Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap dan Keuntungannya

Teknatekno.com – Apakah Teknozen sudah tau reksadana pendapatan tetap? Nah, untuk memulai kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu pengertian. Pengertian reksadana pendapatan tetap secara umum adalah instrumen yang banyak dilirik orang karena pergerakannya yang relatif stabil tetapi tetap menawarkan imbal hasil besar dan risiko yang rendah.

Akibatnya, banyak investor pemula yang memilih untuk mengalihkan dananya ke sektor pendapatan tetap saat ingin mulai berinvestasi di reksadana.

Mengapa berinvestasi di reksadana? Persoalannya, instrumen investasi ini beroperasi di berbagai sektor sekuritas yang bisa memberikan keuntungan signifikan bagi investor.

Salah satunya adalah reksa dana pendapatan tetap yang menginvestasikan 80% asetnya di obligasi pemerintah dan swasta dan 20% di pasar uang dan ekuitas. Nah, buat kamu yang tertarik bermain di reksadana pendapatan tetap kamu bisa simak artikel dibawah ini.

Memahami Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap

Memahami Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap

Pengertian reksadana pendapatan tetap adalah menginvestasikan setidaknya 80% dari dana kelolaannya pada obligasi atau instrumen utang. Sarana investasi ini termasuk instrumen obligasi yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Imbal hasil reksa dana ini ditentukan oleh suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Perkembangan reksa dana ini juga berbeda dengan produk reksa dana pasar uang.

Harga obligasi akan naik jika suku bunga acuan diturunkan. Kenaikan harga obligasi memiliki efek yang melekat pada jumlah hasil dari reksa dana.

Jenis reksa dana pendapatan tetap mudah dicairkan kapan pun tanpa adanya biaya tambahan. Berbeda dengan pencairan uang simpanan sebelum jatuh tempo, investor tidak perlu membayar biaya penalti. Selain itu, reksa dana ini menawarkan tingkat pengembalian yang konsisten.

Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap

Memilih berinvestasi lewat reksadana pendapatan tetap bisa memberikan beberapa keuntungan menarik seperti:

1. Fluktuasi Cukup Stabil

Fluktuasi instrumen investasi pada reksadana pendapatan tetap cenderung stabil karena sebagian besar dana ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) atau pasar uang.

2. Return Kompetitif

Reksa dana pendapatan tetap memberikan jumlah keuntungan atau pengembalian yang kompetitif, mulai dari 6 hingga 10% setiap tahun. Tentu saja, jumlah keuntungan dan pengembalian ini seringkali lebih besar daripada tabungan bank dan reksa dana pasar uang.

3. Fleksibilitas Tinggi

Investasi reksa dana pendapatan tetap tersedia untuk diperdagangkan kapan saja. Sebagai investor, kamu juga dapat menjual sebagian atau seluruh dana dalam portofolio reksa dana berdasarkan kebutuhan kamu.

4. Dana Cair Cepat

Prosedur pembayaran uang di reksa dana pendapatan tetap dapat diselesaikan dalam 4-5 hari kerja, yang dihitung sejak unit reksa dana dijual sampai dimasukkan ke rekening.

Alhasil, berbeda dengan bentuk investasi atau produk simpanan lainnya yang tidak dapat ditarik sewaktu-waktu, kamu sebagai investor tidak membutuhkan waktu lama untuk menikmati hasil investasi.

5. Keuntungan Bebas Pajak

Karena reksa dana bebas dikenakan pajak, setiap pendapatan atau pengembalian dari penjualan reksa dana pendapatan tetap tidak dikenakan pajak. Sehingga investor dapat memperoleh keuntungan penuh jika dibandingkan dengan barang bank atau jenis investasi lainnya.

6. Modal Awal Sangat Terjangkau

Modal awal yang diperlukan untuk mulai berinvestasi di reksa dana pendapatan cukup rendah, mulai dari 10.000 Rupiah saja untuk transaksi online.

7. Aman Diawasi OJK

Karena dikendalikan oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan, maka semua kegiatan pengelolaan dana di reksa dana pendapatan tetap dijamin aman (OJK).

Kerugian Reksadana Pendapatan Tetap

Kerugian Reksadana Pendapatan Tetap

Walaupun menawarkan berbagai macam keuntungan, ada beberapa risiko atau potensi kerugian yang perlu kamu ketahui sebelum berinvestasi di reksadana pendapatan tetap seperti:

1. Wanprestasi Manajer Investasi

Manajer investasi yang bertugas mengelola portofolio investasi dianggap tidak kompeten, yang berpotensi menimbulkan kerugian. Pada umumnya hal ini terjadi karena manajer investasi gagal memenuhi komitmen kontraktual sehingga menyebabkan nilai investasi menurun dari waktu ke waktu.

2. Risiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih

Aset atau instrumen dalam portofolio investasi reksa dana pendapatan tetap bisa mengalami penurunan yang disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Menurunnya kinerja emiten atau perusahaan.
  • Keadaan ekonomi dan politik yang tidak menentu.
  • Inflasi atau perubahan suku bunga acuan.
  • Bencana alam.

3. Kerugian Tidak Dijamin Pemerintah

Karena reksa dana merupakan produk pasar modal dan bukan produk perbankan, maka pemerintah tidak menjamin semua kerugian yang dialami investor pada reksa dana pendapatan tetap. Akibatnya, tidak seperti produk perbankan lainnya, kerugian tidak ditanggung oleh lembaga penjamin simpanan (LPS).

4. Risiko Keterlambatan Pembayaran

Risiko dimana manajer investasi akan kesulitan menyiapkan uang yang harus diberikan kepada investor selama prosedur pencairan.

5. Risiko Pembubaran

Jika reksa dana dianggap berkinerja buruk, pemerintah dapat membubarkannya kapan saja.

Cara Kerja Reksadana Pendapatan Tetap

Cara Kerja Reksadana Pendapatan Tetap

Secara umum, reksadana pendapatan tetap memiliki cara kerja sebagai berikut:

  1. Pihak investor menyerahkan dana investasi ke manajer investasi yang dipilih.
  2. Manajer investasi kemudian membangun dan menyusun portofolio investasi yang sesuai dengan menggunakan uang yang telah disetorkan keinvestor.
  3. Portofolio investasi yang telah dikembangkan terdiri dari instrumen obligasi (surat utang) yang telah dipilih atau direkomendasikan untuk dikelola oleh manajer investasi.
  4. Manajer investasi mengawasi portofolio investasi secara teratur untuk memastikan profitabilitas yang konsisten. Selanjutnya investor akan mendapatkan laporan berkala atas keberhasilan portofolio investasi yang dikelola.

Cara Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap

Memilih reksa dana pendapatan tetap tidak boleh sembarangan, sama seperti jenis reksadana lainnya. Jika kamu tertarik dengan investasi ini, jangan lupa ikuti caranya agar imbal balik bisa maksimal dan sesuai keinginan.

Berikut ini adalah cara memilih yang perlu kamu terapkan saat memilih reksa dana pendapatan tetap terbaik:

1. Tentukan Jumlah Investasi Bulanan.

Beberapa ahli keuangan menyarankan kamu menginvestasikan 20% dari pendapatan bulanan kamu. Ada juga yang tetap 30%. Tapi jangan khawatir, semuanya ada dalam kendali kamu.

Sebelum berinvestasi, mulailah dengan menentukan biaya rutin bulanan yang dibutuhkan, termasuk pembayaran. Pilih nominal yang paling pas dan nyaman. Biarkan nominal tidak membebani hidup kamu selama sebulan.

Misalnya, pendapatan bulanan kamu adalah Rp. 5 juta, kamu belum menikah, dan kamu masih tinggal serumah dengan orang tuamu. Kamu dapat menyisihkan 20% dari gaji kamu, atau Rp 1 juta per bulan, untuk investasi.

Setiap orang berbeda-beda kebutuhannya. Angka di atas pun pasti tidak sama dengan mereka yang sudah berkeluarga.

2. Pilih Produk yang Sesuai Profil Risiko

Reksa dana pendapatan tetap agak berisiko. Tidak ada salahnya memilih RDPT jika kamu ingin berinvestasi untuk jangka panjang dan mendapatkan return yang tinggi.

Ingatlah bahwa selalu ada risiko kerugian dalam sebuah investasi, baik itu risiko kecil, sedang, atau besar. Jadi, bersiaplah jika bahaya ini muncul saat berinvestasi.

3. Pilih Manajer Investasi Yang Terdaftar Resmi di OJK

Jangan tertipu dalam berinvestasi. Kamu harus memastikan bahwa Manajer Investasi yang akan menangani aset kamu telah terdaftar dan memiliki izin OJK. Cek website resmi OJK untuk daftar manajer investasi yang aman.

4. Tentukan Tujuan Investasi

Tujuan investasi dapat membantu dan memotivasi kamu untuk secara teratur menyisihkan pendapatan bulanan. Dengan menetapkan tujuan investasi tertentu, kamu dapat memilih aset yang lebih sesuai dan dapat menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi.

5. Konsistensi

Menyimpan pendapatan secara konsisten adalah salah satu kunci untuk memaksimalkan pengembalian investasi. Instrumen investasi apa pun tidak akan memberikan pengembalian terbaik jika kamu tidak stabil dan tidak secara teratur menyisihkan sebagian dari pendapatan kamu untuk diinvestasikan.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian reksadana pendapatan tetap hingga cara memilih reksadana pendapatan tetap. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa.

Pengertian reksadana pendapatan tetap adalah menginvestasikan setidaknya 80% dari dana kelolaannya pada obligasi atau instrumen utang. Jenis reksadana pendapatan tetap mudah dicairkan kapan pun tanpa adanya biaya tambahan.

Related Articles

Back to top button