cadangan jika data pengguna disusupi.

Operational security termasuk memastikan bahwa karyawan memiliki tanggung jawab dan pengetahuan untuk menjaga keamanan informasi pribadi dan bisnis. Karyawan harus menemukan potensi ancaman dan kerentanan kebocoran data, cara mereka beroperasi, dan perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan.

FAQ

Berikut pertanyaan seputar cyber security.

Apa Itu Cyber Security dan Contohnya?

Cyber security atau keamanan siber adalah proses memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi agar tetap aman. Keamanan siber juga merupakan upaya, kegiatan, atau tindakan beberapa pihak untuk mengamankan jaringan, sistem, program, dan akses data dari berbagai bahaya siber atau akses yang ilegal.

Apa Keuntungan dari Keamanan Siber?

Keuntungan utama dari keamanan siber atau cyber security, tentu saja, adalah perlindungan informasi pribadi. Informasi pribadi sangat rentan terhadap eksploitasi di era digital ini. Informasi ilegal dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

Elemen Apa Saja yang Ada Pada Cyber Security?

Cybber security memiliki elemen-elemen penting, diantaranya:

  • Autentikasi: Menggunakan otentikasi dua faktor menggunakan kode yang diberikan ke ponsel pengguna.
  • Otorisasi: Sistem akan menentukan sejauh mana pengguna memiliki otorisasi untuk menggunakan program.
  • Enkripsi : Melindungi data sensitif pengguna dari peretas atau hacker.

Berapa Gaji Cyber Security di Indonesia?

Seorang Cyber security architect adalah anggota bidang keamanan siber yang bisa memperoleh gaji antara Rp 8.000.000 sampai dengan Rp 12.000.000 setiap bulan. Ini adalah pendapatan rata-rata untuk bekerja di Jakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA:

Apa itu Cyber Security? Definisi, Jenis dan Cara Meningkatkannya
Peran Penting Cyber Security dari Kejahatan Cyber
Mengenal Manfaat Cyber Security Bagi Pelaku Bisnis
Jenis Serangan Cyber yang Sering Digunakan

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai beberapa jenis cyber security yang bisa digunakan untuk mengamankan dan menghindari cyber attack. Penggunaan cyber security adalah salah satu langkah untuk menghindari kejahatan dunia maya.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button