Pengertian Akuntansi Perpajakan, Prinsip dan Contohnya

Teknatekno.com – Aspek terpenting dari perpajakan adalah memahami pengertian akuntansi perpajakan. Akuntansi pajak adalah proses pencatatan dan penyusunan laporan transaksi keuangan guna menentukan nilai pajak yang harus disetor nantinya.

Memahami pengertian akuntansi pajak sangatlah penting untuk manajemen keuangan serta sistem perpajakan suatu perusahaan. Mengapa? Karena setiap perusahaan yang didirikan dan dioperasikan akan selalu dikenakan kewajiban pajak

Oleh karena itu, diperlukan akuntansi perpajakan agar dapat melaksanakan administrasi pajak secara efektif dan akurat. Akibatnya, kewajiban pembayaran dan pelaporan pajak dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.

Untuk membantu kamu dalam memahami tentang apa itu akuntansi pajak, dibawah ini Teknatekno sudah merangkumkan secara lengkap seputar akuntansi perpajakan serta contoh perhitungannya. Yuk simak dibawah ini.

Apa itu Akuntansi Pajak

Apa itu Akuntansi Perpajakan?

Akuntansi pajak pada dasarnya merupakan cabang atau bagian dari ilmu akuntansi. Akuntansi perpajakan adalah pencatatan dan pengolahan catatan keuangan untuk menentukan nominal pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak.

Sebenarnya, tidak ada istilah akuntansi dalam bidang perpajakan, karena yang ada hanya pencatatan dan pembukuan saja. Namun, di dunia perpajakan yang lebih canggih saat ini, sistem akuntansi juga sama pentingnya.

Secara umum, akuntansi dan akuntansi pajak terus beroperasi dengan cara yang sama. Namun, dalam akuntansi, laporan keuangan yang dibuat, sedangkan dalam akuntansi pajak, laporan pajak yang dibuat.

Pengertian Akuntansi Perpajakan Menurut Para Ahli

Para ahli mengungkapkan pendapatnya tentang definisi akuntansi perpajakan. Berikut ini pengertian akuntansi perpajakan menurut beberapa ahli:

1. Wikipedia

Akuntansi pajak adalah akuntansi yang diterapkan dengan tujuan untuk menetapkan besarnya pajak terutang. Fungsi akuntansi pajak adalah mengolah data kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang memuat perhitungan perpajakan.

2. Estralia dan Agoes (2013: 10)

Akuntansi pajak adalah kemampuan untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan berdasarkan laporan keuangan suatu perusahaan.

Fungsi Akuntansi Pajak

Fungsi akuntansi pajak tidak hanya untuk menentukan jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak, tetapi juga memiliki fungsi tambahan lainnya, termasuk:

1. Strategi

Fungsi pertama dari akuntansi pajak adalah untuk memberikan strategi perencanaan pajak masa depan berdasarkan data pembayaran pajak, yang kemudian menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja perusahaan selama periode sebelumnya.

2. Analisis

Fungsi yang kedua adalah sebagai analisis untuk menentukan nominal pajak yang akan dibayarkan oleh perusahaan di masa yang akan datang guna mempermudah pengelolaan pajak bagi perusahaan.

3. Publikasi

Fungsi selanjutnya adalah sebagai laporan keuangan ketika ada investor atau untuk persyaratan publikasi lainnya. Laporan pajak yang baik akan digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan.

4. Pembanding

Fungsi lain dari akuntansi pajak adalah menghasilkan dokumentasi pajak setiap tahunnya, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan perbandingan untuk mempelajari perkembangan keuangan suatu perusahaan.

Klasifikasi Pajak dalam Akuntansi Pajak

Sebelum menyampaikan laporan akuntansi pajak, perusahaan harus dapat menentukan jenis klasifikasi pajak terutang yang harus dibayarkan. Dalam akuntansi pajak, pajak diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan cara penarikannya, yaitu:

1. Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang diterapkan berdasarkan jumlah pendapatan atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.

Di Indonesia, nominal tersebut sudah diatur oleh undang-undang perpajakan yang berlaku. Pembayaran pajak langsung ini biasanya dilakukan oleh Wajib Pajak secara langsung, artinya tidak dapat diwakilkan atau dibebankan kepada orang pribadi atau badan lain.

2. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang dipungut ketika transaksi keuangan terjadi. Jenis pajak ini dapat dibebankan atau diserahkan kepada individu atau badan lain.

Contoh sederhana dari pajak tidak langsung adalah membeli produk di tempat perbelanjaan tertentu, misalnya e-commerce atau franchise. Harga yang ditampilkan seringkali sudah termasuk biaya pajak, jadi, konsumen tidak repot-repot lagi untuk membayar pajak kepada pemerintah.

Prinsip Akuntansi Perpajakan

Prinsip Akuntansi Perpajakan

Penting bagi kamu untuk memahami prinsip-prinsip yang terdapat dalam akuntansi pajak.

Ada beberapa prinsip penting yang harus diikuti untuk mendapatkan hasil perhitungan yang akurat dalam akuntansi pajak. Berikut ini adalah prinsip akuntansi pajak:

1. Kesatuan

Setiap perusahaan adalah entitas ekonomi yang terpisah dan tidak dapat digabungkan dengan yang lain. Sebagai contoh, pemilik perusahaan atau entitas lain yang tidak memiliki hak secara hukum.

2. Historis

Prinsip historis ini mengharuskan penggunaan catatan keuangan yang sebenarnya. Jika korporasi membeli suatu aset seharga Rp. 300.000.000 namun saat proses nego mendapatkan harga Rp. 270.000.000, maka catatan yang harus disimpan adalah Rp. 270.000.000. Karena jumlah tersebut adalah harga akhir yang harus dibayarkan.

3. Pengungkapan Penuh

Catatan aktivitas keuangan harus informatif dan menyeluruh. Sebab, fakta-fakta ini akan bermanfaat nantinya. Sertakan juga catatan kaki atau lampiran penting untuk referensi di masa mendatang.

Peran Akuntansi Perpajakan

Berikut ini adalah peran akuntansi pajak untuk perusahaan:

  1. Membuat strategi dan rencana pajak.
  2. Memberikan analisis dan proyeksi terhadap calon pajak badan di masa yang akan datang
  3. Membuat arsip dan dokumen perpajakan yang benar sebagai bahan pemeriksaan dan penilaian
  4. Menerapkan perlakuan akuntansi untuk pajak dan menunjukkannya dalam laporan komersial atau fiskal perusahaan.

Sifat Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah sifat akuntansi pajak:

  1. Pajak adalah pembayaran yang dilakukan publik secara wajib atau sukarela kepada pemerintah. Akan tetapi, karena sifatnya yang wajib ini, petugas pajak sering berlaku sewenang-wenang atau tidak adil dalam menjalankan tugasnya. Hal ini mungkin timbul akibat banyaknya wajib pajak yang gagal memenuhi tanggung jawabnya untuk membayar pajak dengan benar, dan terjadi kesalahan dalam pencatatan transaksi pajak.
  2. Pajak adalah teknik yang digunakan untuk membayar beban atau pengeluaran pemerintah, di mana pemerintah dapat memanfaatkan pajak sebagai sumber pendapatan untuk kegiatan operasional pemerintah. Wajib pajak tidak langsung mendapatkan imbalan jasa, namun mereka akan mendapatkan perlindungan dari negaranya dalam bentuk pelayanan yang sesuai dengan hak wajib pajak tersebut.
  3. Fungsi pajak adalah mengatur semua sektor kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya.

Istilah-Istilah dalam Akuntansi Pajak

Istilah akuntansi pajak meliputi:

1. Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan yang dihitung dengan menggunakan undang-undang perpajakan.

2. Pajak Penghasilan Final

Pajak penghasilan final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, atau setelah dilunasi, kewajiban perpajakan telah selesai, dan penghasilan tersebut dikenakan pajak penghasilan yang bersifat final serta tidak tercampur dengan jenis-jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan tidak final. Pajak ini dikenakan pada kategori pendapatan, transaksi, atau usaha tertentu.

3. Laba

Laba adalah keuntungan atau kerugian bersih suatu periode sebelum dikurangi beban pajak.

4. Penghasilan Kena Pajak

Penghasilan kena pajak berupa laba fiskal (taxable profit) atau rugi pajak (tax loss) adalah laba atau rugi dalam satu periode yang dihitung sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan serta menjadi dasar penghitungan.

5. Beban Pajak (Tax Expense) atau Penghasilan Pajak (Tax Income)

Adalah jumlah total pajak saat ini (current tax) dan pajak tangguhan (deferred tax) yang diperhitungkan dalam menghitung laba rugi pada suatu periode tertentu.

6. Pajak Kini (Current Tax)

Adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang atas penghasilan kena pajak dalam satu tahun pajak.

7. Kewajiban Pajak Tangguhan (Deferred Tax Liabilities)

Adalah pajak penghasilan terutang atau payable untuk periode mendatang karena perbedaan peralihan kena pajak

8. Aset Pajak Tangguhan (Deferred Tax Assets)

Adalah jumlah piutang pajak penghasilan atau pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) dalam periode masa depan karena perbedaan peralihan yang dapat dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian penghasilan.

Contoh Perhitungan Akuntansi Perpajakan

Contoh Perhitungan Akuntansi Pajak

Ada berbagai faktor yang harus dilengkapi dalam menghitung besarnya pajak yang harus dibayar. Untuk menentukan besarnya pajak yang terutang, kamu harus mengetahui terlebih dahulu nominal setoran PPh pegawai, penghasilan kena pajak, dan jumlah wajib pajak.

Kamu bisa menerapkan rumus di bawah ini untuk menghitungnya:

PKP x 25% = PPh Badan

PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = Pajak Terutang

Untuk lebih memahami cara menerapkan rumusnya, simak contoh penghitungan akuntansi pajak dibawah ini:

PT Teknatekno melaporkan penghasilan kotor sebesar Rp. 100.000,000,000. Dengan jumlah PPh-nya sebesar Rp 5.000.000.000, PPh Pasal 23 sebesar Rp 3.000.000.000, dan biaya pengeluarannya sebesar Rp 40.000.000.000.

Berikut rumus yang digunakan untuk menghitung nominal PKP perusahaan:

Penghasilan Kotor – Pengeluaran = PKP Perusahaan

Maka,

= 100.000.000.000 – Rp 40.000.000.000
= Rp60.000.000.000

Adapun rumus untuk menghitung pajak terutang milik PT Teknatekno adalah:

= Rp 60.000.000.000 x 25%
= Rp 15.000.000.000

Jadi, total pajak yang harus dibayar PT Teknatekno adalah :

= Rp 15.000.000.000 – Rp 5.000.000.000 – Rp 3.000.000.000
= Rp 7.000.000.000

Contoh perhitungan di atas merupakan contoh yang sering terjadi pada sistem akuntansi dalam menghitung pajak terutang. Prosedur penghitungan pajak ini mungkin terlihat memakan waktu dan sulit.

Namun, seiring berkembangnya zaman, wajib pajak tidak perlu repot-repot lagi untuk menghitung pajak, karena mereka bisa memanfaatkan software atau aplikasi pajak online yang sudah banyak tersedia saat ini.

FAQ Seputar Akuntansi Pajak

FAQ

Berikut pertanyaan seputar akuntansi perpajakan.

Apa Perbedaan Akuntansi dan Perpajakan?

Perbedaan antara akuntansi dan perpajakan adalah, akuntansi mencakup semua aspek operasi perusahaan, sedangkan perpajakan berfokus pada pengembangan strategi untuk membantu perusahaan dalam menyelesaikan pengembalian pajak mereka secara efektif. Perpajakan juga mencakup orang pribadi yang wajib menyampaikan SPT setiap tahunnya.

Apa Tujuan Akuntansi Perpajakan?

Tujuan utama akuntansi pajak adalah untuk menetapkan besarnya pajak penghasilan yang terutang dalam suatu periode pajak yang akan dilaporkan melalui SPT Tahunan PPh oleh badan-badan, baik organisasi maupun perorangan.

Mengapa Akuntansi Perpajakan Itu Penting?

Salah satu fungsi terpenting dari akuntansi pajak adalah membantu kita dalam menetapkan rencana dan strategi untuk memenuhi kewajiban pajak kita. Tentu saja, penting bagi perusahaan untuk memperkirakan posisi pajak terutang dalam kaitannya dengan potensi ekonomi perusahaan.

Apa Tugas Seorang Akuntan Pajak?

Secara umum, seorang akuntan pajak bertanggung jawab untuk menghitung dan menganalisis berbagai peristiwa ekonomi menggunakan pengetahuan akuntansi yang dipelajari sebelumnya, dengan tujuan untuk memutuskan metode perpajakan yang sesuai dengan undang-undang perpajakan.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian akuntansi perpajakan adalah pencatatan dan pengolahan catatan keuangan untuk menentukan nominal pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar akuntansi pajak, mulai dari pengertian sampai dengan contoh perhitungannya. Semoga penjelasan diatas bisa menambah wawasan kamu dalam dunia akuntansi.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button